Minuman Sari Rumput Laut Alginat
Salah satu jenis rumput laut coklat
(Phaeophyceae) yang sangat potensial sesbagai penghasil alginat adalah
Sargassum sp. Rumput laut coklat ini hidup melekat pada daun karang dan dapat
terlepas dari substratnya apabila ombak besar dan hanyut kepermukaan laut atau
terdampar dipermukaan pasir pantai. Rumput laut
coklat, warnanya bermacam-macam mulai dari coklat muda sampai coklat tua.
Alat perekatnya terdiri dari cakram pipih, kemudian dari cakram pipih tersebut
muncul tangkai tegak yang pendek silindri, muncul poros-poros silindrik
panjang, masing-masing poros ini dapat mencapai 1 meter
panjangnya. Bentuk-bentuk seperti daun, kantung udara, dan cabang-cabang
perkembangbiakan terdapat pada poros yang silindrik yang berdiameter 3 mm.
Rumput laut yang termasuk marga Sargassum
kelihatan tidak banyak bedanya dalam warna daun, bentuk cabang dan
ukurannya.
Komposisi kimia rumput laut coklat sangat
bervariasi, tergantung pada jenis (spesies), masa perkembangannya dan kondisi
tempat tumbuhnya. Kandungan kimia dari rumput laut
coklat merupakan hasil darai fotosintesa. Rumput laut
coklat berbed dari jenis rumput laut lainnya dalam hal kandungan pigmen dan
kimianya. Setiap jenis rumput laut mengandung pigmen
khlorofil-a dan beta-karoten, serta pigmen khasnya. Rumput laut coklat
memiliki pigmen violasantin, fukosantin, flavosantin, neosantin A dan B. Fukosantin merupakan pigmen yang menutupi pigmen
lainya dan memberikan warna coklat. Rumput laut coklat
menghasilkan alginat, laminarin, fukoidin, selulosa dan manitol. Kelompok laut coklat yang menghasilkan alginat disebut alginofit.
Dalam pembuatan minuman atau sari buah,
alginat sudah banyak digunakan sebagai bahan penstabil alginat ini disamping
bahan penstabil lainnya. Pemakaian penstabil dapat
digunakan secara tunggal atau dicampur dengan penstabil lainnya, misalnya CMC
(Carboxy Methyl Cellulose). Batas pemakaian asam alginat dalam produk bahan makanan dan minuman
berkisar antara 5 – 10 gram dalam satu kilogram bahan.
Pesisir sudah sejak lama memanfaatkan
beberapa jenis rumput laut coklat untuk pengobatan maupun makanan (sayuran,
lalapan, dll). Pemanfaatan dalam bahan makanan sangat
baik sekali bagi kesehatan karena rumput laut coklat mengandung besi, yodium
dan mineral-mineral lainnya. Selain itu rumput laut Sargassum untuk anto bakteri, anti tumor, anti
tekanan darah tinggi, mengatasi gangguan kelenjar, penyakit goiter (gondok)
dan Stylophora digunakan untuk mengatasi
penyakit jantung. Salah satu dari rumput laut coklat jenis
Sargassum yang potensial untuk bahan
makanan dan obat-obatan adalah Sargassum polycystum karena mengandung iodium, protein, vitamin C dan mineral seperti
Ca, K, Mg, Na, Fe, Cu, Zn, S, P, dan Mn, merupakan obat gondok dan kelenjar
lainnya, anti bakteri, anti tumor, sumber alginat, tannin, fenol dan auxin,
serta zat yang merangsang pertumbuhan dan zat yang dapat mengontrol polusi
logam berat.
Dalam bidang peternakan, rumput laut
coklat dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Misalnya di Finlandia dan
Norwegia menggunakan rumput laut coklat Laminaria sp., Alaria sp., Fucus sp.;
New Zealand menggunakan Sargassum sp dan
Aschophyllum; dan Cina menggunakan Sargassum sp. Pemanfaatan rumput laut coklat
pada makanan ternak dilaporkan dapat membuat tekstur daging lebih baik
disbanding yang tidak menggunakan rumput laut coklat.
