Buleun June Thoen 2000

 

Sudirman ditembak oleh Brimob BKO Polisi Sektor Jeumpa

 

Sudirman Abdullah 28 tahun penduduk Desa Lipah Rayek Kecamatan Kota Bireun Aceh Jeumpa, ditembak oleh Brimob BKO Polsek Jeumpa pada hari Rabu siang tanggal 31 Mei 2000 yang sedang melakukan sweeping di Desa Lhok Awe Baroh. Akibat penembakan itu,  korban mengalami luka di paha sebelah kiri dan diopname di RSU Bireun.

Alasan penembakan terhadap  korban, karena tidak mau berhenti ketika korban bersama  sepeda motornya disuruh berhenti oleh satuan Brimob, tapi tidak dihiraukan karena korban takut, akibatnya korban ditembak.

(Media Waspada Medan tanggal 1 Juni 2000).

 

 

 

Anonim satu tubuh manusia di Payabakung Sumatera Utara

 

Warga Desa Payabakung- Hamparan Perak Deliserdang Sumatra Utara menemukan tubuh manusia yang tidak ada indentitasnya di dalam parit exapator Blok 22 pada tanggal 31 Mei 2000. Kemudian kerangka manusia itu di visum.

Alasan pembunuhan terhadap korban serta pelakunya tidak diketahui.

(Media Waspada-Medan tanggal 31 Mei 2000).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3000 Warga Beuracan Pidie Mengungsi

Warga Desa Lampoh Lada, Mulieng, Rumpuen, Dayah Tuha, Kulam dan Rambong Kemukiman Beuracan Kecamatan Meureudu Aceh Pidie yang berjumlah 3000 jiwa, mengungsi ke komplek mesjid, gedung SD dan Meunasah Beuracan Kecamatan Meureudu pada hari kamis tanggal 1 Juni 2000. Selain di Kemukiman Beuracan pengungsi juga harus mencari tempat-tempat lain untuk berteduh karena di Komplek Beuracan tidak bisa tertampung lagi.

Alasan warga dari lima desa itu mengungsi, karena takut terhadap operasi yang dilakukan oleh satuan tugas di desa mereka.

(Media Waspada-Medan tanggal  3 Juni 2000).

 

 

Dua Pedagang Pakaian hilang di Blang Pidie Aceh Selatan

 

Dua pedagang pakaian asal Medan, Zuherman dan Samardan penduduk Jalan Denai 18 Sukaramai Medan  hilang dalam perjalanan dari Medan ke Blang Pidie Aceh Selatan, pada tanggal 21 Mei 2000. Saudara korban Tamzil penduduk Jalan A.R Hakim Gang Seto (Jalan Seto) No. 52 Medan, mengatakan  kedua korban berangkat dari Medan tanggal 16 Mei 2000 dengan mengendarai Mobil Minibus BK 1517 EP dengan membawa barang dagangan pakaian.

Terakhir kedua korban masih terlihat di Kota Fajar Aceh Selatan.

(Media Waspada-Medan tanggal 2 Mei 2000).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teuku Don Zulfahri ditembak di Distrik Ampang Kualalumpur

 

Teuku Don Zulfahri 40 tahun tewas ditembak dari jarak dekat oleh seorang lelaki memakai helm warna kelabu bersenjata yang  mempunyai kendaraan di sebuah restoran di Jalan 6/6 Pandan Perdana Distrik Ampang Pinggiran Kuala Lumpur pada kamis  tanggal 1 Juni 2000. Korban mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan sebelah kiri.

Keterangan istri korban, Putri Mei Abdullah, korban ditembak setelah makan siang dengan teman-temanya di sebuah restoran jam 14.30 Waktu Malaysia, korban sebelum meninggal menjabat sebagai Sekjen MP-GAM.(Majelis Pemerintahan Gerakan Acheh Merdeka).

REMARK  :

Motif pembunuhan terhadap Don Zulfahri belum diketahui kata Deputi Komandan Polisi Distrik Hulu Langat/Ampang Superintendent Azmi Hashim hari Jumat tanggal 2 Juni 2000, senjata yang di gunakan pelaku adalah jenis kaliber 38.

(Media Waspada-Medan tanggal 3 Juni 2000).

 

 

Empat Orang disidang dengan tuduhan anggota GAM di Sabang

 

Ari alias Ang bin ZA 43 tahun, pegawai negeri pada kantor walikota Sabang, Drs AQJ, Tgk. N dan Syaf (perkara sidang dipisahkan) di sidangkan di Pengadilan Negeri Sabang pada tanggal 29 Mei 2000, dengan tuduhan terlibat anggota GAM yang meminta dana dari masyarakat di kelurahan Sabang.

