Home | Renungan

Panen Terbaik

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. - Efesus 6:4

Sepasang petani miskin bekerja keras untuk membiayai kuliah anak mereka. Betapa bangganya mereka ketika anak itu akhirnya lulus. Mereka berdua diundang untuk menghadiri acara wisuda. Meskipun orang tuanya tidak terpelajar dan berpakaian seadanya, sang anak menyambut mereka dengan sukacita dan dengan bangga memperkenalkannya pada dosen dan teman-temannya.

Saat wisuda, anak itu memberikan sambutan mewakili mahasiswa seangkatannya, dan hadirin terharu mendengarnya. Ketika ia kembali ke tempat duduk, ayahnya berbisik pada ibunya, "Bu, ini panenan kita yang paling baik."

Ya, keluarga adalah investasi yang sangat berharga. Sayangnya, saat ini kita justru lebih banyak mendengar tentang hancurnya nilai-nilai keluarga: kenakalan anak/remaja akibat keluarga berantakan, perselingkuhan, perceraian.

Di sisi lain, tantangan ini sekaligus memperlihatkan betapa strategisnya peran keluarga itu. Keluarga yang kuat membuat gereja kuat; kalau gereja kuat, kota juga kuat; kalau kota kuat, bangsa pun akan kuat.

Prinsip-prinsip untuk membangun keluarga yang kuat ini dapat kita temukan di dalam Firman Tuhan. Kalau kita bersedia mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah tersebut, jerih payah kita tidak akan sia-sia. Di tengah dunia yang kalut ini, keluarga akan menjadi tempat perlindungan, tempat pembelajaran rohani, tempat pembentukan karakter dan tempat persekutuan yang kreatif. Dengan kata lain, kita akan menuai panen terbaik. ***

Dimuat: Renungan Malam, September 2004.

© 2004 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1