Karakter Dasar Manusia Juz 26
Khalifah
Edisi 30/Tahun II/2006
Juz 26 dilambangkan dengan huruf Wawu. Berdasarkan urutan
huruf hijaiyyah, wawu adalah huruf ke-26 . Pada struktur 'ain, 'ain ke-26 berarti potensi, modal, waktu.
Indikasi awal karakter orang yang berjuz 26 pandai mengatur
waktu dan uang (modal).
Dengan
kemampuan yang bersifat naluriah tersebut, ada baiknya ia
menekuni bidang akuntansi atau hal-hal yang menyangkut
pengelolaan keuangan.
Ketekunan dan ketelitian serta sifat prudent (kehati-hatian)nya sangat berguna
dalam mengelola uang. Dalam soal
waktu, jika ia telah disibukkan oleh sebuah pekerjaan
yang ia sukai maka ia akan lupa waktu. ia akan sibuk dan bekerja terus menerus tak kenal lelah. Hal ini bisa berdampak negatif terutama
untuk kesehatannya.
Selain itu, surah Al Quran yang ke-26 adalah As Syu'araa, artinya
para penyair. Orang yang membawa karakter juz 26 suka bertele-tele dalam
menyampaikan keinginannya layaknya penyair yang menuangkan isi hatinya dalam untaian kata-kata yang indah. Unsur penyair dalam dirinya juga
membuat ia sering beranganangan
tinggi dan juga mendramatisir sesuatu. Namun, ia juga seorang retoris dan pandai merangkai
kata-kata.
Secara
empiris, jika orang yang berjuz 26 berjenis kelamin laik-laki,
biasanya cenderung diam dan lebih banyak mengamati, sekalipun pada akhirnya ia bisa saja mendominasi pembicaraan.
Lain halnya jika ia seorang wanita, ia cenderung mengobral kata-kata seakan-akan los
tak ada remnya.
Boleh
dikatakan ia agak cerewet.
Penggolongan
surah Al Ahqaaf dalam juz 26 secara simbolik menggambarkan karakter orang yang
berjuz 26. Jika
surah ini yang dominan, ia merupakan tipe orang yang mudah berubah pendirian dan
cenderung ragu-ragu dalam mengambil sikap. Selain uraian makna Al Ahqaaf secara simbolik di atas, terkandung
juga makna perpindahan tempat. Salah satu manfaat berpindah dari tempat
satu ke tempat yang lain yaitu mendapatkan pengalaman
atau ide dan gagasan baru.
Boleh dikatakan, orang yang membawa karakter juz 26 kreatif dan inofatif.
Meski berubah tempat, namun kedudukannya
masih sebagai bukit. Hal ini
membuktikan bahwa orang juz 26 tergolong kaku dan
tidak gampang merubah
pendirian serta tidak siap menerima perubahan. Hal lainnya, perubahan yang dilakukan itu sebagai bentuk
strategi dalam mengadaptasi lingkungan atau hal yang diterimanya. Jadi ada kecenderungan pandai berpurapura.
Kedua,
surah Muhammad (47) : dari ayat 1 sampai 38. Banyak sekali makna dan hikmah yang bisa dipetik dari surah
Muhammad pada juz 26 ini. Muhammad secara verbal
merupakan bentuk maf'ul (objek)
dari kata Hammada-yuhammidu-Tahmiidan, yang berarti memuji. Jadi Muhammad artinya
orang yang terpuji.
Jika secara Psikologis surah ini merupakan kekurangan, maka
orang yang berjuz 26 bisa jadi suka sekali dipuji
bahkan bila menjadi parah ia bisa menjadi orang yang gila
pujian., Muhammad adalah sosok manusia pilihan,
akhlak dan tingkah lakunya membuat Sang Pencipta mengakui dan melegitimasi umat Islam untuk meneladani
dan senantiasa menjadikan acuan serta pegangan hidup
di dunia.
Beliau dengan sukses dan cemerlang dapat memerankan
pemimpin Negara sekaligus pemuka agama dengan baik. Dalam
ruang lingkup yang lebih kecil, beliau adalah seorang
kepala keluarga yang ideal. Artinya, orang yang
membawa karakter juz 26 dibekali kemampuan untuk
menjadi seorang pemimpin, baik dalam lingkup kecil
maupun komunitas besar.
Salah satu julukan dari nabi Muhammad
adalah Mudatsir (berselimut).
Hal ini didapatkan dari jumlah ayat surah Muhammad yang berjumlah
38. Surah ke 38 yaitu Shaad (dalam struktur 'Ain
berarti langkah awal atau rencana). Sudah selayaknya
sebagai seorang pemimpin untuk berada di garis depan dalam memulai berbuat
sesuatu. Memulai dalam arti memberikan contoh suri tauladan yang baik kepada yang dipimpinnya
dan membuka diri terhadap segala sesuatu yang baru dan positif.