Terdakwa di dampingi oleh dua panasehat hukumnya yaitu H Darwis SH dan Ubaidah SH. Sedangkan Jaksa Penunutut umum adalah Aju Ronaldwin,

(Media-Waspada-Medan tanggal 3 Mei 2000).

 

 

 

 

 

Tihaiyah Meninggal di Camp Pengungsi Beuracan Pidie

 

Tihaiyah 67 tahun Warga Desa Mulieng Kemukiman Beuracan Kecamatan Meureudu Aceh Pidie, meninggal di Camp Pengungsi (Displayment) Beuracan Kecamatan Meureudu Pidie.

Tihaiyah meninggal karena sakit di camp pengungsi dan terpaksa harus mengungsi pada tanggal I Juni 2000 karena adanya operasi oleh satuan tugas di Desanya.

(Media Waspada-Medan tanggal 5 Mei 2000).

 

 

2100 Warga Mutiara mengungsi ke Mesjid Abu Beureueh

 

Warga Kemukiman Ujung Rimba Kecamatan Mutiara (Beureunum) yang terdiri dari Desa Rinti, Didoh, Kulam Ara, Blanggong Basah dan Desa Barieh, mereka semuanya berjumlah 2100 jiwa dan mengungsi di Mesjid Abu Beureueh.

Alasan dan penyebab serta tanggal mengungsi tidak diketahui.

(Media Waspada-Medan tanggal 5 Mei 2000).

 

 

 

 

Penyiksaan Arif di Blang Pulo Lhokseumawe

Arif  Supriyanto 45 tahun warga Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Dua Kabupaten Aceh Utara,  disiksa oleh enam pria yang tidak diketahui indentitasnya, yang mendatangi rumah korban pada minggu  malam tanggal 4 Juni 2000. Akibat percobaan pembunuhan itu korban mengalami luka di leher, bahu, pipi dan tangan dan dirawat di RSU PT. Arun.

Alasan penganiayaan terhadap korban karena adanya permintaan sejumlah uang  yang tidak dipenuhi oleh korban.

(Media Waspada-Medan tanggal 5 Mei 2000).

 

 

Enam Pengungsi Simpang Kramat  Meninggal di Camp Politeknik

2150 Warga Desa Simpang Empat, Transad Kemukiman Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara, mengungsi ke Camp Politeknik sejak tanggal  5 Maret 2000.  Alasan mereka mengungsi karena terjadinya operasi militer di Kemukiman mereka.

Selama tiga bulan mereka menempati Camp Pengungsi Politknik, sebanyak enam orang meninggal akibat menderita berbagai penyakit dan tidur di tempat yang tidak layak.

Ke enam  orang yang meninggal itu adalah Evie umur 3 bulan, Fatimah Hasan 67 tahun, Tgk. M Risyad bin Tgk. Adam, Nek Shani 70 tahun, Murizal M thaib 4 tahun dan Sharif Siregar 65 tahun.

REMARK  : Keterangan ini diperoleh dari Ketua PCC Aceh Utara di Camp Pengungsi Politeknik Lhokseumawe.

(Media Waspada-Medan tanggal 9 Juni 2000).

 

 

23 Kepala Keluarga Julok Mengungsi Ke Lhokseumawe

 

23 Kepala Keluarga warga Julok Aceh Timur yang mengungsi dari Aceh Timur ke Camp Politeknik Aceh Utara. Mereka tidak bisa kembali lagi ke kampung asalnya karena rumah dan harta mereka telah di jarah dan di bakar oleh milisi di Unit Pemukiman Transmigrasi di Julok Aceh Timur.

(Media Waspada Medan tanggal 9 Mei 2000).

 

 

Sebuah Mortil Meledak di Babah Buloh Aceh Utara

 

Pada hari Senin jam 16.00 WIB, seorang anak  yang berumur 12 tahun datang dengan membawa sebuah mortir yang ditemukan di belakang sebuah rumah  yang digeledah oleh satuan tugas pada hari senin tanggal 11 Juni 2000. Benda yang dibawah oleh anak  itu diperlihatkan pada orang-orang di Keudee Babah Buloh (berjarak 100 meter dari lokasi ditemukan mortir). Pada saat mortir dibawa oleh anak itu tutupnya dalam keadaan terbuka, beberapa menit benda berbentuk bulat panjang  dengan ukuran  25 Cm menjadi tontonan warga, tetapi Razali ikut memegang itu, karena kurang mengerti tentang bahan peledak dia menyentuh per (pelatuk) di bagian dalam mortir, secepat itu mortir meledak yang menewaskan Razali.

Mortir yang ditemukan tersebut merupakan sisa kontak senjata antara TNI dengan GAM pada tanggal 11 Juni 2000 di Desa Babah Buloh Kecamatan Sawang Aceh Utara. Razali 45 tahun tewas di tempat sedangkan Husni 16 tahun, pelajar MTS Babah Buloh tewas dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Lhokseumawe serta satu lagi Drs Ramli Abdullah 36 tahun masih dalam perawatan di rumah sakit Lhokseumawe.

