SHORT STORY

 

 

 

Nenek My inspirator

Namaku Alexander,aku siswa kelas 4 sekolah dasar. Aku anak orang kaya,ayah dan ibu adalah pengusaha ternama di Bandung. Tapi sayang walaupun aku anaknya orang kaya aku selalu ditinggal kerja oleh mereka .

Aku paling kesal kalau hari libur sekolah tiba,soalnya setiap musim liburan ibu dan ayah masih saja sibuk dengan pekerjaan mereka. Padahal seharusnya liburan itu seperti teman-temanku. Bisa berkumpul dengan keluarga,bersuka ria pergi keluar kota untuk berekreasi melepas penat bahkan ada yang sampai pergi keluar negeri. Sedangkan aku malah dititip dirumah nenek didesa, yang tidak ada tempat menarik kecuali hutan lebat yang nampak menyeramkan apa bila malam tiba.

Nenek sudah tua,renta,omong pula. Mana bisa nenek menjadi sahabatku menemaniku bermain saja tidak bisa. Aku ingin keliling dunia untuk mencari banyak sahabat. “Alex,mama dan papa masih banyak urusan dikantor kamu baik-baik ya disini. Turuti apa kata nenek”.itulah kata-kata orang tua ku yang selalu kudengar setiap tahunnya. Sampai-sampai aku sendiri hafal kata-kata itu.

Setiap tahun tidak ada yang berubah dari mereka. Aku sangat ingin bertemu dan melepas lelah bersama-sama mereka walau itu cuma sehari sekalipun.

       

“Alex ayo masuk,kenapa melamun dipinggir pintu”, suara halus nenek menyadarkanku.

“Iya nek, Alex masuk” jawabku sambil melempar senyuman kepada nenek.

Nenek pun masuk kedapur, “Ini pisang kesukaan kamu cu”, ucap nenek sambil menyodorkan pisang itu diatas meja tamu.

“Terima kasih nek,nek kok nenek tidak pernah kesepian tinggal disini? Padahal kan disini hutan,jauh dari keramaian kota lagi” tanyaku pada nenek penuh expresi.

“nenek tidak pernah kesepian disini,dan nenek sayang pada desa kelahiran nenek ini”jawab nenek singkat.

“Loh? Apa nenek tidak butuh sahabat? Nenek betah tinggal sendiri disini? Kenapa nenek tidak ikut saja kerumah Alex dikota,disana banyak nenek-nenek teman-temannya Alex jadi nenek bisa punya sahabat atau sekedar teman ngobrol gitu ...”pertanyaan panjang lebarku pada nenek.

“Oh ya? Kamu sangat baik cucuku,tapi nenek sudah betah tinggal disini. Siapa bilang nenek tidak punya sahabat,nenek punya sahabat kok disini.sudah kamu jangan khawatir” ucap nenek penuh percaya diri.

“Siapa sahabat nenek ??” tanyaku keheranan.

“Hutan dan seisinya” jawab nenek singkat,padat,dan jelas.

“Hah hutan? Nenek bukan pelawak kan? Masa hutan jadi sahabat, nenek ada-ada saja”. Aku pun tertawa.

“Kenapa tertawa nenek serius cu,sahabat itu tidak harus dicari keluar negeri. Dan jadikan hutan kita menjadi sahabat bukan berarti kita ajak hutan itu berbicara ataupun bermain bola yang seperti kamu bilang. Maksud nenek sayangi dan lindungi hutan seperti kamu menyayangi dan melindungi sahabat kamu” jelas nenek penuh nasehat kepadaku.

“Tapi kenapa nenek tahu apa akibatnya kalau kita tidak melindungi hutan kita?” tanyaku lagi pada nenek penuh perhatian.

“Ya tentu saja,banyak akibat buruknya cu,contohnya saja kalau pohon-pohon keren yang ada dihutan dipotong semua,bumi kita akan jadi panas dan bisa-bisa mendapat musibah kemarau atau banjir ketika musim hujan”ujar nenek.

        Ternyata nenek adalah wanita yang keren walaupun dia tinggal didesa pemikirannya seperti berlian. Aku pikir orang didesa itu pemikirannya selalu primitif, tetapi sekarang nenekku berhasil mengubah paradigmaku. Nenek perempuan canggih.

        Malamnya aku tidur dikamar bersama nenek karena nenek memiliki dua tempat tidur dikamarnya. Aku pun melihat-lihat isi kamar nenek dan aku pun tertarik untuk melihat isi didalam sebuah map yang berdebu tebal dan sepertinya sudah lama tidak diurus. Betapa terkejutnya aku ada tulisan “Endang Diargama sebagai mantan menteri Kehutanan indonesia”

Seketika aku memutar balik pikiranku, “Nenekku mantan menteri??”

        Aku sekarang sadar, jangan pernah meremehkan orang dengan menilai tampilan luarnya. Buktinya nenek walaupun ia seorang mantan menteri beliau tetap ramah pada siapa saja dan sama sekali tidak pernah malu tinggal didesa, malah ia sangat bangga dengan desa beserta hutan asri itu.

        Nenek ajari aku segalanya J,nenek adalah inspirasiku.

 

Pengarang : Diah Zhagarany :)