Surah Yunus dan Surah Huud

Tabloid Khalifah Edisi 41


SURAH YUNUS

Dinamakan surah Yunus sebab surah ini menceritakan tentang kisah Nabi Yunus dan kaumnya. Sebagaimana Allah SWT ceritakan lewat surah ini, kaum Nabi Yunus hampir terkena adzab dariNya, namun tidak jadi karena mereka buru-buru bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Surah ini tergolong Makiyah, turun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah. Kecuali ayat 40, 94, 95 dan 96 termasuk Madaniyyah. Dalam penggolongan surah, Yunus kategori surah Al Miuun, yaitu surah-surah Al Quran yang ayatnya berjumlah seratusan.

Tepatnya, Yunus berayatkan 109. Dalam mushaf usmani, surah ini menempati urutan ke 10. Turun setelah surah Al Isra, surah ke-17. Surah Yunus diawali dengan huruf hijaiyyah, yaitu Ali Laam Raa dan diakhiri dengan ayat yang membahas perlunya mengikuti aturan Allah dan bersabar baik dalam ketaatan maupun musibah.

Dalam surah Al Anbiyaa (21) : 87, Nabi Yunus disebut sebagai Dzun Nuun. Artinya orang yang mempunyai ikan paus, sesuai dengan mukjizat yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Yaitu dapat bertahan hidup sekalipun telah ditelan oleh ikan paus.

Sekalipun cerita tentang Nabi Yunus as dalam surah yang lain lebih banyak, misalnya surah Al Anbiya, As Syua’ra atau As Saffat. Tetapi tetap surah yana ke10 lah yang dinamakan surah Yunus. Kenapa? Menurut pengamatan Khalifah, Sekalipun cerita tentang Nabi Yunus hanya sedikit, tetapi akhir cerita yang merupakan bagian terpenting dari sebuah rangkaian cerita terdapat pada surah ini. Yaitu QS. Yunus (10) : 98.

Dapat ditarik kesimpulan dari ayat ini, betapa keimanan yang murni dan teguh dapat menjadi penolak dari adzab Allah SWT. Akankah keimanan kita sederajat dengan keimanan kaum Yunus sehingga musibah demi musibah yang menimpa kita selama ini tidak terjadi?.

Topik Pembahasan

Secara global, surah Yunus membahas tentang Akidah, keimanan kepada Allah SWT, kitab-kitab dan Para RasulNya, serta Hari kebangkitan dan pembalasan.

Sababun Nuzul (sebab turun)

Mujahid berkata : "QS. Yunus (10) : 15. "Dan tatkala dibacakan kepada mereka ayat-ayat kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami berkata", turun kepada kaum musyrikin Makah. Muqatil menambahkan, yang dimaksud orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami, mereka adalah lima orang. Yaitu Abdullah bin Ubay bin Abi Umayyah Al Makhzumy, Al Walid bin Al Mughirah, Makriz bin Hafs, Amr bin Abdullah bin Abi Qais Al 'Amiry dan Al As bin `Amir.

Mereka berkata kepada Nabi SAW, : " Tunjukkanlah kepada kami bacaan (Al Quran) yang tidak menyuruh meninggalkan menyembah Lata, Uzza dan Manah (berhala sesembahan kaum Musyrikin).

Al Kalbi berpendapat, ayat ini turun kepada orang-orang yang menghina Al Quran. Mereka berkata kepada Nabi SAW : " Wahai Muhammad, Tunjukkanlah kami Al Quran yang bisa menuruti dan mengabulkan apapun permintaan kami".

Keutamaan Surah

Dari Anas ra, ia berkata : " Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : " Sesungguhnya Allah SWT memberikan kepadaku surah-surah yang diawali Alif Lam Ra dan Tha Sin (salah satunya, surah Yunus) sederajat dengan kitab Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa as".

Hubungan Dengan Karakter Manusia

Dalam kajian struktur Al Quran, Yuunus dimaknai sebagai simbol dari air. Mengingat mukjizat Nabi Yunus yang sangat erat kaitannya dengan air, yaitu Allah menyelamatkannya dari tenggelam dengan mengutus salah satu makhluknya yaitu ikan paus untuk menelannya.

Kalau kita kaitkan kisah tersebut dengan karakter orang yang mempunyai unsur angka 10, baik asli (misalnya Juz 11, Juz 10) maupun pampatan (2 hasil pampatan 11, 20, 29), besar kemungkinan ia adalah tipe orang yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia berada, ia pun bisa dengan mudah masuk dalam berbagai situasi dan kondisi sesuai dengan air yang akan selalu menyesuaikan bentuk dengan wadahnya.

