Home | Renungan

Mendengar dan Taat

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yak. 1:22)

Banyak orang Kristen senang untuk mendengarkan khotbah, membaca Alkitab, mengalami mukjizat, dan kemudian berpikir bahwa mereka sudah bertumbuh. Kenyataannya, hal-hal tersebut tidak membuat mereka bertumbuh.

Jangan salah mengerti. Bukan berarti hal-hal di atas tidak penting. Namun, keliru kalau kita menggunakan hal-hal itu sebagai tolok ukur pertumbuhan dan kedewasaan rohani kita.

Pengetahuan dan kedewasaan adalah dua hal yang berbeda. Seorang anak kecil dapat dengan cepat belajar membaca dan berhitung, namun bukan berarti ia telah dewasa. Seorang anak kecil dapat dikatakan dewasa, bila ia telah belajar untuk taat. Dikatakan dalam Kolose 3:20, “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah (menurut terjemahan New King James Version: itulah yang benar) di dalam Tuhan.”

Nah, di sinilah masalah kita. Bukan hanya anak kecil atau para remaja, namun bahkan orang yang konon sudah dewasa pun sulit untuk mendengarkan dan taat. Oleh karena itu, orang dapat saja mengetahui berbagai perkara rohani, tetapi ia tetap tidak dewasa secara rohani. Amsal mengatakan orang bodoh menghina didikan. Didikan dimulai sewaktu seseorang mulai memperhatikan apa yang ia dengar dan langsung menaatinya.

Menurut Kitab Yakobus, kalau kita hanya mendengar Firman dan tidak melakukan atau menaatinya, kita menipu diri sendiri. Kita mengira sudah dewasa, padahal sebenarnya kita tetap bodoh. Dan semakin kita mengeraskan hati untuk tidak taat, semakin tertipu pula kita.

Karena itu, mendengar dan taat adalah langkah pertama menuju pendewasaan. Kedewasaan rohani kita, seperti dikatakan J. Oswald Chamber, bukan terbentuk seiring dengan berjalannya waktu, melainkan terbentuk melalui ketaatan kita kepada kehendak Tuhan. ***

© 2003 Denmas Marto

Hosted by www.Geocities.ws

1