Reportoar
"Semuanya sudah berakhir"
seperti kematian yang menggerogot tubuh kita
tulang ini akan kembali jua pada kata-kata terakhir
aku sangsai dalam perputaran roda waktu yang tak pasti.
Lamat, aku mendengar sejarah
seperti putaran roda yang berjalan menuju pembakaran
inikah rumah sakit
ataukah kita sedang berjalan
menuju kepompong mayat-mayat?
"Tak usah lagi saling memikirkan"
Kota-kota hanyalah sebuah etalase mengerikan
bila kita merenunginya dalam sebuah kamar
kita bertambah tua.
cuma dongengan masa kecil yang mengalir di nadi kita.
Aku benci dengan masa lalu
namun sesuatu selalu yang pecah dari dalam dadaku
tak akan pernah terbingkai lagi
seperti rekahan tanah liat yang dibawa menuju
aliran sungai yang tak berujung.
"Dunia hanyalah dongeng-dongeng"
Barangkali cerita pun percuma buat menghadirkan sejarah
makam kita pun belum tentu juga menghasilkan
kesaksian-kesaksian.
barangkali tak akan pernah ada makna dalam deretan
kata-kata di nisan.
"Ssiapakah yang punya kesedihan?"
Aku mengalir, dengan airmata yang kusimpan.
atau menutupnya rapat-rapat.
memendam kegetiran pada sejarah
dengan waktu yang membiru serupa dendam.
Pada pucuk-pucuk masa depan,
aku mengembara
dengan ribuan kegilaan yang masih teracung
SIHAR RAMSES SIMATUPANG, Jakarta, awal 2002