Cina Ganti Slogan KB "Banyak Anak Banyak Kuburan"
Cina mengubah Slogan keluarga berencana (KB) dari ancaman ke bujukan untuk mempromosikan kebijakan satu anak, sebagai upaya untuk membendung laju pertemubuhan penduduknya. Sebagian poster tak lagi memuat kata keras sehingga tidak terdengar begitu mengancam. Sebagian poster di kawasan pedesaan akan dilarang, seperti yang berbunyi "Lebih banyak anak, lebih banyak kuburan".
Pihak berwenang Cina yakin bahasa keras sebagian slogan yang ada mengancam citra kebijakan satu anak, yang telah diterapkan sejak tahun 1979 untuk membatasi laju pertumbuhan penduduk. Komisi Kependudukan Nasional dan Keluarga Berencana menyebutnya sebagai upaya untuk menggalang pemahaman lebih besar terhadap kebijakan pengendalian kependudukan negara.
Sebelumnya slogan kasar di jadikan contoh dari spanduk-spanduk di pedesaan atau internet seperti " Kurangi bayi, perbanyak babi", 'Rumah dirobohkan, sapi disita, kalau tuntutan aborsi ditolak", dan "Satu bayi lagi berarti satu kuburan lagi". Diantara slogan baru yang direkomendasikan " Ibu Pertiwi terlalu penat untuk menanggung lebih banyak anak", dan "Anak perempuan dan laki-laki sama buah hati orang tua".
Kebijakan keluarga berencana Cina yang sudah berjalan 28 tahun membatasi jumlah anak yang bisa dimiliki pasangan diperkotaan hanya satu saja dan mengizinkan keluarga di pedesaan memiliki anak kedua jika anak pertama mereka perempuan. Para pengkritik mengatakan, ketentuan tersebut menyebabkan aborsi paksa, sterilisasi, dan rasio seks yang sangat timpang akibat kecenderungan tradisional untuk mengutamakan anak laki-laki dan ini mendorong sebagian keluarga menggugurkan janin perempuan dengan harapan memperoleh bayi laki-laki.
Cina memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia dengan 1,3 milyar jiwa pada tahun 2005, dengan kebijakan satu anak membantu mambatasi laju pertumbuhan penduduk. (Sumber: Rakya Merdeka 7-8-2007)