Home | Renungan

Allah Sendiri yang Berbicara

… kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia - dan memang sungguh-sungguh demikian - sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya. -- 1 Tesalonika 2:13

Seorang pemuda merasa terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan. Orang bertanya, bagaimana ia sampai mengambil keputusan seperti itu. Ia menjawab bahwa setelah mendengarkan sebuah khotbah di acara sekolah, ia merasa Tuhan memanggilnya. Ia ditanyai lagi, siapa nama pengkhotbah yang sangat mempengaruhinya itu. Ia menjawab, "Saya tidak tahu nama pengkhotbahnya, namun saya tahu bahwa Allah berbicara kepada saya pada hari itu."

Iman kita bersumber dari pendengaran akan firman Kristus. Orang beriman, dengan demikian, adalah orang yang yakin bahwa Allah telah berbicara kepadanya, dan ia bertindak selaras dengan perkataan Allah tersebut.

Kita dapat membaca uraian kebenaran Alkitab melalui sebuah buku atau mendengarnya dari khotbah yang disampaikan oleh seorang hamba Tuhan. Kalau kita menerimanya sebagai pendapat manusia, suatu saat mungkin kita akan meragukan dan mempertanyakannya.

Namun, kalau kita menyadari bahwa Allah sendiri yang berbicara kepada kita, kebenaran itu akan membangkitkan keyakinan yang teguh, dan akan menguatkan kita saat muncul tantangan hidup. Kita akan memiliki keyakinan seperti pemuda tadi. Itulah yang dalam salah satu perumpamaan Yesus digambarkan sebagai orang yang tidak membangun rumah di atas dasar pasir yang rentan, melainkan di atas dasar batu karang yang kokoh.

Malam ini, marilah kita belajar untuk memperlakukan Alkitab sebagaimana mestinya: bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai firman Allah yang hidup. ***

Dimuat di Renungan Malam, November 2004.

© 2004 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1