Pernyatan ICG 
 
Sidney Jones, Kepala International Crisis Group
(ICG), lembaga think-tank di Indonesia, yang
berkantor pusat di Brussels, menyatakan langkah
Indonesia melabel GAM sebagai teroris menunjukkan
bahwa pemerintah melihat militer sebagai solusi
konflik di Aceh dan berusaha mengaitkan dengan
perang masyarakat internasional terhadap terorisme. 
Menurut ICG, seperti disiarkan kantor berita
Reuters, pemerintah frustrasi karena tak ada
kemajuan dalam proses pembicaraan damai. Untuk
pertama kalinya, pemerintah, Kamis (4/7), melabel
GAM sebagai organisasi teroris dan menyebutkan akan
memberlakukan darurat sipil atau militer di Aceh.
"Itu sangat jelas mereka sedang berusaha menemukan
satu cara dengan solusi militer atas Aceh," sebut
Sidney Jones. 
 
"Saya dapat katakan bahwa hal itu untuk mendapatkan
kesempatan yang bersamaan dengan momen agenda
conter-terorisme. Sejumlah pernyataan bahwa GAM
sudah jadi organisasi teroris dirancang guna
mempengaruhi negara-negara (Barat) untuk tidak
mengeritik mereka saat diterapkan operasi,"
tambahnya. 
 
Pemerintah, hari Kamis, tak mengatakan bahwa
pihaknya akan mengirim pasukan tambahan ke Aceh, dan
juga tidak menarik negosiasi lanjutan dengan GAM.
Tapi, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono
mengatakan, "Apakah AS, Barat, berunding dengan
teroris?" 
Sydney Jones menyebutkan bahwa ketika Presiden
Megawati mengunjungi Washington beberapa hari
setelah aksi serangan teroris 11 September di AS,
"pejabat Indonesia berusaha untuk melabel GAM
sebagai sebuah organisasi teroris, tetapi ditolak
pemerintahan AS." 
 
"Saya tak tahu apakah menyebut (GAM sebagai) teroris
merupakan satu indikasi bahwa pemerintah Indonesia
bakal mendesak lebih keras lagi kepada Washington
agar mendeklarasikan GAM sebagai suatu organisasi
teroris, tetapi saya tidak yakin bahwa hal itu akan
berhasil," kata mantan Direktur Eksekutif Human
Right Watch (HRC) Divisi Asia itu. 
Ia mengatakan AS mendukung proses dialog untuk
penyelesaian konflik Aceh secara damai. Itu ditandai
beberapa kali komentar para pejabat senior AS yang
mendukung integritas wilayah Indonesia dan mendorong
proses dialog. Malah Jenderal Anthony Zinni dari AS
ikut hadir saat perundingan Jenewa sebagai seorang
penasihat. (ant/dtc/rtr/nuh)
 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1