(Media Indonesia-Jakarta tanggal 16 Juni 2000).

 

 

 

Fachruddin Musa ditemukan Meninggal di Teupin Siron Aceh Utara

 

Fachruddin Musa 32 tahun, warga Desa Teupin Siron Kecamatan Gandapura Kabupaten Acheh Utara, ditemukan telah tewas di sebuah kebun kosong Desa Lhok Gajah Kecamatan Sawang, dengan luka bacok tangan dan kaki menjadi tiga bagian dan sebagian tubuhnya dibakar.

Korban yang hilang pada tanggal 13 Juni 2000 hari selasa, beprofesi sebagai tukang ojek (RBT) dan baru  ditemukan pada tanggal  20 Juni 2000.

Pada malam kejadian itu korban berangkat  dari rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Cup BL 3392 KA serta membawa uang tunai sebanyak   Rp: 1 juta.

REMARK  : Keterangan diperoleh dari  Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs Syafei Aksal , melalui ajudan penerangan  Kapten Pol Drs Ahmad Mustafa Kamal.

(Media Waspada-Medan Tanggal 23 Juni 2000).

 

 

 

 

Penculikan Empat warga Pucok Rintis Aceh Utara

Enam orang bersenjata yang tidak diketahui indentitasnya  menculik empat warga Dusun Pucok Rintis Kecamatan Cot Girek Acheh Utara pada minggu petang tanggal 18 Juni 2000. Empat penuduk yang diculik adalah  satu keluarga yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, yaitu Abdul Wahab 40 tahun dan istrinya, serta Syarifuddin 37 tahun beserta istrinya.

Alasan penculikan kedua keluarga dan keadaan korban tidakdiketahui.

 

REMARK  : Keterangan ini berdasarkan Laporan Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs Syafei Aksal

(Media Waspada-Medan Tanggal 23 Juni 2000).

 

 

Penangkapan M. Arifin di Reudeup Aceh Utara

Abubakar bin  M. Arifin 32 tahun, narapidana politik (napol) yang dibebaskan menurut Amnesty Presidan RI Abdulrahman Wahid, korban menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sigorong-Gorong Tapanuli Utara Provinsi Sumatra Utara. Arifin dibebaskan berdasarkan  keputusan Presiden RI No. 157 tahun 1999, tanggal 20 Desember 1999. Kemudian bekerja dengan Kontras Jakarta, karena rindu dengan keluarga dia pulang ke Acheh pada tanggal 13 April 2000.

Keterangan dari Bapak kandung korban , M. Arifin, Abubakar diculik oleh satuan tugas pada tanggal 25 April 2000, setelah melapor pada ICRC di Lhokseumawe. Penangkapan korban terjadi pada saat mengungjungi teman sekolahnya di  Reudeup Kecamatan Lhoksukon pada tanggal 25 April 2000.

Sedangkan keterangan teman korban, saat Arifin berada  di jalan, dia bertemu dengan satuan tugas yang beroperasi di Desa Reudeup dengan menggunakan kenderaan kijang hitam, mobil rocky dan sepeda motor trail yang  25 orang. Satuan tugas itu menggunakan pakaian loreng dengan rompi dan kaus hitam berlengan panjang yang tidak jelas kesatuannya. Selanjutnya Abubakar menyerahkan KTP dan surat keputusan presiden tentang amnesty untuk korban, tetapi satuan tugas lansung memukul korban hingga pinsan, lalu korban dinaikan ke dalam kenderaan dan menbawanya bersama mereka, sedangkan kawannya yang masih sadar hannya melihat saja tanpa mampu menahannya.

(Media Waspada-Medan tanggal 11 Juni 2000)

 

Harun Aldi ditemukan meninggal di  Ruak Kluet Utara

 

Pada hari minggu tanggal 11 Juni 2000, Harun Aldi 57 tahun dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki menuju Kotafajar (ibukota kecamatan) di Kabupaten Aceh Selatan. Setelah itu korban ditemukan telah meninggal di Desa Ruak- Kluet Utara, dengan luka tembak pada bagian pelipis dan beberapa luka bekas tusukan pada bagian punggung.

Korban dengan ciri-ciri berjenggot tebal putih adalah anggota DPRD Kabupaten Aceh Selatan dari Fraksi PDIP, yang sehari sebelumnya sempat mengikuti rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati Ir. Machsalmina Ali terhadap pemandangan umum anggota dewan .

Alasan pembunuhan terhadap korban dan pelakunya tidak diketahui.

