Yang Penting Bagian Dalamnya"Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah" (I Ptr. 3:4). Teman saya, seorang kontraktor kecil-kecilan, menceritakan pengalamannya merenovasi sebuah rumah. Kalau dilihat oleh mata awam, rumah itu tidak kelihatan bermasalah. Catnya masih tampak bagus. Namun, kayu-kayunya sebenarnya sudah keropos. Bagian dalamnya digerogoti rayap. "Itulah lucunya. Catnya mahal, berkualitas bagus. Tapi kayunya malah kelas dua. Ketika harus direnovasi, biayanya jadi mahal sekali," paparnya. Kondisi yang sejajar dengan itu kian menggejala di sekitar kita. Berbagai iklan produk perawatan diri membanjiri baik media cetak maupun media elektronik. Kulit yang lebih putih atau awet muda disodorkan sebagai rahasia kebahagiaan hidup. Kita pun dipikat untuk berlomba-lomba mendandani diri. Perawatan diri yang patut memang sudah sewajarnya kita lakukan. Namun, Alkitab lebih memusatkan perhatian pada sisi yang lain. Kita didorong untuk terlebih dahulu membenahi bagian dalam, yaitu manusia batiniah atau karakter kita. Dandanan lahiriah bisa jadi hanya untuk menyelubungi kekeroposan hati. Sebaliknya, karakter yang saleh tak ayal akan "mempercantik" seluruh penampilan diri kita - tutur kata, sikap dan perilaku. Pada awal tahun seperti ini, orang biasa membuat resolusi, pernyataan tekad peningkatan diri dalam memasuki tahun yang baru. Bagaimana kalau kita menetapkan hati untuk lebih memusatkan perhatian pada pembenahan karakter kita? Selamat tahun baru! *** Dimuat: Renungan Malam, Januari 2004 © 2004 Denmas Marto |