Buleun October 1990

 

Anonim satu tubuh manusia di Jembatan Sungai Bukit Batu

 

Hari Rabu pagi pekan lalu, Arifin dan Dasirun keduanya warga Dusun III Bukit Batu Desa Halaban Kecamatan Besitang Provinsi Sumatera Utara. Kedua warga yang betempat tinggal di pedesaan yang berjarak 120 km dari Medan, menemukan satu tubuh manusia yang tersangkut di sela-sela pohon bakau di bawah jembatan Sungai Bukitbatu Desa  Halaban Kecamatan Besitang Provinsi Sumatera Utara. Setelah menerima laporan, anggota Polisi Sektor Besitang, mengambi mayat tersebut. Diperkirakan mayat tersebut berusia 50 tahun. Ciri-ciri tubuh manusia ini adalah, kedua jempol kakinya diikat jadi satu, lututnya didikat dengan kain panjang  yang disobek. Selain itu pada tubuh korban yang diangkat dari dalam air juga menggunakan celana dalam warna abu-abu. Pada tubuh korban ditemukan bekas penyiksaan berat, daun telinga korban sudah tidak ada, batok kepala bagian atas bolong, seperti bekas tusukan besi bulat, kata saksi yang bernama Arifin berumur 30 tahun.

 

Sumber: Majalah Tempo Jakarta tangggal 20 Oktober 1990.

 

 

140 Warga dibebaskan di Lhokseuma

 

140 orang warga yang berasal dari tiga Kabupaten di Provinsinsi Acheh dibebaskan oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI H.R Pramono pada hari Jumat di Gedung DPRD Lhokseumawe.  Nama-nama korban yang dibebaskan diserahkan kepada Wakil Gubernur Aceh, T Johan dan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing bupati di tiga Kabupaten.

Korban yang dilepaskan sebelumnya ditahan oleh ABRI dengan tuduhan terlibat gerakan Acheh Merdeka dan kemudian mereka disumpah untuk selalu setia pada Indonesia.

 

UMBER INFORMASI : Media Merdeka Jakarta tanggal 1 Oktober 1990

 

 

Anonim tiga tubuh manusia Seumadam

 

Tiga Tubuh manusia yang tidak diketahui indentitasnya ditemukan di bawah pohon karet  pinggir Jalan Lintas Sumatera atau bertepatan  di desa Seumeudam  Kecamatan Kejuruan Muda  Kabupaten Aceh Timur atau 15 km dari perbatasan Sumatera Utara dengan Acheh. Ketika korban yang telah meninggal dunia tersebut ditemukan pada tanggal 12, 15 dan 16 September 1990,  dengan kondisi tubuh korban yang sudah rusak,  diperkirakan ketiga korban mengalami penyiksaan berat. Korban yang ditemukan pada tanggal 16 September 1990

 

SUMBER INFORMASI : Majalah TEMPO Jakarta tanggal 20 Oktober 1990.

 

 

 

Anonim satu tubuh Manusia di Parapen Medan

 

Pada tanggal 28 September 1999, Penduduk Desa Perapen Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, menemukan  mayat berkulit hitam manis yang hampir menbusuk. Pada tubuh korban terdapat bekas penyiksaan, kepala korban berlubang dengan leher koyak bekas sayatan.

Tanpa Pemeriksaan di rumah sakit, mayat ini dikuburkan oleh penduduk.

 

REMARK: Keterangan Kepala Dir-as Penerangan Polda Sumatera Utara, Letnan Kolonel Yusuf Umar mengatakan, mayat-mayat yang ditemukan di Daerah Medan  Juga tidak dikenal.

KETERANGAN: Berdasarkan Jenis Penyiksaan terhadap korban yang pada dasarnya terdapat luka tempat dan peluru di kepala korban, maka para  korban diduga  berasal dari Aceh. Korban-korban ini ditangkap dan dibunuh oleh ABRI di Medan, dengan tuduhan terlibat dalam Gerakan Acheh Merdeka.

 

SUMBER INFORMASI : Majalah Tempo Jakarta tanggal 20 Oktober 1990.

 

 

 

Anonim dua Tubuh Manusia di Desa Tungguron

 

Dua mayat ditemukan di tengah rimbunan tanaman tebu, milik PTP IX, di Desa Tunggurono Kecamatan Medan Timur  Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara. Kedua mayat yang  ditemukan pada tanggal 6 Oktober 1990 tersebut dikubur sisatu lubang dengan kedalaman 85 cm. Tangan kedua korban dipuntir kebelakang dan diikat dengan tali plastik. Matanya ditutup kain hijau, mulutnya disumbal dengan kain panjang yang melilit keseluruh tubuh.

Ciri-ciri korban adalah  kulit hitam manis, memakai kaus oblong dan celana jin. Kedua korban mengalami lubang dibagian kepala.

Keterangan Kepala Dir-as Penerangan Polda Sumatera Utara, Letnan Kolonel Yusuf Umar, mayat-mayat yang ditemukan di Daerah Medan  Juga tidak dikenal.

 

KETERANGAN: Berdasarkan Jenis Penyiksaan terhadap korban yang pada dasarnya terdapat luka tempat dan peluru di kepala korban, maka para  korban diduga  berasal dari Aceh. Korban-korban ini ditangkap dan dibunuh oleh ABRI di Medan, dengan tuduhan terlibat dalam Gerakan Acheh Merdeka.

 

SUMBER INFORMASI : Majalah Tempo Jakarta tanggal 20 Oktober 1990.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anonim Satu Tubuh Manusia di Dekat Desa Halaban

 

Pada tanggal 19 September 19990, tidak jauh dari tempat ditemukan mayat di Desa Halaban- Sumatera Utara,  satu mayat ditemukan dengan bekas penyiksaan alat vitalnya dipotong.

REMARK: Keterangan Kepala Dir-as Penerangan Polda Sumatera Utara, Letnan Kolonel Yusuf Umar mengatakan, mayat-mayat yang ditemukan di Daerah Medan  Juga tidak dikenal.

KETERANGAN: Berdasarkan Jenis Penyiksaan terhadap korban yang pada dasarnya terdapat luka tempat dan peluru di kepala korban, maka para  korban diduga  berasal dari Aceh. Korban-korban ini ditangkap dan dibunuh oleh ABRI di Medan, dengan tuduhan terlibat dalam Gerakan Acheh Merdeka.

 

SUMBER INFORMASI : Majalah Tempo Jakarta tanggal 20 Oktober 1990.

 

 

BACK

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1