Selain mempunyai sifat meresap dan melarutkan, air juga bisa menghanyutkan. Artinya menghadapinya jangan sembarangan. Di balik penampilan low profit tersimpan emosi yang besar kalau kita coba-coba mengusiknya.

Ada pepatah Arab yang berbunyi " Ittaqi Syarral Halimi " yang kurang lebih artinya adalah kita diingatkan untuk berlaku hati-hati dan waspada dengan orang yang kelihatannya kalem, low profil dan pendiam karena sekali ia marah akan sangat berbahaya.

Satu lagi, air yang paling dahsyat adalah air laut. Dibalik ketenangan air laut menyimpan misteri yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dengan kata lain, kita jarang bisa menebak kemauan atau keinginannya.

Surah Yunus merupakan surah penuh.Artinya tidak terbagi oleh dua juz. Yunus secara penuh berada pada juz 11. Yaitu dari ayat 1 sampai 109, jadi totalnya 109 ayat. Seperti dikatakan, Ia adalah sosok yang fleksibel dan mudah bergaul dengan siapa saja dan tidak banyak mengalami masalah dalam beradaptasi dengan lingkungan manapun terkait dengan unsur air (Yunus) yang sangat dominan pada dirinya sebab surah Yunus satu surah penuh pada juz tersebut.

Ia bisa mewarnai juga sebaliknya terwarnai, jika terwarnai maka sifat yang akan nampak adalah plin plan atau mudah terbawa arus orang lain.

Jumlah ayat surah Yunus adalah 109. Coba kita konversikan ke dalam urutan surah Al Quran, maka kita akan mendapatkan surah Al Kafirun (orang-orang yang ingkar, kafir). Hal ini semakin menguatkan uraian karakter sebelumnya dimana orang yang berjuz 11 memang tertutup dan pandai menyembunyikan (menutupi) perasaanya atau gejolak (masalah) yang menimpa dirinya sekalipun kepada orang yang terdekat.

Secara verbal makna kata al Kafir merupakan isim fa'il (subjek) dari kata kafara-yakfuru-kufran yang artinya menutup sesuatu, atau juga bisa berarti menanam sesuatu dan membenamkannya kedalam tanah. Jadi wajarlah jika Allah swt menyebut kata kafir untuk orang-orang yang menyembunyikan (mengingkari) kebenaran dan menampakkan kebatilan padahal mereka mengetahuinya.

Bagi orang tua yang memiliki anak berjuz 11, harus dicermati benar perkembangannya. Bila salah mendidik, ia bisa menjadi seseorang yang bisa mengingkari keberadaan Anda, bahkan yang menciptakan dia sekalipun.

SURAH HUUD

Surah ini dinamakan Hud sebagai "Takhliid" atau langkah mengabadikan perjuangan Nabi Hud as berdakwah kepada kaumnya yang bernama "Ad". Kaum Ad terkenal kuat-kuat dan berbadan kekar, sehingga mereka menyombongkan diri dengan berkata, " Siapakah yang lebih kuat dari pada kami?" (QS. Fushilat (41) : 15).

Akibat kesombongan mereka itulah Allah SWT menghancurkan mereka dengan mengirimkan angin topan yang dahsyat selama tujuh hari tujuh malam menumbangkan dan meluluhlantakkan mereka. (QS. Al Haqqah (69) : 7).

Hampir seluruh ayat surah Hud termasuk Makiyah, kecuali ayat 12, 17, dan 114. Berayatkan 123, Hud tergolong Al Miiuun, sama dengan surah sebelumnya Yunus. Surah ini menempati urutan ke 11 dalam mushaf usmani. Diawali dengan huruf hijaiyyah "Alif Lam Ra" dan diakhiri dengan penjelasan tentang hikmah dibalik kisahkisah para Nabi.

Topik Pembahasan

Layaknya surah-surah Makiyah yang lain, Surah Hud juga membahas tentang dasardasar akidah, risalah (tugas kenabian), hari kebangkitan dan pembalasan. Dalam surah ini, kisah para Nabi disajikan lumayan lengkap dari pada surah Yunus. Salah satu hikmahnya menghibur Nabi SAW tatkala kaum musyrikin mendustakan dakwahnya serta menyakitinya.

Terutama pada saat 'Aamul Huzni (tahun kesedian), dimana paman Abu Thalib dan istri beliau Khadijah wafat dalam waktu yang tidak berselang lama. Kejadian ini merupakan pukulan terberat dalam kehidupan Nabi SAW, ditinggal oleh orang-orang yang membela dan mendampinginya dalam suka maupun duka.

