Home | Renungan

Berbuah atau Berbuat?

… umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. -- Daniel 11:32

Anda mungkin hapal lagu anak-anak Sekolah Minggu yang berbunyi, "Yesus pokok dan kitalah carangnya, tinggallah di dalam-Nya, pastilah kau akan berbuah." Anak sulung saya, yang baru berumur tiga setengah tahun, selalu terpeleset dalam menyanyikan kata terakhirnya: "pastilah kau akan berbuat." Kalau dikoreksi, dia akan bersikeras, "Berbuat!"

Saya setengah geli dan setengah berpikir dibuatnya. Wah, boleh juga pandangan "telogis" anak kecil ini! "Berbuah" itu identik dengan "berbuat", atau "berbuah" itu mustahil terjadi kalau kita enggan "berbuat" -- begitu kira-kira saya mencoba menjabarkan "pesan"-nya.

Tampaknya memang begitu. Tinggal di dalam Dia mengacu pada pengenalan akan Dia dan firman-Nya. Pengenalan akan Dia inilah yang pada gilirannya akan memampukan kita untuk bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Dan itulah yang disebut sebagai perbuatan iman. Itulah buah iman kita.

Iman bukanlah sebuah kepercayaan buta. Iman yang sejati dilandasi oleh pengertian yang benar akan Allah yang kita sembah.

Seorang anak kecil yang tidak mengerti bagaimana menggunakan pisau dengan benar, kemungkinan besar malah akan mencelakai dirinya dengan pisau itu. Sebaliknya, seorang juru masak yang mahir dapat menggunakan pisau itu secara terampil untuk memotong dan mengiris bahan makanan. Demikian pula dengan kita - semakin besar pengenalan kita akan Tuhan, semakin besar iman kita. Dan seperti dikatakan oleh Nabi Daniel, hal itu membuat kita "akan tetap kuat dan akan bertindak." ***

-- Dimuat di Blessing, Agustus 2005.

© 2005 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1