Gubernur GAM wilayah Pasee Ditembak di Matang Sijuek :
Pada hari Minggu pagi minggu pertama bulan Juli
tahun 1990, pasukan ABRI menembak hingga meninggal Yusuf A.B, di Matang Sijuek
Kecamatan Baktya Kabupaten Aceh Utara.
Yusuf yang memegang jabatan gubernur wilayah Pasee, mengalami luka di
leher dan dua peluru mengenai dada korban. Selain Yusuf, seorang pengawal
korban yang tidak diketahui namanya di tangkap oleh pasukan ABRI.
Korban yang ditangkap di sebuah rumah ditengah
hutan Matang Sijuek, di rumah tersebut
dijadikan tempat berlindung dan untuk kantor. ABRI juga berhasil menyita satu
pucuk senjata api dan dokumen-dokumen
hasil notulensi.
SUMBER
INFORMASI : Majalah Tempo Jakarta tanggal 14 Juli 1990.
Mobil Minibus milik PTP V Krueng Pase ditembak di
dalam perjalanan dari mengambil uang gaji pegawai di bank di Lhokseumawe,
ketika menuju ke PTP V Krueng Pasee, tepatnya di Kecamatan Tanah Pasir
Kabupaten Acheh Utara. Penembakan yang terjadi pada hari Jumat tanggal 29 Juni
1990 jam 17.30 WIB, menewaskan tujuh orang penumpangnya.
Para-korban adalah, Alwis 23 tahun dan Syamsul
Arifin 28 tahun, keduanya adalah karyawan PTP V Krueng Pasee, Suryaningsih 23
tahun dan anaknya yang berumur 8 bulan bernama Armansyah, Suryaningsih adalah
penduduk Jalan Lilawangsa Kecamatan Bandasakti Lhokseumawe dan Nasrul 28 tahun
Penduduk Desa Hagu Selatan Kecamatan Banda Sakti kabupaten Acheh Utara serta
dua korban lainnya yang juga meninggal tidak diketahui indentitas.
Sumber
dari Keterangan dari Kepala Penerangan
Kodam I/Bukit Barisan Letkol (Inf) Achmad Sujai mengatakan peristiwa penembakan
yang dilakukan oleh Gerakan Acheh Merdeka.
SUMBER INFORMASI :Media KOMPAS Jakarta tanggal 1
Juli 1990.
Seorang warga yang bernama Iskandar berumur 35 tahun
ditembak oleh satuan ABRI, ketika mengendarai sepeda motor dengan temannya,
temanya berhasil meloloskan diri.
Korban yang di tembak pada hari Minggu dinihari
tanggal 1 Juli 1990 di Desa Sei Lueng Kecamatan Langsa Kabupaten Acheh Timur,
Korban dibunuh dengan cara menembak-nya hingga tewas, IS adalah warga Sei Pauh Kecamatan Langsa
Kabupaten Aceh Timur, dituduh terlibat Gerakan Acheh Merdeka.
Korban
meninggal dalam sebuah tembak-menembak dengan
satuan ABRI, keterangan Kepala Penerangan I/Bukit Barisan Letkol Achmad
Sudjai.
SUMBER
INFORMASI : Media KOMPAS Jakarta tanggal 2 Juli 1990.
Satu orang warga yang bernama Yunus Penduduk Lhueng Sa Simpang Ulim,
ditembak hingga meninggal oleh satuan
ABRI pada tanggal 6 Juni 1990. Selain itu ABRI juga menangkap dan menahan lima
korban lainnya yaitu, Adnan, Jamaluddin, Basri, Syafei beserta seorang pemilik
rumah yang bernama Bachtiar Ismail.
Para-korban ditangkap di rumah Bachtiar Ismail pada
jam 06.00 WIB di Desa Alue Bawe Kecamatan Langsa Kabupaten Aceh Timur.
SUMBER
INFORMASI : Media Suara Pembaharuan Jakarta tanggal 6 Juli 1990
Pernyataan Panglima ABRI di Depan DPR masalah Aceh.
Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutisno mengatakan,
telah menangkap dan menahan anggota Gerakan Acheh Merdeka di Aceh. Para-korban
ditangkap dalam sebuah operasi sejak Bulan April sampai Juni 1990. Keterangan
ini dikatakan oleh Try pada Rapat kerja dengan antara ABRI dengan Komisi I DPR
RI di Jakarta tanggal 09 Juli 1990.
SUMBER
INFORMASI : Media Suara Pembaharuan Jakarta tanggal 10 Juli 1990.\
President Repoblik Indonesia, Soeharto memerintahkan
Pimpinan ABRI untuk segera mengatasi persoalan yang ditimbulkan oleh perlawanan
oleh Gerakan Acheh Merdeka di Aceh dan akan lebih banyak pasukan ABRI
ditempatkan di daerah Aceh.
Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Aceh
Ibrahim Hasan kepada wartawan setelah melaporkan keadaan di Aceh pada Presiden
di Bina Graha Jakarta hari Rabu, bulan
Juli 1990.
SUMBER
INFORMASI :Berita Antara Jakarta tanggal 11 Juli 1990.
Anwar ditembak oleh ABRI di Alue Nireh
Seorang warga ditembak hingga meninggal oleh satuan
tugas ABRI dalam suatu operasi di Desa Alue Nireh Kecamatan Peureulak Kabupaten
Aceh Timur pada hari Selasa tanggal 17 Juli 1990. Korban yang bernama Anwar 23
tahun, dituduh sebagai anggota sayap militer GAM oleh Pangdam I/Bukit Barisan
Mayor Genderal TNI R.Pramono, melalui Kapendamnya, Letnan Colonel Achmad
Soedjai pada hari Rabu tanggal 18 Juli 1990.
Anwar ditembak dalam sebuah tembak-menembak dengan
satuan ABRI Di Alue Nireh, kata ABRI.
Sumber
Informasi: Media Suara Karya Jakarta tanggal 19 Juli 2000.
Tiga warga, masing-masing Abdullah Hamid 30 tahun,
Burhan bin Tawang 18 tahun dan satu orang lainnya tidak diketahui
indentitasnya. Ketika korban tewas ditembak oleh satuan ABRI di Desa Aluee
Batee Meuasah Kecamatan Geulumpang Kabupaten Aceh Pidie pada tanggal 18 Juli
1990. Satu warga lainnya yang bernama Alamsyah mengalami luka-luka dan dirawat
di rumah sakit.
Para-korban ditembak oleh satuan ABRI karena dituduh
terlibatdalam anggota Gerakan Aceh Merdeka.
SUMBER
INFORMASI : Media Suara Pembaharuan Jakarta tanggal 21 Juli 1990.
Abdullah Ismail bin Ibrahim 30 tahun Panglima Sago
(pimpinan GAM untuk tingkat kecamatan) pada hari Rabu tanggal 25 Juli 1990
menyerahkan diri ke Korem 011/Lillawangsa di Lhokseumawe. Korban berasal dari
Desa Meunasah Manyang Kandang Kecamatan Muaradua Kabupaten Aceh Utara.
Alasan korban menyerahkan diri karena terus-terusan
dikejar oleh satuan tugas ABRI yang beroperasi di Acheh, kata Pangdam I Bukit
Barisan Major Genderal TNI H.R Pramono.
SUMBER
INFORMASI : Media KOMPAS Jakarta tanggal 27 Juli 1990.
Penembakan enam
warga di Ulee Rubek Barat
Ismidar 25 tahun dan Ibrahim bin Ismail 28 tahun
tewas ditembak oleh satuan ABRI, selain itu Alibasyah 55 tahun, Sukri 34 tahun,
Nurdin 30 tahun penduduk Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seuneudon dan Mahdi
Amin 30 tahun Penduduk Ulee Rubek Timur Kecamatan Seuneudon. Keempat korban
mengalami luka-lauka berat dan dirawat di rumah sakit Lhokseumawe Aceh Utara.
Keenam korban ditembak oleh satuan ABRI dalam sebuah
operasi penyergapan di Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seuneudon Kabupaten Aceh
Utara pada hari Selasa tanggal 24 Juli 1990.
SUMBER
INFORMASI : Media KOMPAS Jakarta tanggal 27 Juli 1990.