Dalam bidang pertanian, rumput laut coklat
dalam bnetuk ekstrak cair digunakan sebagai pupuk tanaman. Ekstrak cair dari rumput laut coklat adalah suatu bentuk
pemanfaatan rumput laut coklat yang mempunyai nilai ekonomid karena dapat
digunakan sebagai pupuk dalam bidang pertanian dan holtikultura. Di Inggris telah diproduksi dari tepung laut jenis Aschophyllum
nodosum kering (Merk Maxicorp) dan dari rumput laut Fucus serratus dan
Laminaria (Merek SM3). Di Afrika Selatan diproduksi
dari rumput laut jenis Ecklonia maxima (Merk Kelpak 66).
Disamping itu, alginat yang diekstrak dari rumout laut
coklat pemakaiannya dalam industri sangat luas, diantaranya dalam industri:
makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, kertas, deterjen, cat, tekstil,
keramik, vernis, fotografi, kulit buatan, insektisida, pestisida, pelindung
kayu, pencegah api, dll. Dalam industri, Na-alginat
digunakan sebagai :
pembentuk gel (geling agent), pengemulsi dan penstabil emulsi (emulsifying and
stabilizing agent), pensuspensi (suspending agent), pengikat (binding agent),
Penghalus (finishing agent), penegras kain (stiffening agent), pembentuk
struktur (sizing agent), penjernih (clarifying agent), dsb.
A. HASIL UJI
FARMAKOLOGI NATRIUM ALGINAT
Na-alginat merupakan senyawa serat yang
mudah larut dalam air, membentuk suatu larutan kental dan tidak bisa dicerna
oleh cairan yang disekresi dalam saluran cerna. Saat
larut dalam air, serat natrium alginat membentuk kisi-kisi seperti jala yang
mampu mengikat kuat banyaj molekul air dan menahan zat terlarut air dengan
baik. Serat yang larut dalam air dapat menurunkan kadar kolesterol
secara efektif karena
serat akan mengikat asam empedu yang berguna untuk mengemulsikan
lemak dan kolesterol yang terdapat dalam sistem saluran cerna, lalu membawanya
keluar tubuh bersama dengan tinja sehingga kadar asam empedu dalam tubuh jadi
berkurang. Selanjutnya hati sebagai
organ yang memproduksi asam empedu harus mengganti asam empedu yang
hilang akibat diikat oleh serat. Untuk membentuk asam empedu,
hati memerlukan kolesterol. Kolesterol dalam darah akan
disirkulasikan ke hati, lalu didalam hati kolesterol diurai menjadi asam
empedu. Berkat jasa serat, kolesterol dalam darah dapat
direduksi. Suatu percobaan tentang pengaruh konsumsi Na-alginat terhadap
kadar kolesterol total dalam darah tikus putih jantan
telah dilakukan. Hasilnya ternyata penyerapan lemak dan
kolesterol eksogen oleh tubuh dapat dicegah atau sangat minimal. Kadar kolesterol dalam darah menurun tajam sejak tikus mengalami
kondisi hiperkolesterolemia dan mencapai kondisi normal setelah mengkonsumsi
Na-alginat selama 4 minggu. Keadaan tersebut terjadi baik oleh
penggunaan Na-alginat 450 cps, 300 cps maupun 150 cps, dan yang paling
efektifboleh penggunaan Na-alginat dengan viskositas 450 cps.
Disamping itu, makanan
berserat mempunyai dampak pada alat pencernaan dan terhadap penyerapan
unsur-unsur nutrisi dan khususnya pada kondisi kadar glukosa yang berlebihan
akan dapat menghambat proses penyerapan glukosa pada dinding usus halus, karena
didalam saluran cerna natrium alginat akan membentuk gel dan menahan difusi
glukosa dari saluran cerna ke dalam pembuluh darah, sehingga dapat menahan laju
atau lonjakan peningkatan glukosa dalam darah. Makanan berserat tersebut
akan dapat membantu memperbaiki kondisi defisiensi
insulin dan dianggap sebagai unsur perbaikan. Dari hasil penelitian diperoleh
data bahwa kadar glukosa darah tikus yang mengkonsumsi
alginat (269-300 mg/dl) lebih rendah dari pada tikus kontrol yang tidak
mengkonsumsi alginat (380 mg/dl). Hasil penelitian lain menyatakan bahwa pada
pemberian glukosa tinggi, kadar glukosa darah tikus
yang mengkonsumsi alginat (124 mg/dl) ternyata lebih rendah dari tikus kontrol
yang tidak mengkonsumsi alginat (149 mg/dl). Pemberian
natrium alginat dengan dosis yang lebih banya (1 g/kg BB) menunjukkan penurunan
glukosa darah lebih besar dibandingkan dengan pemberian natrium alginat dengan
dosis yang lebih rendah. Pemberian injeksi insulin memberikan efek
menurunkan kadar glukosa lebih besar dibandingkan
dengan mengkonsumsi natrium alginat tetapi setelah masa kerja insulin habis
kadar glukosa darah melonjak kembali, sedangkan setelah mengkonsumsi alginat
kadar glukosa dalam darah dapat menurun secara terkendali menuju ke kondisi
normal. Disamping itu, data histopatologi menunjukkkan indikasi bahwa mengkonsumsi
alginat yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa
darah dan mengendalikannya dalam kondisi normal, terjadi proses pemulihan sel
beta pangkreas tikus yang telah mengalami kerusakan akibat bahan kimia
aloksan.