(Media Waspada-Medan tanggal 12 Juni 2000).

www.waspada.co.id

 

 

Penyiksaan 17 Warga Babah Buloh Aceh Utara oleh Satuan Tugas

 

17 warga Desa Babah Buloh  Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara menjadi korban kekerasan satuan tugas yang beroperasi di Desa itu. Lima dari 17 warga harus dirawat di rumah sakit,  sedangkan yang lainnya mendapat perawatan jalan dari Puskesmas.

Alasan pemukulan terhadap warga karena Satuan tugas terlibat tembak-menembak dengan Kelompok GAM  di desa itu,  satuan tugas  menuduh warga ikut membantu kelompok GAM oleh sebab itu mereka memukuli warga pada tanggal  11 Juni 2000.  Selain itu satuan tugas juga mengambil 11 unit sepeda motor dan 1 unit mobil warga.

(Media Indonesia-Jakarta tanggal 16 Juni 2000).

www.media-indonesia.com

 

 

 

Dua Warga Keunare dibunuh oleh Satuan Tugas TNI

 

Yusman 45 tahun dan Malawi 35 tahun warga Desa Keunare Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Barat ditemukan  tewas, dengan luka kepala terpisah dari badan dan luka tembak di sekujur tubuh di Gunung Malem Kecamatan Setia Bakti Aceh Barat pada tanggal 14 Juni 2000. Korban sebelum dibunuh terlebih dahulu diculik oleh satuan tugas di Desa Keunare Kecamatan Setia Bakti pada tanggal 12 juni 2000 jam 12:00 WIB. Seteah kedua korban diculik pihak keluarga berusaha mencarinya  tapi tidak ditemukan. Korban baru ditemukan setelah dua hari penculikan, kedua jenazah dievakuasi oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat untuk  dimakamkan di  kampung halamannya.

KOMENTAR : Korban sebelum dibunuh, terlebih dahulu mengalami siksaan yang sangat berat.

(Media Waspada-Medan tanggal 16 Juni 2000).

www.elsam.or.id

 

 

 

 

Dua warga Geudumbak ditembak oleh TNI Satuan Rajawali

Pada hari Sabtu 13 Mei 2000, Latipah binti Achmad seperti biasanya pergi kesawah mencabut bibit padi di bedengan. M. Nidar putranya ikut membantu mamaknya bersama dengan istrinya Fauziah 18 tahun. Tepat waktu shalat zuhur, korban kembali ke dangau untuk melaksanakan shalat  sembari melepas lelah. Di sekeliling sawah korban, ada wanita lain yang ikut berteduh bersama di dangau itu. Rombongan Satuan tugas TNI Rajawali BKO Kecamatan Julok Aceh Timur baru saja melakukan sweeping, setahu Kepala Desa TNI mencari M. Yasin 27 tahun warga setempat, tahanan yang meloloskan diri.

Dalam perjalanan pulang menuju arah Patonlabu, 500 meter dari Kedai Geudumbak (18 KM arah selatan Pantonlabu), tiba-tiba sebuah truk berhenti di jalan. Tiba-tiba dangau tadi diberondong oleh TNI dari jarak 15 meter, kata Kepala Desa Tgk. A Rauf yang merupakan suami korban. Pada saat berondongan peluru, Latifah sedang shalat zuhur. Tinggal satu rakaat lagi tidak mampu diselesaikan, karena suara tembakan tidak kunjung berhenti, lalu Latifah binti Ahmad turun dari dangau bertiarap. Saat itulah dadanya terasa nyeri dari balik telukung terlihat darah segar mengalir membasahi panyudaranya. Pada bagian lain terdapat 13 bekas serempetan peluru, tetapi tidak separah di panyudara. Sedangkan putranya M. Nidar 25 tahun yang juga warga Desa Geudumbak Pantonlabu terkena tembakan ketika bangkit dari tempat tiarap untuk memberitahukan bahwa yang didangau itu adalah wanita semua, Nidar terkena tembakan di tumit kaki kanan.

 

Setelah korban tergeletak, truk aparat keamanan  berangkat, baru datang warga masyarakat datang untuk memeberi pertolongan dan membawa korkan ke Puskesmas Matang Pudeng. Setelah beberapa waktu dirawat dirumahnya karena pikirannya tidak ada peluru yang berada di tubuh korban. Namun kedua tubuh korban terjadi infeksi,  maka korban di bawa ke Rumah Sakit Umum di Lhokseumawe.

Kondisi akhir Latifah pada tanggal 13 Mei 2000 masih belum bisa bicara, Kedua korban adalah penduduk Desa Geudumbak Aceh Utara.

(Media Waspada-Medan tanggal 10 Juni 2000).

 

www.elsam.or.id

 

 

 

Freedom And Justice so, Independent to Acheh

 

 

 

Back

Hosted by www.Geocities.ws

1