Bulan November 1999

 

Penembakan Massa Pawai Referendum di Meulaboh

Pada hari Rabu tanggal 3 Nopember 1999, terjadi pawai referendum massa di Kota Meulaboh. Dalam Pawai Akbar Referendum tersebut massa tidak terkendali, ada sebagian massa yang menyerbu ke Mapolres dan Makodim Aceh Barat. Massa yang menuju Mapolres di Jalan Swadaya, namun belum sampai ke Mapolres massa ditembak satuan tugas, akibatnya ada massa yang terkena tembakan. Selanjutnya massa menuju ke Makodim di Jalan Imam Bonjol, seratus meter dari Makodim massa ditembak, yang mengakibatkan massa  luka dan bubar. Tujuan massa ke Mapolres dan Makodim  untuk menuntut agar warga yang ditahan tanpa salah harus dilepaskan.

 

JUMLAH KORBAN         : 24 orang

 

JENIS TINDAKAN

  KORBAN

    PELAKU      

Penembakan

  1. Jauhari, 33 Pasie Ara Peureumeu, tertembak di leher.
  2. Nurdin, 28 Sarah Perelak Tutut, tertembak ditangan.
  3. Mukhtar, 32 Mns.Gantung Peureumeu, tertembak di kaki
  4. Taufik,29 Kedai Tanjong Kaway XVI, tertembak di kaki
  5. Rustam, 32 Pasi Aceh Baroh, tertembak di kepal
  6. Mukhlis, 26 Pasi Acheh Baroh , tertembak dikepala
  7. Saiful,22 Lancang Tutut, tertembak di tangan.
  8. Abdullah, 25 Woyla,tertembak dikaki
  9. Dahlan, 17 Baro Paya Muge, tertembak di tangan
  10. M.Nasir, 20 Woyla, tertembak di tangan.
  11. Isa Nasir, 22 Mns.Ara, tertembak di tangan.
  12. Didi Musa, 21 Simpang Peunia, tertembak di punggung.
  13. Ranta, 22 Mugo Kaway XVI, tertembak di kaki.
  14. Ramudin,20 Putim Pureumue, tertembak di leher.
  15. Ubit AR, 32 Mugo Rayeuk, tertembak di punggung.
  16. Admuliadi, 25 Kuta Padang Mbo, tertembak di       kaki.
  17. Musliadi,24 Suak Timah, terserempet peluru.
  18. Jailani,22 Suak Pangkat,      tertembak di pingang.
  19. Zainuddin,40 Lhok Buya Calang, tertembak di  bahu.
  20. Bangsawan,24 Cot Manggi, tertembak di kaki.
  21. Zainulhaga, 8 Blang Beurandang, luka lecet.
  22. Karimuddin, 20
  23. Zainuddin, 48 Sarah Perlak Tutut.
  24. TM. Surya.

 

TNI/Polri

 

 

SUMBER INFORMASI :  Media Serambi Indonesia Banda Aceh Tanggal 3 November 1999

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penembakan Nazaruddi Abdullah

Nazuar bin Abdullah 32 tahun, warga Desa Langkawe Kembang Tanjong- Pidie, ditembak oleh orang tak dikenal pada tanggal 6 Nopember 1999 hari sabtu jam 20.00 WIB di rumahnya Desa Langkawe. Alasan penembakan terhadap Nazuar  tidak diketahui.

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 1999

 

 

 

Alamsyah ditemukan tewas di Cot Padang Lila-Pidie

Alamsyah 45 tahun mantan kepala Desa Neuheun Batee, ditemukan telah meninggal di jalan Cot Padang Lila Kecamatan Padang Tiji Sigli, Alamsyah diculik oleh orang tak dikenal saat pulang dari Padang Tiji  Jam 16.00 WIB. Tanggal diterima peristiwa ini adalah 6 Nopember 1999. Alasan penculikan dan pembunuhan tidak diketahui.

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 1999

 

 

 

Pembunuhan dua Pedagang ikan di Blang Pidie
Dua pedagang ikan yang berangkat dari Meulaboh menuju Blang Pidie, Aceh Selatan ditemukan tewas di bawah jembatan  Simpang II-SP I UPT Krueng Tadu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Aceh Barat, pada hari Minggu tanggal 7 November 1999  pukul 14.00 wib. Kedua korban yaitu Mohd Nur 40 tahun, warga Drien Rampak, Blang Pidie, Aceh Selatan dan Irwansyah, warga Keude Siblah, Kecamatan Blang Pidie, Kabupaten Aceh Selatan Selatan.