Selain Isra' dan Mi'raj, Allah SWT secara bertubi-tubi menurunkan wahyu yang mengisahkan perjalanan para nabi sebelumnya. Mereka juga mendapatkan sikap dan perlakuan yang tidak jauh beda dengan apa yang diterima Nabi SAW, supaya beliau tetap istiqamah, tidak kaget dan bersabar dengan cobaan yang terjadi.

Sebab Turun (sababun Nuzul)

1.QS. Hud (11): 5, "Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka...". Ayat ini turun mengenai seorang bernama Al Akhnas bin Syariq. Ia seorang penjilat, apa yang dikatakannya belum tentu sesuai apa yang ad dihatinya. Al Kalby mengatakan Ia (Al Akhnas) selalu mendekati Nabi SAW. Lalu Allah SWT mengingatkan beliau dengan menurunkan ayat tersebut.

2. Dari Abul Yasar bin Umar, ia berkata : " Suatu ketika, aku didatangi oleh seorang wanita yang suaminya diutus oleh Nabi SAW untuk sebuah urusan. Lalu Ia berkata kepadaku,: "Belilah kurmaku ini". Aku mengagumi (kecantikan) wanita tersebut. Aku berkata kepadanya :" Dirumahku ada kurma yang lebih bagus dari pada yang engkau jual, ikutlah denganku!". Kemudian aku raba dan cium dia. Karena aku merasa bersalah, aku temui Nabi SAW dan adukan permasalahan ini.

Beliau bersabda : " Engkau telah berkhianat kepada seorang yang berjuang dijalan Allah (suami dari wanita tersebut) dengan mendzalimi keluarganya." Aku merasa berdosa dan aku menyangka diriku termasuk penghuni Neraka dan Allah tidak mengampuni dosaku selamanya.

Lalu Allah SWT menurunkan ayat, " Dirikanlah sembahyang pada pagi dan siang dan permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan yang buruk, itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat". (QS. Hud (11) : 114.)

Keutamaan Surah

Dari Abu BAkar As Shidq ra, ia berkata : " Wahai engkau beruban". Beliau bersabda : " Surah Hud, Al Waqiah, Al Mursalat, Amma Yatasaalun (An Naba), dan ldzas Syamsu Kuwwirat (At Takwiir) telah membuatku semakin tua".

Dari Abu Ali As Sirry ra, ia berkata : " Aku bertanya kepada Nabi SAW, Apakah benar engkau bersabda surah Hud telah membuatku semakin tua (bijak)? Beliau menjawab : " Benar". Lalu aku bertanya lagi : " Adakah sesuatu pada surah Hud yang membuat engkau semakin tua, cerita para Nabi atau siksaan umat terdahulu? Beliau menjawab : " Tidak, tetapi firman Allah SWT, " Maka tetaplah engkau pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepada engkau..." (QS. Hud (11): 112).

Hubungan Dengan Karakter Manusia

Kalau kita hendak mengkaji surah Hud dalam kaitannya dengan karakter manusia, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui sejarah nabi Hud dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi selama hidupnya. Kaum nabi Hud bernama kaum 'Ad. Kaum 'Ad tinggal di jazirah Arab yaitu lembah antara kota madinah dan syam. Daerah tersebut memang terkenal subur. Mereka mengelola tanah dan membuat saluran irigasi sehingga bisa menghasilkan tanaman dan buah-buahan yang sangat mencukupi untuk di konsumsi oleh mereka sendiri.

Di daerah sekitar itu pula pada masa selanjutnya berdiri kota saba' yang namanya diabadikan oleh Allah SWT menjadi salah satu nama surah dalam Al Quran. Selain itu kaum 'Ad juga mempunyai pusat kota yang bernama 'Iram, mereka mendirikan bangunan yang megah dan berarsitektur indah yang belum pernah dibangun sebelumnya.

Dari kisah tersebut kemudian melalui pendekatan yang sifat-nya intuitif dan empiris diperoleh konklusi (kesimpulan) bahwa makna dibalik nama hud adalah tanah, berdasarkan latar belakang sosio cultural, geografis dan historis.

Lebih lanjut lagi, kita juga harus mengetahui karakteristik tanah agar lebih dalam dan akurat dalam melakukan pendekatan menganalisis karakter surah yang berhubungan dengan Hud. Orang yang membawa karakter surah Hud boleh dibilang spesial karena memang juz 11 mempunyai karakteristik berbeda dengan juz Al Quran yang lain.

