Tulislah Namaku Dengan Abu
Bakarlah aku dalam bilik jantungmu
hingga yang tersisa hanya abu
Lalu dengan abu itu tulislah namaku
seperti waktu kau punguti jam-jam yang meragu
Tulislah namaku dengan abu
Sebab kenangan hanyalah catatan alam yang berdebu
Meski hidup cuma bayangan semu
Tataplah hari-hari dengan senyummu
Tulislah namaku dengan abu
Untuk sekedar memberi kemungkinan sang waktu
melakukan tawar menawar dengan Tuhan
karena perjalanan, betapapun berat, harus diteruskan
Tulislah namaku dengan abu
Berdoalah agar dari kematianku
datang kelahiran baru
Agar aku tak kehilangan kepercayaan]
kepada kesejatian
Tulislah namaku dengan abu
Karena rasa tak berdaya tak boleh mati begitu saja
kesabaran menjadi samudra
daya hidup menjadi cakrawala
Tulislah namaku dengan abu
sebab kita tak pernah berencana bertemu
Tulisah namaku dengan abu
Biarlah angin membawa pergi kemana ia mau
Abdul Mukhid