Dialog Masalah Ketuhanan Yesus

Kehidupan beragama adalah hak bagi setiap manusia yang merupakan wujud dari kesadaran dirinya sebagai hamba Sang Pencipta. Tidak seorangpun boleh memaksa orang lain untuk memeluk atau keluar dari suatu agama. Sungguh amat naif jika seseorang melakukan suatu peribadatan tanpa keyakinan, disebabkan keterpaksaan psikologis, moral, maupun material.

Di dunia ini tercatat berbagai kepercayaan dan agama yang masing-masing mengklaim dirinya sebagai agama yang benar, sedangkan lainnya adalah sesat. Diantaranya adalah agama Kristen yang memiliki pemeluk terbesar di dunia. Dengan figur Yesus sebagai Tuhan dan Penebus dosa, Kristen setiap saat menyapa manusia untuk menerima doktrin dan ajarannya. Tetapi, setiap ia berbenturan dengan keyakinan lain, terutama dengan Islam, Alkitab atau Bible sebagai kitab suci agama Kristen selalu dipertanyakan: "Apakah ia benar-benar berasal dari Tuhan?". Begitu juga dengan Yesus: "Dia manusia ataukah Tuhan?".

Di saat seorang Kristen bertemu dengan seorang muslim bernama KH. Bahaudin Mudhary, ia ditanya keabsahan doktrin ketuhanannya sekaligus Alkitabnya. Hanya dengan berdasarkan ayat-ayat kitab suci Kristen sendiri, Bahaudin Mudhary mengungkap kerancuan dogma ketuhanan Yesus sebagaimana yang disampaikan dalam dialog dengan seorang Missionaris Kristen bernama Antonius Widuri.

Buku yang sudah dicetak berulangkali dan juga diterbitkan di Inggris oleh Cambridge University Press ini adalah hasil dialog tersebut, yang sudah menjadi kitab rujukan dalam kajian ilmiah. 

Judul Buku:

Dialog Masalah Ketuhanan Yesus

 

Penulis:

KH. Bahaudin Mudhary

 

 Cetakan:

Ketujuh, Mei 2001

 

Dimensi:

Lebar x panjang: 15,4 cm x 23,9 cm

Tebal: 0,7 cm (xi + 143 halaman)

 

Harga:

� Rp. 10.000,00

 

Penerbit:

Pustaka Da'i


| indeks topik | kajian teologis | pustaka deedat | pustaka dialog antar-agama |

 

Copyright � 2002 on their respective owners. All rights reserved.

Editing terakhir: Rabu, 05 Maret 2003 09:33

Hosted by www.Geocities.ws

1