Latar belakang dan pelaku pembunuhan terhadap kedua pedagang ikan tidak diketahui.

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 19

 

 

Pembunuhan Serma Dasril di Aceh Selatan

Serma Pol Dasril 40 tahun Kanit Bimas Polsek Kuala Batee, Aceh Selatan tewas ditembak sekelompok orang tak dikeal dirumahnya Desa Blang Makmur Aceh Selatan, Selasa tanggal 9 November 1999 sekitar pukul 13.00 wib.

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 1999

 

 

 

 

Penembakan Demontrans di Mapolsek Samadua Aceh Selatan

Tanggal 10 November 1999 rabu malam, unjuk rasa yang berbuntut muntahnya timah panas,  merebak di Aceh Selatan. Massa yang berunjuk rasa ke Mapolsek Samadua dibubarkan dengan tembakan. Akibatnya satu tewas dan tiga mengalami luka tembak. Kejadian itu berawal dari sweeping yang digelar satuan tugas dan menangkap 4 warga Kecamatan Sawang dalam sebuah mobil, namun setelah diperiksa keempat korban dilepaskan. Ketika massa akan kembali ke Sawang, serombongan satuan tugas yang datang dari arah Blang Pidie melepaskan tembakan ke arah massa.
 

SUMBER INFORMASI   : Laporan NGO HAM Aceh

 

Dua Mayat ditemukan di Krueng Raya Banda Aceh

Dua mayat tanpa identitas ditemukan warga Krueng Raya disekitar jembatan Bangkuang, Desa Ie Seuuem, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Tangan dan kaki kedua mayat tersebut terikat dengan tali nilon, Jum'at Tanggal 12 Nopember 1999,  jam 18.00 WIB.

 

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 1999

 

                                        

Anonim dua Mayat di  Lamreh Aceh Besar

Dua mayat tak dikenal ditemukan warga Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar pada hari Minggu tanggal 14 November 1999, dalam kondisi yang sangat mengenaskan.      

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan Koalisi NGO HAM Aceh Bulan November 1999

 

 

Penjaga Toko Berabos Banda Aceh ditemukan meninggal

Hasbi 40 tahun penjaga toko Berabos di jalan T. Umar, Lamteumen Timur, Banda Aceh, Senin tanggal 15 November 1999 pukul 08.00 wib ditemukan telah menjadi mayat dengan  kondisi  kepala hampir putus.Pelaku dan alasan pembunuhan terhadap korban tidak diketahui.         

 

SUMBER INFORMASI   : Laporan NGO HAM Aceh

 

 

 

                                            

Warga Bakongan Aceh Selatan Mengungsi

Seratus warga dari dua desa,  Desa Ujong Pulo Cut dan Desa Ujong Pulo Rayeuk Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan, mengungsi ke mesjid setempat mulai Selasa 16 November 1999, menyusul adanya razia yang dilakukan oleh satuan tugas yang diiringi dengan tembakan senjata. Menurut sejumlah tokoh masyarakat, belasan prajurit TNI melakukan operasi ke desa-desa sejak Rabu tanggal 10 November 1999 sampai Senin malam tanggal 15 November 1999. Tembakan disertai tembakan ke udara, seperti yang terjadi di kawasan Keude bakongan, Simpang Raja, Kampung Baru, dan Keude Pasi.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

                                          

 

Warga Bakongan Aceh Selatan di Teror Oleh Satuan TNI

Operasi Yang dilancarkan oleh prajurit TNI, pada Minggu tanggal 14 November 1999 siang dengan menyisir sejumlah desa, seperti Desa Seunubok Alur Buloh, Buket Gadeng, Kampung Baru, Ujong Padang, Sileukat, Sibadeh, Ujong Pulo dan Ukong Pulo Rayeuk di Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

Ditemukan Mayat dalam Drum di Aceh Barat

Empat buah drum yang dicor dengan semen dan berisi mayat manusia, Kamis tanggal 18 November 1999 sekitar pukul 17.00 wib, ditemukan warga Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat Barat, dalam sebuah areal perkebunan. Salah satu drum yang sudah dibuka masyarakat didalamnya berisi manusia, dan belum diketahui isi drum yang lainnya.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

Penangkapan 6 Relawan di Bakongan Aceh Selatan

Haikal, seorang relawan Biro keamanan dan HAM (Sefa) Wakampas Atjeh, sejak Rabu 17 November 1999, ditangkap dan dibawa ke Makoramil Bakongan, Aceh Selatan. Korban bersama 5 rekannya yaitu Zairi Karnaini, Razikin, Rizal Sabri, Ahmad Fadli (BEM Universitas Syiah Kuala ), dan Mohammad Dinar (BEM IAIN), ditangkap ketika sedang menjalankan investigasi sosial di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Kondisi korban sangat menyedihkan akibat dianiaya.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

