Sedikit Tanggapan Untuk Robert P. Walean

æó áÇó ÊõÌóÇÏöáõæúÇ Ã óåúáó ÇáúßöÊóÇÈö ÅöáÇøó ÈöÇáøóÊöí åöíó à óÍúÓóäõ ÅöáÇøó ÇáøóÐöíäó ÙóáóãõæúÇ ãöäúåõãú æóÞõæúáõæúÇ ÁóÇãóÜäøóÇ ÈöÇáøóÐöí à õäúÒöáó ÅöáóíúÜäóÇ æóà õäúÒöáó Åöáóíúßõãú æóÅöáóåõÜäóÇ æóÅöáóåõßõãú æóÇÍöÏñ æó äóÍúäõ áóåõ ãõÓúáöãõæäó (٤٦)

"Dan janganlah kamu berdialog dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri"

(al-'Ankabut/29:46)

Robert P. Walean (seorang Kristen) dalam bukunya, Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Quran, halaman 18, menulis:

.......

Sesungguhnya hanya si Nama Allah yang Rahmaanir Rahiim, yaitu Isa Putera Maryam yang rela menebus/rela mati/yang telah memikul beban akibat dosa yang kita seharusnya tanggung. Isa Putera Maryam adalah Allah Kalimatuhu Rohulloh yang menjelma menjadi manusia. Apakah ada tulisan/ayat di Al-Quran yang menyatakan Allah menjadi manusia? Ada! Itu terdapat dalam surat Al-Quran yang terakhir An Naas (114).

An Naas (114):1 "Qul a'uudzu bi Robbinnaas" yang artinya "Katakanlah: "Saya berlindung kepada Tuhan manusia". Robbin=Tuhan, Naas=manusia. Jadi Robbinnaas=Tuhan manusia. 

.......

(cetak tebal adalah dari redaktur)

 

Tanggapan saya (redaktur www.dialog-antar-agama.tk):


Robbinnaas memang berarti Tuhan manusia, namun yang dimaksud Tuhan manusia adalah "Tuhannya manusia", bukan "Allah menjadi manusia", bukan "Tuhan dalam wujud manusia", bukan pula "Tuhan yang berwujud manusia". Jika Robbinnaas tersebut bermaksud "Tuhan yang menjadi manusia", maka konsekwensinya kata-kata Robbil falaq akan berarti "Tuhan yang berwujud waktu subuh", Robbis sama' wal ardh akan berarti "Tuhan yang berwujud langit dan bumi".

Adapun karena Robbinnaas maksudnya adalah Tuhannya manusia, maka Robbil falaq akan berarti Tuhan(nya) waktu subuh, Robbis sama' wal ardh akan berarti Tuhan(nya) langit dan bumi. Itu argumen yang pertama.

 

Kemudian argumen yang kedua, kata naas adalah jamak dari insan, artinya manusia. Jadi Robbinnaas=Tuhan manusia-manusia, Tuhan para manusia, Tuhan seluruh manusia.

Jika dipaksakan makna kata-kata tersebut sebagai "Allah menjadi", maka Robert dalam bukunya seharusnya menulis pertanyaan di atas sebagai berikut:

 

Apakah ada tulisan/ayat di Al-Quran yang menyatakan Allah menjadi manusia-manusia?

atau

Apakah ada tulisan/ayat di Al-Quran yang menyatakan Allah menjadi para manusia?

atau

Apakah ada tulisan/ayat di Al-Quran yang menyatakan Allah menjadi seluruh manusia?

 

Dalam hal ini tentu saja pertanyaan tersebut wagu.

Yang benar adalah Robbinnaas = Tuhan manusia, dalam artian Tuhannya manusia (bahasa Inggrisnya = The Lord of mankind), bukan berarti Allah menjadi manusia.

Jadi, apakah ada tulisan/ayat di Al-Qur'an yang menyatakan Allah menjadi manusia? Jawabnya adalah tidak ada.

Kesimpulannya, Robert P. Walean keliru dalam memahami Al-Qur'an yang berbahasa Arab. Kepadanya dianjurkan untuk mendalami lagi bahasa Arab sebelum membahas Al-Qur'an. 

 

Saran kepada Robert P. Walean dan Redaktur Umatullah


| indeks topik | kajian teologis | pustaka deedat | pustaka dialog antar-agama |

 

Copyright © 2002 www.dialog-antar-agama.tk

Editing terakhir: Jumat, 14 Maret 2003 15:06

Hosted by www.Geocities.ws

m">pustaka dialog antar-agama |

 

Copyright © 2002 www.dialog-antar-agama.tk

Editing terakhir: Jumat, 14 Maret 2003 15:06

Hosted by www.Geocities.ws

1