655 Masyarakat Seuneudon di suruh Berikrar
655 Masyarakat Ulee Rubek dan Beberapa Desa disekitarnya di Kecamatan Seuneudon Kabupaten Aceh Utara, menyatakan ikrar setia kepada Pemerintah RI, Pancasila dan UUD 45. Ikrar dibacakan di depan Muspida Aceh Utara di stadion Rawasakti Kabupaten Aceh Utara. Ikrar yang dibacakan oleh Ibrahim Yakob 35 tahun pada tanggal 5 Agustus 1990, Yakob adalah seorang tokoh masyarakat Seuneudon. Pada Pembacaan Ikrar itu yang dibacakan di depan Kasrem Lilawangsa, Letkol (Inf) Aahmad Affandi, Bupati Aceh Utara, Ramli Ridwan SH, serta Dandim Letkol (Inf) Sujiono BS.
Para masyarakat dari Kecamatan ini, disuruh mengutuk
dan disuruh membunuh setiap anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GAM) oleh ABRI.
SUMBER
INFORMASI : Media KOMPAS Jakarta tanggal 06 Agustus 1990.
Menteri Koordinator Politik Keamanan (Menko Polkam),
Sudomo seusai meminpin rapat Rakor Paripurna Bidang Polkam mengatakan, “Masalah
Keamanan di Acheh sekarang sudah sampai pada tingkat penyelesaian akhir secara
menyeluruh. Pemimpin-pemimpin GPK (GAM) sudah tertembak mati, ketenamgan
masyarakat pun tenang kembali.
Ucapan ini dikeluarkan Sudomo setelah menerima
laporan dari Panglima ABRI, Jenderal
Try Sutrisno pada rapat bulan Agustu 1990.
SUMBER
INFORMASI : Media Angkatan Bersenjata Jakarta tanggal 7 Agustus 1990.
Menteri Koperasi Bustanil Arifin menilai munculnya
GAM di Aceh disebabkan berkembangnya informasi yang simpang-siur, mengenai
beberapa kebijaksanaan pemerintah seperti pencabutan pelabuhan bebas Sabang,
pemindahan Kodam Iskandar Muda Banda Acheh ke Kodam I/Bukit Barisan, Pencabutan
SKBT (Surat keterangan Bekas Tentara) bagi sebagian anggota Veteran Acheh,
penempatan transmigrasi yang disertai dengan berbagai kemudahan dan masalah
tenaga kerja.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh Bustanil di Anjong
Monmata Banda Acheh Selasa Malam tanggal 7 Agustus 1990, di depan tokoh
masyarakat Acheh.
SUMBER
INFORMASI : Media SUARA KARYA Jakarta tanggal 10 Agustus 1990.
Satuan ABRI menangkap Ja’far yang berumur 45
tahun warga Matangkuli Kabupaten Acheh
Utara, pada tanggal 9 Agustus 1990 hari
Kamis. Korban ditangkap dan ditahan di Makorem 011/Lilawangsa dengan tuduhan
korban bersama pengikut-nya adalah anggota Gerakan Acheh Merdeka dan ikut
melakukan perampokan.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI R. Pramono
melalui Ka Pendam I/BB Letkol Inf Drs Achmad Soedja’I, dalam keterangan persnya
korban adalah kelompok GAM di Daerah Matangkuli.
SUMBER
INFORMASI : Media Angkatan Bersenjata Jakarta tanggal 11 Agustus 1990.
Seorang Anggota Gerakan Acheh Merdeka yang menjabat
Panglima Sagoe Wilayah Kuta Sentang Pasee,
bernama M.Yusuf Abdullah berumur 37 tahun penduduk Desa Gleumpang
Bungkouk Kecamatan Baktya Kabupaten Aceh Utara. Korban Menyerahkan diri ke
Korem II/Lilawangsa Aceh Utara pada tanggal 9 Agustus 1990 hari Kamis, karena korban
tidak mampu lagi bertahan dari kejaran satuan ABRI.
SUMBER
INFORMASI : Media SUARA KARYA Jakarta tanggal 13 Agustus 1990.
497 Warga di Kecamatan Nism kabupaten Aceh Utara
menyerahkan diri ke Kantor Koramil Krueng Geukueh Kabupaten Aceh Utara pada
hari Rabu tanggal 15 Agustus 1990.
Para-warga yang menyerahkan diri ini juga didampingi
oleh para kepala desa mereka masing-masing, ke-semua para warga itu adalah
berasal dari : Desa Cot 25 orang, Blang Dalam Tunoeng 55 orang, Blang Dalam
Geunteng 87 orang, Binjee 40 orang, Meunasah Cut 54 orang, Meunasah Krueng 21
orang, Meunasah Rayeuk 44 orang, Meunasah Meucat 44 orang, Gampong Teungoh 8
orang, Cut Leupee 6 orang, Blang Poroh 10 orang dan Desa Alue Papeun 17 orang.
Camat Nisam, Ridwan Sulaiman juga ikut menyaksikan
proses ikrar para-rakyat ini sambil memberikan pidato resminya.
Keterangan penyerahan para-rakyat ini diperoleh dari
Kapendam I Bukit Barisan Letkol Inf. Drs Achmad Soedjai.
SUMBER INFORMASI : Media Karya Jakarta tanmggal 18 Agustus 1990.
Komandan Korem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf.
H.Muhammad Chan, mengatakan, aparat keamanan (ABRI) memberi jaminan keamanan
dan kerahasiaan kepada setiap anggota masyarakat yang memberi informasi
tenttang adanya tanda-tanda yang menjurus kepada kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh Gerakan Acheh Merdeka di Acheh. Pernyataan ini dikeluarkan pada
waktu penyerahan jabatan di Banda Aceh, Letkol Inf Ammy TS pada hari Senin di
bulan Agustus 1990.
SUMBER
INFORMASI : Media Merdeka Jakarta tanggal 22 Agustus 1990.