Pembunuhan Banta Lidan di Suak Ribee Aceh Barat

Banta Lidan 50 tahun warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, ditemukan sudah menjadi mayat di dasar sungai Suak Ribee yang berlokasi di belakang rumahnya, Sabtu tanggal 20 November 1999  pagi. Ditubuh korban ditemukan dua bekas tembakan masing-masing di bagian lipatan lutut kiri dan bahu kiri belakang.              

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

                                            

Mayat Helmi ditemukan di Jembatan Bengkuang  Aceh Besar

Masyarakat Desa Meunasah Kulam Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu tanggal 20 Nopember 1999 sekitar pukul 03.00 wib menemukan mayat Helmi 50 tahun di jembatan Bengkuang lintasan Krueng Raya-Blang Bintang. Korban dijemput orang tak dikenal pada Kamis 18 Nopember 1999  malam pukul 11.00 wib. Pada bagian leher Helmi terdapat luka bekas gorokan.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

Empat Mayat di Ujong Baroh Aceh selatan

Masyarakat Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Selatan, Minggu 21 Nopember 1999 siang menemukan 4 mayat korban pembunuhan dalam kondisi yang sangat menyedihkan di  Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Tangan-Tangan. Dua diantaranya adalah Sertu Riadi Situmorang 38 tahun dan Sertu Pol Silfiadi Seragih 39 tahun anggota Polsek Labuhan Haji yang diculik di kawasan Desa Pantee Geulima, Labuhan Haji pada 9 Nopember 1999 lalu. Keempat mayat tersebut ditanam dalam tiga lubang di rawa-rawa pinggiran lapangan bola kaki.       

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

Penyiksaan delapan Siswa Darul Aman Aceh Timur

Enam  anggota TNI Koramil Darul Aman Kecamatan Idi Cut-Aceh Timur  memukul delapan siswa SMU Negeri I Darul Aman, Kecamatan  Idi Cut, Kabapaten  Aceh Timur, Selasa  16 Nopember 1999   pukul 12.00 wib karena Siswa SMU tersebut memanggil TNI dengan julukan "si Pa'i".

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

 

 

Pembunuhan empat keluarga Lettu Ramli AB

Danrem 012/TU Kolonel CZI Syarifuddin Tippe mengatakan, empat orang  keluarga Lettu Ramli AB (mantan danramil Teunom, Aceh Barat), Senin 22 Nopember 1999 ditemukan tewas dengan luka tembak dan mayatnya dicampakkan di tepi jalan  Desa Panga Pucuk, Aceh Barat. Para korban yang tewas adalah Zainuddin AB, Sulaiman AB keduanya adalah abang dan adik kandung Lettu Ramli AB, Muslim dan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Senin pagi sekitar pukul 10.30 wib, korban mengunakan truk Fuso BL 8505 BB dan satu mobil Pikap BL 8011 BB, mambawa barang-barang pindahan dari Teunom ke Banda Aceh. Setibanya di kawasan Krueng Sabee, kedua mobil dihadang sekelompok orang bersenjata, dan lima orang yang berada dalam mobil tersebut dibawa ke arah Panga.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

                                              

Penembakan dan Pembakaran di Bandar Aceh tengah

Pembakaran dan penembakan di Desa Panji Mulia, Kecamatan Bandar Kabupaten Aceh Tengah, Rabu tanggal 24 Nopember1999. Korban adalah Suprianto, mengalami luka tembak,  istri korban Jasmi, 30 tahun dan sepupu korban Kasmiati 20 tahun tewas terbakar didalam bak mandi.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

                                                 

Soeharjo ditemukan meninggal di Batuphat

Masyarakat Batuphat Barat, Kecamatan Muara Dua  Aceh Utara menemukan mayat Soeharjo,50 tahun, warga Batuphat Barat, yang diletakkan di pasar Batuphat, dan dibungkus dengan plastik, selasa tanggal 25 Nopember 1999. Pelaku  dan latar belakang pembunuhan tidak diketahui.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

