Hijab bukanlah suatu pilihan yang sulit untuk dilaksanakan,tapi hijab hanya butuh keseriusan dalam menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Miris jika kita bandingkan dengan masyarakat Palestina,walaupun mereka dalam keadaan perang dingin masih sempat menutup aurat mereka dan menjaga wudhu mereka.

Tapi berhijab saja tidak cukup,jikalau hijab kita saja tidak sesuai dengan syariat Islam,bisa kelihatan karena jilbab yang terlalu tipis atau terlalu banyak gaya sehingga terkesan glamour atau berfoya-foya. Dan satu lagi percuma jika rambut kita tertutupi tapi lengan sampai siku tanganya masih kelihatan,atau malah yang lebih parahnya lagi memakai pakaian dan celana jeans ketat yang membentuk lekuk tubuh,Astagfirullah itu sama saja kita mengejek Islam teman-teman.

     Bukan bermaksud mengajari atau menggurui,karena saya sendiri terkadang masih lalai atau khilaf. Namun sebagai umat nabi Muhammad.SAW yang Insyaallah dalam naungan kasih sayang Allah SWT sudah sepatutnya saling mengingatkan. Ingat Islam itu mempunyai cara simple untuk mendapatkan suatu keindahan tapi terkadang kitanya saja terlalu berpikir kompleks.

Ayo tunggu apalagi segeralah berhijab,jangan ditunda lagi. Kalau terus-menerus ditunda,kapan bisa dilaksanain. Apakah ada orang yang bisa menjamin jika esok atau lusa kau masih bisa bernafas lega seperti sekarang. “Tidak menutup aurat adalah salah kriteria perempuan yang layak menghuni neraka”.

Selain itu secara ilmiah juga terbukti dengan berhijab kita menjaga kesehatan kulit kepala,dan kulit tubuh kita.

Namun satu hal yang harus digaris bawahi,berhijab itu niatnya cuma karena kepatuhan kita kepada Allah.SWT seorang bukan ingin terlihat alim. Setelah berhijab,jangan lupa hijabin juga hatinya. Semoga kita bisa menjadi perempuan shalihah. Amin .....