Juz 11 di lihat dari urutan surahnya adalah jatuh pada surah Hud dan struktur surah yang berada pada juz 11 pun terdapat beberapa ayat dari surah Hud, sekalipun tidak banyak. Fenomena yang jarang terjadi pada juz lainnya, namun dibalik itu semua sebenarnya terkandung makna yang dalam khususnya yang berhubungan dengan karakter juz.

Salah satu karakteristik tanah adalah kita tidak akan bisa memanfaatkan dan mengetahui (rahasia yang tersembunyi di dalamnya) kalau kita tidak mencangkulnya (mengorek dan mengolahnya), hal ini menunjukkan bahwa ia adalah tipe orang yang sangat tertutup.

Selain itu tanah juga tidak pernah menolak (selalu menerima) apapun yang diletakkan diatasnya baik itu baik yang bersih, suci sampai najis dan kotor sekalipun, misalnya sampah, air kotor dan barang najis lainnya. Sebuah indikasi bahwa karakter orang yang mempunyai unsur Hud kurang selektif terhadap segala sesuatu.

Sulit baginya untuk membedakan mana hal yang baik dan tidak baik baginya sehingga ia perlu orang lain untuk menunjukkan dan membimbingnya. Mungkin juga ia adalah tipe orang yang pasrah dan mudah menyerah sekalipun belum mencoba terlebih dahulu.

Demikiaan pula dua orang anak yang di lahirkan kembar, tidak akan sama karakter (dalam hal ini, juznya) sekalipun wajah boleh sama persis padahal keduanya berasal dari sumber (bapak&ibu yang sama), tumbuh berkembang di dalam rahim bersama namun begitu keluar watak & perangainya berbeda, Subhanallah.

Surah Hud dalam Al Quran format 18 baris, berupa surah pecah. Artinya terbagi antara juz 11 dan juz 12. Pada juz 11, surah Hud (11) diawali dari ayat 1 sampai 5, jadi totalnya adalah 5 ayat. Sekalipun tidak dominan (dengan 5 ayat yang mengisinya) menguatkan sifat tertutupnya.

Angka lima dalam struktur surah mengingatkan kita pada surah Al Maidah (hidangan). Hal ini berarti orang yang berjuz 11 piawai dalam menyajikan sesuatu kepada orang lain. Hal yang awalnya mungkin tidak menarik atau remeh menurut pandangan kita, namun seorang juz 11 bisa membuatnya menjadi menarik dan berharga buat kita. Dengan kata lain ia adalah tergolong orang yang kreatif.

Sedangkan pada juz 12, surah Huud (11) dari ayat 6 sampai ayat 123 dan kalau dijumlahkan total 118 ayat. Hud disimbolkan dengan Tanah, sehingga karakter orang yang berjuz 12 sangat tertutup sebagaimana tanah yang kita tidak akan tahu apa yang terdapat di dalamnya kalau kita tidak menggalinya. Ia memang hanya bisa terbuka kepada orang tertentu saja yang dianggapnya dekat.

Ia juga kategori orang yang "nriman" kata orang jawa, dengan kata lain ia cenderung pasrah dan menerima keadaannya sehingga tidak jarang kelemahannya ini di manfaatkan oleh orang lain. Seorang juz 12 harus di didik dan dikondisikan agar kritis, aktif dan progesif sebagaimana tanah yang menerima unsur apapun yang diletakkan di atasnya baik air, barang, sampah, dan sebagainya.

Dari karakteristik tanah ini ia juga punya kecenderungan untuk tidak selektif terhadap segala sesuatu yang baik dan tidak baik untuk dirinya sendiri. Kalau pembaca mengamati uraian yang lalu (berdasarkan urutan surah) maka maknanya relevan dan saling mencounter antara satu dengan yang lain. Subhanallah.

Jumlah ayat surah Hud pada juz 12 adalah 118. Tidak ada surah ke-118, maka kurangkan angka tersebut dengan jumlah surah Al Quran, yaitu 114. Maka hasilnya adalah 4 (118-114). Angka 4 disubtitusikan menjadi urutan surah yaitu surah ke 4 (An Nisa). Surah An Nisa bagi seorang juz 12 mempunyai makna sensitifitas dan perasaannya yang labil. Ia mudah tersinggung dan terpancing oleh keadaan di sekelilingnya. Berhadapan dengannya harus dengan lemah lembut dan banyak memujinya, sebagaimana seorang wanita yang suka dipuji dan jangan sampai menyinggung perasaannya. Semoga bermanfaat...
 


BACK TO INDEX




 

Hosted by www.Geocities.ws

1