Home | Renungan

Memberi Karena Sudah Diberi

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu... (Roma 12;1).

Aku diajari memberi oleh almarhumah ibu. Meskipun beliau sendiri tidak ke gereja, ibu menyediakan uang saku khusus untuk kuberikan sebagai pisungsung (persembahan) setiap aku ke Sekolah Minggu. Karena itu, pisungsung-ku bisa mencapai seratus rupiah. Seingatku, waktu itu dengan uang sebanyak itu kita masih bisa menikmati dua-tiga mangkuk baso. Begitulah, ibu melakukannya secara teratur. Alasan beliau sederhana saja, yaitu karena gereja kerap mengadakan secara cuma-cuma berbagai acara dan perayaan yang membutuhkan dana cukup besar.

Dari situ aku belajar, kita pada dasarnya memberi karena kita telah terlebih dahulu diberi. Pemberian, dengan demikian, bukan sekadar pernyataan dukungan bagi orang-orang di sekitar kita, namun juga suatu ungkapan rasa syukur.

Namun, kita perlu memperhatikan alasan kita dalam memberi. Kalau kita memberi berdasarkan apa yang sudah gereja atau orang lain berikan kepada kita, pemberian kita jelas akan sangat terbatas, atau malah kita enggan dan pelit untuk memberi. Karena itu, Firman Tuhan menyodorkan alasan yang tak tertandingi: kita semestinya memberi "demi kemurahan Allah."

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini -- waktu, harta, talenta, dan kehidupan itu sendiri -- adalah pemberian Allah. Keselamatan kita juga anugerah Allah. Dengan menyadari kemurahan-Nya ini, Tuhan mendorong kita untuk mempersembahkan atau memberikan diri kita - pertama, kepada Dia, dan kemudian juga kepada sesama kita. Anda bersedia? ***

Dimuat: Renungan Malam, Juni 2004

© 2004 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1