(PUTRI TELUNJUK SAKTI )
Dahulu kala terdapat sebuah desa dipinggiran anak sungai Musi. Namun desa ini belum memiliki nama. Didesa itu hidup seorang gadis yang cantik jelita. Gadis yang memiliki rambut panjang hingga ujung kakinya selalu membiarkan rambutnya terurai hingga menyapu tanah. Dia yang beralis tebal , bermata indah , dan berbibir mungil merah merekah sudah terkenal dimana mana. Akan tetapi bukan hanya kecantikanya yang terkenal ternyata ia juga memiliki kesaktian pada jari telunjuknya . Apabila ia mengarahkan jari telunjuknya kelangit sambil mengungkapkan sumpah dari mulutnya , maka saat itulah sumpahnya yang akan terjadi . oleh karena itu ia di panggil “Putri Telunjuk Sakti”.
Mentari mulai menampakkan sinarnya, kicauan burung memecah embun pagi yang sejuk. Seperti biasanya, putri telunjuk sakti pergi ke tepi sungai untuk menjemur padi-padi miliknya. Karena daerah itu subur, banyak para saudagar dan pedagang yang datang silih berganti.
Sebuah kapal besar yang berpenumpang pedagang singgah ketepian. Tiba-tiba dari beberapa pedagang itu mendekat kearah putri telunjuk sakti.
“maaf Kisanak, ada yang bisa saya bantu?” sapa sang putri.
“saya datang dari Palembang dan membawa kain songket asli palembang. Mungkin nona berkenan untuk membeli kain songket indah itu.”
Akhirnya Putri pun berteriak untuk membeli kain itu. Setelagh terjadi tawar-menawar sejenak, jadilah kain songket itu milik sang putri.
Suatu sore ketika sang putri hendak pergi ke sugai, ada sebuah kepal kecil singgah ketepian. Betapa terkejutnya Putri Telunjuk Sakti ketika dua pemuda melompat dari kapal itu lalu hendk menangkapnya. Tentu saja sang putri tidak tinggal diam.
“Mau apa kalian?” Teriak Putri
“Hhaha, ternayata ini Putri Telunjuk sakti yang terkenal cantik dan sakti itu”. Ujar salah satu pemuda.
“iya, apa mau kalian?”
“Kami?? Hahaha datang dari negeri seberang untuk melihat dan menikmati kecantikan tubuhmu Putri cantik.” Jawab pemuda lainnya.
“Biadab kalian!! Tidak ada sopan santun. Pergi kalian dari sini atau kalian akan menyesal!” ancam Putri.
“hahaha, kami tidak akan pergi putri cantik! Kau kira kami takut dengan ancaman anak kecil seperti mu? Ayo lah, ikut bersama kami, kita bersenang-senang, hahaha..”
Habislah kesabaran sang Putri. Seketika itu, diangkat lah jari telunjuk nya ke langit. Kedua pemuda itu dengan cepat melompat ke keatas kapal dan mengambil sebatang bambu dari atas kapal itu. Dengan raut wajah penuh amarah, ia berkata “Tuhan, kau tahu kedua pemuda ini memiliki perilaku yang buruk. Mereka hanya bisa merusak bumi. Aku ingin mereka hancur tewas dengan seluruh wajah yang hangus terbakar! Matilah kalian biadab!!”
Seketika langit menjadi mendung. Kedua pemuda itu telah tewas mengenaskan. Tak lama kemudian langit kembali normal seperti sediakala. Putri Telunjuk Sakti pun melompat turun dari kapal itu dan kembali ia bersumpah dengan mengacungkan jari telunjuknya dan tangan kirinya sambil menancapkan bambu, “Dengan ini kutancapkan bambu ini sebagai simbol bahwa kejahatan itu tidak akan pernah menang! Dan suatu saat nanti pinggiran sungai ini akan dipenuhi pohon-pohon bambu yang kelak akan berguna bagi kehidupan anak-cucu ku.”
Bertahun-tahun berlalu, pinggiran sungai itu pun dipenuhi banyak sekali pohon bambu. Dan pada akhirnya, desa itu di beri nama “Buluh Cawang” yang hingga sekarang tetap ada di kecamatan Kayuagung kabupaten OKI.
· Buluh berarti Bambu.
· Cawang berarti Pohon.
Sumber : Buku Sejarah OKI
Oleh Diah Zhagarany