Suatu malam, Pada gerimis di Mojoagung

Ada yang mengalir dari antara langit dan air kali
di tepi air coklat, di depan pasar mojoagung
suatu malam, tapi bukan kukuk burung hantu
atau bunyi desir manusia menjelang tidur dini hari

Aku terdiam
di sebuah pasar, malam itu
engkau yang menaburkan masa lalu: buatku

Ttentang ayunan kakimu
saat malam belum pergi,
saat hujan belum tiba
di antara tukang-tukang becak
sebelum suara kanak di tengah sawah memanggil
: akh, jombang terlelap dalam kesunyiannya yang panjang

Di antara rinai gerimis,
yang menjadi lorong panjang
menuju waktu di masa lalu
ada luka makin parah,
di antara jalan kesunyian yang berlubang.
derit kesakitan para supir yang lelah
pun kini telah bersarang di dadaku. malam itu.

Aada yang mengalir dalam airmatamu
tentang gerimis suatu malam
dari pintu-pintu bis, kita mengalirkan kenangan
masa lalu yang panjang, terkadang muak
buat dirasakan.

Namun arlojiku terus meniti waktu demi waktu
tak hanya detik, namun berputar cepat jadi bulan dan tahun
ada hangat yang menjadi sungai di antara bibirmu
tapi cuma masa lalu. atau bayang-bayang.
dan jalan tetap saja panjang jadinya.
sawah-sawah hanya membentuk kaki dan lipatan tanganmu
: lagu nina bobo di masa kecil terdengar, ngilu yang tak layak lagi
aku selami keperihannya.

Ttapi, derita itu tetap saja masih mengalir
dari trowulan, trenggalek atau bahkan mojokerto.
:sesayat, mengalun -lagu panjang tentang penderitaan
antara hidup dan kematian,

Cerita yang menggelinding
di antara suara mesin mobil dan rinai hujan
: deritaku mengembara lebih dari mendungnya awan

Barangkali tetap akan ada yang mengalir
di antara kali dan air coklat di tanah-tanah masa kecilmu
pada kali dekat rumahmu, pada pasar mojoagungmu
tapi entah mengapa, gelisahku telah mengembara
jauh, jauh sekali. menderita di antara bayangmu,
sangat menyiksa, seperti duka dan luka yang mengalir
di antara pantai utara,
di antara ombak-ombak malam itu
yang tak pernah lagi bisa menorehkan
bahagia.
: karena sejarah itu pasti tak kan dihidangkan lagi buatku.

SIHAR RAMSES SIMATUPANG, Tuban, 2002


Laman Puisi 1