Beleun Juli 1991

 

Pernyataan Para-Pejabat di Acheh Timur

 

Bupati Acheh Timur Moh.Nur melaporkan keadaan Aceh Timur kepada Menteri dalam Negeri, Rudini.  Dalam laporan-nya ini orang yang menjabat bupati itu mengatakan, Masalah keamanan di daerah ini sudah sangat berbeda  dengan setengah tahun lalu ketika Gerakan Acheh Merdeka memang masih terasa.

Korem 011 Kolonel Syarwan Hamid mengatakan, GAM sudah sangat kecil dan hampir tak ada artinya, jangankan untuk mengancam, untuk bersembunyi saja mereka sudah susah, sebab tak ada lagi penduduk yang mau menerima. Bahkan untuk pulang ke rumah keluarga atau famili saja anggota GAM sudah tak berani sebab famili dan keluarga mereka sudah tak menerima.

 

Dalam kunjungan menteri dari Repoblik Indonesia itu, para masyarakat menyambut-nya dengan membawa sepanduk yang menggambarkan  ketidak senangan mereka terhadap Gerakan Acheh Merdeka. Di Kecamatan Idi, puluhan sepanduk diantara kerumunan massa penyambut menghendaki agar ABRI secepatnya menumpas Gerakan Aceh Merdeka. Bunyi sepanduk diantara nya: “Ular boleh mati, ranting jangan patah, GAM boleh habis rakyat jangan susah”.

SUMBER INFORMASI : Media Merdeka Jakarta tanggal 10 Juli 1991.

 

 

Pernyataan Gubernur Acheh

 

Gubernur Aceh Ibrahim Hassan kepada Media mengatakan, dikedua kecamatan itu yaitu  Idi Rayeuk dan Dewantara Aceh Utara, telah dibentuk unit kesatuan pengawal pancasila. Kelompok ini ber-anggotakan pemuda setempat dan bersenjata bambu runcing. Mereka bertugas  melawan kelompok GAM jika masuk ke wilyahnya. Selain itu mereka mereka juga ditugaskan untuk membujuk anngota GAM yang takut melaporkan diri.                 

SUMBER INFORMASI : Media Indonesia Jakarta tanggal 10 Juki 1991.

 

 

 

 

 

Penembakan Panglima GAM di Batee Iliek

 

Satuan ABRI menembak hingga mati Panglima Militer GAM Tengku Hamzah 56 tahun dan wakil Gubernur GAM T. Abdul Rachman 53 tahun serta tiga orang pengawalnya, yaitu M. Rusli 30 tahun M. Hasan 20 tahun dan Murtla Usman 28 tahun.

Kelima korban ditembak di Batee Iliek Kabupaten Acheh Utara pada hari Kamis tanggal 4 Juli 1991. Keterangan  penembkan yang dituduh terlibat dalam gerakan Acheh Merdeka diperoleh dari Kapenhumas Bakorstanasda, Letkol Inf.Drs Achmad Soejai pada hari Senin 8 juli 1991.      

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1