B. PEMBUATAN MINUMAN
KESEHATAN
Pembuatan minuman ini awalnya sebagai hasil penelitian yang
dilakukan dalam rangka penelitian produksi alginat semi komersial dan
pemanfaatannya dalam industri pangan dan non pangan pada Pusat Riset Pengolahan
Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (PRPPSE), Badan Riset
Kelauatan dan Perikana, departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Kemudian
mengalamai perbaikan prosedur pembuatannya dan akhirnya menjadi suatu minuman
yang dinamakan minuman kesehatan sari rumput laut Sargassum sp yang diber nama “ALGINAT”. Minuman kesehatan ini
bukan obat, tetapi sebagai supplement. Dosis alginat
yang digunakan sangat rendah sekali sehingga diperhitungkan sangat aman bagi
tubuh manusia dan tidak ada efek samping yang diakibatkannya. Selain itu minuman ini tidak menggunakan bahan pengawet dan zat
warna sintetik, sungguhsungguh bahan alami. Menurut
keterangan beerapa teman yang telah mencoba minuman ini mengatakan bahwa
minuman ini memberikan pengaruh positif terhadap badan meraka. Diantara
mereka mengatakan bahwa setelah minum “ALGINAT” selama satu bulan, merasakan
badan lebih enak, kadar gula darah menurun, kadar kolesterol menurun, luka
dibagian kaki yang semula sulit sembuh menjadi sembuh, tangan yang kesemutan
atau tremor menjadi sembuh, dll. Berdasarkan keterangan diatas, kiranya minuman
“ALGINAT” ini tidak salah bila dikatakan sebagai minuman kesehatan, yang
diharapkan dapat membantu mereka yang membutuhkan dalam mengatasi beberapa
jenis penyakit, khususnya manusia lanjut usia.
1. BAHAN-BAHAN
a. Na-alginat : Hasil ekstraksi dari rumput laut coklat jenis Sargassum sp.
b. Fruktosa : Sebagai pemberi rasa manis.
c. Aroma : Vanilla atau Cocopandan untuk memberi rasa dan aroma
minuman yang disukai oleh konsumen.
d. Air : Digunakan sebagai medium.
Menurut pengamatan, minuman kesehatan ini apabila disimpan
pada suhu kamar (dalam ruangan), tahan setengah bulan dan bila disimpan dalam suhu dingin (kulkas)
akan tahan beberapa bulan. Namun demikian, dianjurkan untuk
menyimpan minuman kesehatan ini dalam kulkas, selain agar awet juga rasa dan
aromanya tetap enak, nyaman, dingin, rasa haus terobati dan zat supplement yang
dibutuhkan oleh tubuh terjaga baik tidak rusak.
2. PROSES PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN
Na-alginat yang telah Dilarutkan dalam air
Perebusan air pertama sampai mendidih Penambahan fruktosa Penambahan aroma Perebusan larutan kedua sampai mendidih Pengemasan dalam gelas plastik(dalam keadaan panas, suhu 80oC) Penutupan gelas plastik dan
labeling MINUMAN KESEHATAN
ALGINAT
Untuk Lebih Lengkapnya Hubungi :
Badan Riset Kelautan dan Perikanan
( Sekretariat )
Jl.MT Haryono Kavling 52 – 53
Telp. 021 79180303 pes.
4003, 4030
Fax. 021 79180458, 021 79180459