Penembakan dan Penangkapan Warga Lamtamot

Desa Lamtamot  Kecamatan Seulimuem  Aceh Besar, Sabtu 27 Nopember 1999 malam pukul 19.30 WIB, berawal dari pemberondongan aparat militer terhadap masyarakat di Lamtamot. Malam itu massa melihat sebuah mobil Kijang yang bergerak menurun perlahan-lahan tak jauh di belakang sebuah minibus L300 dengan keadaan  mesin dimatikan. Massa menyetop mobil tersebut, namun tidak menemui seorang pun di dalamnya. Dan tiba-tiba massa mendengar suara tembakan. Seorang penumpang Kijang tersebut tertangkap dalam sweeping massa mengalami luka bacok di punggung, tangan kanan dan kiri. Korban sipil : Marzuki 30 tahun, warga Lamkubu Panca, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar,  mengalami luka bacok di kepala, dan luka tembak di tangan dan akhirnya meninggal dunia.  Niazi, Basri dan Sabri warga dari Kecamatan Seulimum, mengalami luka kena tembakan TNI. Sedangkan dari TNI adalah Serda Suaidi, luka kena bacok di punggung. Akibat kejadian itu,  satuan tugas menangkap 28 warga Lamtamot, Kecamatan Seulimum Aceh Besar yang diduga ikut terlibat dalam sweeping berdarah, Sabtu tanggal 27 November 1999.

 

                                          

Warga Seulimum Aceh Basar Mengungsi

3000 warga dari beberapa Desa Di Kecamatan Seulimum Aceh Besar melakukan eksodus ke Mesjid Seulimum menyusul adanya aksi penembakan dan penangkapan terhadap 28 warga Desa Lamtamot, Sabtu tanggal 27 November 1999. Mereka berasal dari Desa lamtamot, Lhon Asan, Lhon Baroh, Lambaro Tunong, Meunasah Baro, Iboih, Bayu, Ayun, Alue Rindang, Panca, Simpang Beiringien, Lamkubu, dan Desa Blang.         

 

Pembunuhan Banta Usman di Krueng Limie

Masyarakat Kecamatan Darul Makmur menemukan  mayat di Krueng Lamie.  Mayat yang ditemukan pada tanggal 27 Nopember 1999 adalah Banta Usman, penduduk Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Aceh Barat yang hilang bersama Tgk Yusmaidar, Rabu pekan lalu,

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

Anonim satu tubuh manusia di Batee Roo Aceh Barat

Masyarakat Desa Batee Roo Kecamatan Teunom Aceh Barat, menemukan mayat yang tidak diketahui identitasnya, yang berumur 50 tahun di Teunom pada tanggal 27 Nopember 1999.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

Pengungsi Seulimum di Racun

Pengungsi di Mesjid Seulimum Aceh Besar, diracun oleh orang tak dikenal. Pada Senin, tanggal 29 Nopember 1999, malam. Menjelang azan maghrib, makan malam  yang disiapkan untuk 3.500 pengungsi. Ketika pembagian jatah sedang berlangsung, tiba-tiba massa melihat seseorang memasukkan sesuatu ke dalam makanan pengungsi. Orang yang dicurigai tersebut langsung kabur ke semak-semak arah belakang mesjid. Upaya pengejaran tersebut gagal karena sebagian pengejar juga terkena racun. Beberapa saat kemudian warga yang sedang menyantap makanan serentak muntah-muntah, mual dan lemas.   

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

Penyiksaan Warga Layung Aceh Barat

31 warga Kecamatan Samatiga Aceh Barat  dianiaya oleh satuan tugas yang melakukan sweeping di kawasan Layung setelah terjadi kontak senjata, pada Sabtu 27 Nopember 1999 malam. Insiden penganiyaan itu berlangsung bergelombang sejak Sabtu malam hingga Minggu tanggal 28 Nopember 1999 petang mengakibatkan 7 unit sepeda motor dan 1 unit mobil Kijang milik penduduk dibakar aparat. Disamping itu,  60 unit rumah penduduk dan toko di Desa Kuta Padang Layung diobrak-abrik aparat keamanan.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

 

 

Warga Samatiga Aceh Barat, Mengungsi

Karena  terjadinya aksi kekerasan oleh satuan tugas yang beroperasi di Desa Layung, Kecamatan Samatiga Aceh Barat, seribu warga Desa Kuta Padang Layung, Layung Gampong, dan Alue Lhok mengungsi ke komplek Pesantren Nurul Islam, Meunasah Layung Gampong dan Mesjid Alue Lhok, Kecamatan Samatiga  Aceh Barat, pada tanggal 27 Nopember 1999.

 

SUMBER INFORMASI   : Media Serambi Indonesia bulan November 1999.

 

 

 

 

                                                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1