Tidak Ada Puisi Lagi
Bunga untukmu, Luna
Maaf, tidak ada puisi hari ini
Tintaku sudah habis
Deritaku tambah parau
Hanya bunga ini
Semerah darahku
Mengalir di bibirmu, agar kau
bisa merasakan anyir rinduku
Ingin sekali menemani di sampingmu
Tapi petimu terlalu sempit buat kita
berdua
Dan aku masih terperangkap dalam
jasad celaka ini!
Asal kau hadir saja
Biar kumakan habis tanah pekuburan
Tanah laknat yang mengotori kulitmu,
menjambak rambutmu, menzinai auratmu
Aku tidak rela
Lelakimu tidak rela
Sudah, sampai di sini
Deritaku tambah parau
Air mataku bukan tinta
Kugores dengan jari : 'namamu' & 'namaku'
Kucium batu nisan, semoga sampai ke
keningmu
Tidurlah, Luna, kekasihku tercinta
Mimpikan aku mati
Andriyastian