100 warga luka-luka akibat operasi penyisiran yang dilakukan oleh satuan tugas yang terdiri dari kesatuan TNI-AD, Brimob dan Polisi di Kota Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 13 Agustus 2000.
Operasi penyisiran tersebut dilakukan untuk mencari pelaku penyerangan terhadap dua prajurit TNI dari kesatuan Rajawali Yonif 125 Kebunjahe dan Yonif 132/BS.
Akibat operasi satuan tugas melakukan pemukulan terhadaap 100 orang di Idi Rayeuk dan melukai seorang anak kecil yang bernama Abdul Hadi 10 tahun dan anak perempua Putri Rezeki 12 tahun serta satu orang lagi anak perempuan yang belum diketahui indentitasnya yang merupakan wara di Idi Rayeuk.
Keterangan tentang kekerasan terhadap 100 warga juga diperoleh dari seorang di Puskesmas Idi Rayeuk dr. Zuly Abdurrahman.
(Media Waspada-Medan tanggal 14 Agustus 2000).
2. Angkasa Idrus di Aceh Pidie
Angkasa Idrus warga Padang Tiji Aceh Pidie, ditahan oleh satuan tugas selama lima malam. Sebagai syarat untuk lepas dari tahanan korban dimintai uang sejumlah Rp: 300. 000.
Alasan Penahanan dan tanggal kejadian tidak diketahui, sedangkan sumber berita berdasarkan laporan press realease dari wakil koordinator Pemraka Ridha Rantau di Banda aceh pada tanggal 2 Agustus 2000.
SUMBER INFORMASI : Media Waspada-Medan tanggal 4 Agustus 2000.
Syamaun, warga Kecamatan Nurusalam Kabupaten Aceh Timur dipukul oleh satuan tugas dalam sengketa perkebunan di Perkebunan Inti Rakyat (PIR M7). Akibat penyiksaan yang dilakukan oleh satuan ini korban menglami ganguan mental dan psikologis.
Sumber berita diperoleh dari Press realease Pemraka Banda Aceh yang ditandatangani oleh Radhi Rantau di Banda Aceh pada tanggal 2 Agustus 2000.
KOMENTAR : Perlu dicari data lebih lanjut dari korban dan tanggal kejadian dan data satuan pelaku penyiksaan.
SUMBER INFORMASI : Media Waspadaa-Medan tanggal 4 Agustus 2000.
Dua warga tewas ditembak oleh Brimob BKO dalam sebuah tembak-menembak di Desa Ulee Batee Kecamatan Syamtalira Bayu Aceh Utara. Kedua korban adalah Ali Murtala 18 tahun, Penduduk Desa Ulee Meuria Kecamatan Syamtalira Bayu dan Bakhtiar 20 tahun warga Desa Pulo Blang Kecamatan Meurah Mulia Aceh Utara.
Alasan penembakan terhadap kedua korban karena dituduh anggota Acheh Merdeka oleh pihak Brimob yang beroperasi di kecamatan Syamtalira Bayu pada tanggal 5 Agustus 2000.
REMARK : Ketertangan dari kapolres Aceh Utara, Superintendent Abadan Bangko kedua korban dituduh terlibat dalam organisasi Gerakan Acheh Merdeka, namun pihak Brimob tidak berhasil menyita barang bukti dari kedua tersangka yang sudah meningal tersebut.
SUMBER INFORMASI : Media Indonesia Tanggal 7 Agustus 2000.
Kunto Hari Purnomo, hakim yang baru dilantik di Banda Aceh, hilang dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Tapaktuan pada tanggal 25 Juni 2000.
Ketua Pengadilan Tinggi Aceh Karjono Darnoatmojo mengatakan, korban pada tanggal 25 Juni 2000 meninggalkan Banda Aceh menuju Tapaktuan. Karena korban mendapat tugas baru menjadi hakim di Pengadilan Negeri Tapaktuan. Karena korban tak pernah tiba di Tapaktuan dan hilang kontak dengan istrinya Lusiana di Jakarta kemudian melaporkan kehilangan hakim ini pada polisi.
Sumber dari Pengadilan Negeri Di Tapaktuan mengatakan, Korban pernah menelpon ke Kantor pada tanggal 24 Juni 2000 namun korban tidak pernah sampai ke Tapaktuan.
REMARK : Kepala Dinas Polda Aceh, Superintendent Sayed Husaini, pihak polisi sudah berusaha mencari korban namun tidak pernah ditemukan.
SUMBER INFORMASI : Media Kompas-Jakarta tanggal 10 Agustus 2000.
6. Pengiriman 628 TNI-AD ke Aceh
628 Anggota TNI-AD dari kesatuan Brigade Infantri (Brigif) 15 Batalyon 312 Kalak Hitam, Kodam III Siliwangi Jawa Barat tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 12 Agustus 2000. Kedatangan angota TNI di sambut oleh Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs Dedy Sumantyawan.
Personil itu akan ditempatkan di Aceh Utara bahagian tengah sebanyak 414, untuk menggantikan Paasukan Linud 100 dari Medan, sedangkan 214 personil akan diturun kan di Pelabuhan Malahayati Banda Aceh . Brigif 15 Batalyon 312 dalam tugas di Aceh di pimpin oleh Dan Yon Mayor Inf Dadang K.
7. Penembakan
Asnawi Alamsyah di Matang Jurong Aceh Utara
Asnawi Alamsyah 29 tahun, Warga Desa Matang Jurong Kecamatan Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara tewas ditembak oleh orang yang tidak diketahui pada tanggal 11 Agustus 2000 di Pantonlabu. Korban mengalamiluka tembak di beberapa tempat di tubuh korban.
Alasan penembakan dan pelaku penembakan tidak diketahui.
REMARK : Sedangkan Pihak gerakan Aceh Merdeka, korban bukan anggota GAM.
SUMBER INFORMASI : Media Waspada-Medan tanggal 13 Agustus 2000.
Marzuki Yunus 25 tahun, warga Meunasah Leubok b ekerja sebagai petani dan Yusha bin Tgk. Sukon 23 tahun bekerja sebagai supir beko, warga Teupin Gajah Kecamatan Tanah Jambo Aye, ditangkap dan ditembak oleh satuan tugas yang beroperasi di Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara 7 kilometer arah utara kota Pantonlabu pada tanggal 13 Agustus 2000.
Marzuki Yunus ditangkap ketika berada disalah satu kedai di Jambo Aye dan Yusha ditangkap di jalan umum yang disisir oleh satuan tugas, korban saat ditangkap mengendarai sepeda motor melewati daerah Jambo Aye. Kedua korban sebelum dibunuh terlebih dahulu mendapat peyiksaan dengan menggunakan bayonet di seluruh tubuh korban terdapat luka-luka.
Alasan Pembunuhan terhadap kedua korban tidak diketahui.
SUMBER INFORMASI : Media Waspada-Medan tanggal 14 Agustus 2000.