Dalam
diri seorang yang berjuz 26 terdapat dorongan untuk selalu berbuat yang baru
yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang
lain. Bisa dikatakan ia orang yang aktif., mengingat
surah keempat adalah Al Fath (48) dari ayat 1 sampai 29. Negatifnya, jika surah
ini tidak dominan dalam dirinya maka ia akan menjadi
seorang yang pasif dan cenderung menunggu peluang terbuka bagi dirinya.
Wajar, karena ayat Al Fath berjumlah 29, yaitu surah Al Ankabuut
yang berarti laba-laba. Selain itu, setiap pendapatnya harus bisa diterima oleh siapapun.
Hal inilah kesan tidak mudah mengalah sering ia tunjukkan. Surah
berikutnya Al Hujuraat (49), dari ayat 1 sampai 18.
Al Hujuraat artinya kamar-kamar. Orang yang membawa karakter juz 26 paling tidak bisa mencampuradukkan permasalahan. Segala sesuatu harus fokus dan menempati
tempatnya masing-masing. ia memang konsisten dalam menerapkan prinsip tersebut, sehingga
terkesan agak keras kepala. Tidak heran, karena ayat
Al Hujuraat berjumlah 18, yaitu Al Kahfi.
Talenta atau
modal dasar untuk menjadi seorang pemimpin dari surah Muhammad semakin dipertajam dengan adanya surah Qaaf (50), dari ayat 1
sampai 45, karena dalam struktur 'Ain, huruf Qaaf juga bermakna pemimpin atau
kepala. Tetapi, Qaaf juga bisa berarti pemikiran
ulang. Seperti sudah dijelaskan diatas,
bahwa orang yang berjuz 26 selalu berhati-hati dalam
mengambil keputusan.
Jumlah ayat Qaaf yaitu 45 ayat. Surah ke
45 adalah Al Jatsiyah, artinya yang bertekuk lutut atau tunduk. Tidak semua orang
mendapatkan kesempatan menjadi seorang pemimpin.
Nah, jika orang yang berjuz 26 menempati posisi sebagai bawahan,
maka dapat dipastikan ia akan menjadi bawahan yang taat dan patuh pada
peraturan atau atasan.
Negatifnya, jika ia tidak bisa
mengontrol maka ia akan menuruti apa saja kata atasannya sekalipun salah atau melanggar aturan dan norma
yang berlaku. Surah yang terakhir, Ad Dzariyaat
( 51), dari ayat 1 sampai 30. Surah
ke 30 Ar Ruum. Ad Dzariyaat
artinya angin yang menerbangkan (topan).
Bak angin topan yang menerjang apapun yang
di hadapannya, orang yang berjuz 26 mempunyai
keberanian dalam hal berucap dan bertindak.
Memang terkadang cara bicaranya
ceplas-ceplos tanpa rem. ia tipe orang yang tidak
bisa memendam perasaannya. ia akan angkat
bicara dan meluapkan isi hatinya tanpa memperdulikan siapa yang ia ajak
bicara. Dalam hal bertindak pun begitu, ia tidak
peduli dan cuek terhadap apapun kata orang tentang apa yang telah dan akan
dilakukannya. Hal ini bisa menjadi kelebihan dan kekurangan.
BERDASARKAN TANDA 'AIN
Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak), 10 (perut, pencernaan), 1. Kombinasi ketiga angka tersebut merupakan indikasi bahwa orang yang
membawa karakter juz 26 memiliki
kemampuan untuk berpikir rumit atau sesuatu yang bersifat exact. Hal ini dikuatkan dengan keberadaan ain 37 (analisis lanjutan) pada 'ain 1.
`Ain 1 bertalian dengan ain 19. Artinya, dengan kemampuannya
tersebut, sudah selayaknya
ia dapat memecahkan
masalahnya dengan baik.
Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata), 10 (perut), 2 (analisis, pengamatan).
Ketiga angka tersebut merupakan gabungan angka yang
menarik dan jarang terjadi pada juz yang lain. Hal ini
membuktikan bahwa orang yang berjuz 26 mampu
mengana-lisis permasalahannya dengan baik. Atau setidaknya merupakan gambaran bahwa ia selalu memakai pendekatan logika dalam memahami sesuatu.
Biasanya
dalam menganalisis sesuatu, ia selalu merujuk pada pemikiran yang sudah ada dan
mengacu pada aturan yang berlaku sehingga tidak liar, karena 'ain 2 masih
berhubungan dengan 'ain 20 yang berarti aturan main. Dari meleburnya
'ain 38 dengan 'ain 2 bisa disimpulkan bahwa dengan cara
tersebut, ia dapat mencapai tingkat pemahaman tertentu (sadar).
Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 6 (sendi, syaraf, hukum), 3. Jika 'ain ini dominan, maka orang yang berjuz 26 lebih bisa mengontrol pembicaraanya. Bergabungnya
'ain 21 pada 'ain 3 membuat ia lebih
berhati-hati dan lebih banyak berpikir dengan siapa dan dalam kondisi bagaimana
ia angkat bicara.
Jika pembicaraan tersebut menarik buat dirinya, maka yang
terjadi sebaliknya, ia lebih cenderung banyak bicara
dan sulit bagi dirinya untuk menghentikannya. ia akan menceritakan semua yang dia ketahui dengan hal itu.
Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang), 19 (pemecahan
masalah), 4 (rangka). Dari tiga angka tersebut
tergambar bagaimana orang yang berjuz 26 menghadapi sebuah masalah.
Begitu
masalah timbul, maka secara naluriah tergambar langkah demi langkah bagaimana
seharusnya ia pertama mengambil langkah untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
Ia juga mengacu pada target tertentu, karena ain 4 masih
berhubungan dengan `ain 22 (target). Dengan kata lain, ia
tidak merasa nyaman dan tenang
dalam mengerjakan sesuatu sebelum mencapai tergetnya
`Ain
5
Angkanya adalah 5 (tangan), 11 (tali rasa), 1 (otak). Dalam
mengerjakan sesuatu, ia dipengaruhi oleh suasana
hatinya. Bila pekerjaan itu sesuai dengan hatinya, ia
akan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliknya. Sebaliknya, bila tidak sesuai ia akan bekerja asal-asalan atau
bahkan tidak mengerjakannya sama sekali.
BERDASARKAN HALAMAN
Taktis
Taktis,
dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 1 sampai 6
juz 26 yaitu total berjumlah 60. Surah ke 60 adalah Al
Mumtahanah yang berarti wanita yang diuji. Sederhananya, ia tipe orang yang tidak mudah percaya dengan kemampuan
orang lain. Layaknya ingin mengangkat sebuah pegawai, ia akan mengadakan serangkaian tes untuk melihat kebisaan orang lain. Negatifnya, ia
merasa bahwa ia yang paling bisa dan mengerti banyak hal.
Negatif/Positif
Negatif/positif, didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada
halaman 7 sampai 13. Total ayatnya 67 yang merujuk
pada surah Al Mulk dalam urutan surah Al Quran. Al
Mulk artinya kerajaan. Kerajaan merupakan simbol
formalitas dan birokrasi yang patriartik.
Orang yang berjuz 26 menyukai
formalitas tanpa terkecuali dalam hal berbusana.
Dalam
bergaul pun tak ketinggalan, ia
menganut aturan tertentu yang terkadang agak susah dimengerti
oleh orang lain. Negatifnya, ia akan menerapkan aturan
yang sama dengan aturan dirinya, sehingga terkesan memaksakan.
JALAN KELUAR
Jalan
keluar, dapat diketahui dari jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15
juz 26, yaitu 41 ayat. Kalau angka 41 kita subtitusikan
dalam ururtan surah Al Quran maka akan
kita temukan surah Fushilat (yang dijelaskan). Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa
orang yang berjuz 26 tidak mudah mempercayai sesuatu.
Baginya, sesuatu harus tampak sempurna dan
jelas serta gamblang. Ketika berbicara sesuatu, ia tidak
bisa focus dan tertuju pada suatu bahasan
karena menurutnya sebuah masalah tidak bisa berdiri sendiri, artinya berkaitan
antara satu dengan yang lain.
Dasar
Pada dasarnya orang yang membawa karakter juz 26 tipe pekerja
keras, karena dasar yaitu jumlah ayat yang terdapat pada halaman 16 berjumlah
27. Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al Quran adalah An
Maknanya,
ia juga pandai bersosialisasi dan bergaul serta cepat akrab sekalipun sama orang yang baru dikenalnya,
karena ia memang tidak pernah pandang bulu dalam hal berkoresponden.
Selain itu, ia juga mudah panik
jika dihadapkan pada masalah yang tiba-tiba tanpa ia duga.
Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang berjuz 26 terletak pada organ mata,
syaraf dan jantung. Organ lain yang juga rentan
terkena gangguan kesehatan adalah THT dan tenggorokan.
Kekurangan
Memegang prinsip kehati-hatian, kaku, mudah panik, tidak mudah
percaya, merasa paling tahu, tak mudah dikalahkan.
Kelebihan
Konsisten, etos kerja tinggi, suka bergaul
dan bersosialisasi, menyukai formalitas, kreatif, cermat.