1. Penyiksaan Nurdin Abdullah di Blang Naleng Mameh
Warga Desa Blang Naleng Mameh Kecamatan Muaradua Kabupaten Aceh Utara.
menemukan seorang lelaki dalam kondisi kritis disemak-semak sekitar
lahan pertanian tidak jauh dari Pabrik
Aromatics, pada Minggu tanggal 4 Aprli 1999, sekitar pukul 01.30 WIB. Tubuh
pria yang diidentifikasi bernama Nurdin Abdullah (26) warga Desa Bugeng Kecamatan
Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, yang memakai celana jeans tanpa baju itu
dalam keadaan berlumuran darah dan penuh luka. Korban diduga merupakan korban
penganiayaan.
Pelaku dan latar penyiksaan terhadap korban tidak
diketahui.
Dua truk militer yang melintas jalan di Alue Nireh Kecamtan Peureulak
Kabupaten Aceh Timur, pada Senin
tanggal 5 April 1999. Satuan militer itu membubarkan aksi mahasiswa yang sedang
membuat grafiti referendum di jalan negara. TNI sempat menendang mahasiswa dan
masyarakat yang berada di lokasi tersebut.
Tanggal 3 April 1999, tentara juga membubarkan aksi
mahasiswa proreferendum di Desa Leuge persisnya di depan PT Telkom Peureulak,
Aceh Timur.
Kampanye referendum berupa penaikan spanduk-spanduk
serta grafiti (tulisan) di jalan-jalan dan bangunan oleh mahasiswa, pelajar,
aktifis LSM, dan masyarakat, sejak Senin (12/4/99) hingga Selasa (13/4/99)
mulai dicegah tentata. Aksi pencegahan itu bukan hanya menegangkan karena
letusan senjata, tapi juga mencederai sejumlah mahasiswa.
Menurut laporan, sejumlah mahasiswa Politeknik
Lhokseumawe menderita luka-luka karena dipukul tentara di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua pada
hari Selasa tanggal 13 April 1999. Lima
mahasiswa mengalami luka parah,
masing-masing : Hendra, Zulfikar, Yuli Asriza, M Najib, dan Said. Para
mahasiswa dipukul ketika mereka sedang menulis grafiti di badan jalan, tiba-tiba datang dua truk militer
berpenumpang sekitar 50-an tentara yang sedang melaju dari arah Lhokseumawe
berhenti dan membubarkan mahasiswa. Para Tentara itu berasal dari TNI Kesatuan
Arhanud/Denrudal Pulo Rungkom Aceh Utara.
4.Penyiksaan Tujuh Pelajar di Aceh Pidie
Satuan Tugas pada hari Senin tanggal 19 April 1999, membubarkan ribuan
massa yang berunjuk rasa ke Kantor Kodim Kabupaten Aceh Pidie setempat dengan
letusan senjata. Sekitar tujuh orang diantara ribuan pelajar Sekolah Menengah
Umum (SMU) dan SLTP di kabupaten tersebut dilaporkan menderita luka-luka,
masing-masing Yusriah (16) siswa SMUN Gleumpang Tiga, Musliadi (19) siswa SMUN
Mutiara, Kasta Munar (18) siswa SMUN Lueng Putu, Muhadir Basir (18) siswa SMUN
Mutiara, Rahmania (17) siswa SMK Sigli, Irwan (17) siswa SMU sigli, dan
Rahmaniah (17) siswi SMUN Mutiara. Kejadian itu berawal dari pencopotan spanduk
"Referendum" oleh satuan tugaspada tanggal 15 April 1999, yang
dipasang diberbagai tempat oleh massa sejak yang berlanjut dengan penahanan
rekan mereka. Kedatangan mereka dihadang satuan tugas dengan melepaskan
rentetan tembakan. Dan ketika massa pelajar berkumpul di SMUN Tijue, dengan
didampingi mahasiswa, mereka melakukan negosiasi dengan Kepala sekolah dan
mereka bersama-sama dengan massa dari Lhokseumawe mengajak ke Kodim untuk
menuntut pengembalian spanduk referendum yang diturunkan Aparat Kodim 0102
Pidie.
5. Penahanan Pelajar dan Masyarakat di Mapolres Aceh Utara
Puluhan pelajar berseragam putih abu-abu, Selasa
tanggal 20 April 1999 pukul 10.00 WIB mendatangi Mapolres Aceh Utara menuntut
delapan rekannya yang ditangkap aparat sejak Senin (19/4/99) dibebaskan.
Insiden ini berawal dari pencopotan spanduk "Referendum" oleh satuan
tugas pada tanggal 15 April 1999, yang dipasang diberbagai tempat oleh massa
sejak tanggal 13 April 1999 yang berlanjut dengan penahanan rekan mereka.
Kedatangan mereka ke mapolres dihadang satuan tugas dengan melepaskan tembakan.
Akibat penembakan tersebut dilaporkan seorang warga sipil tewas, sedangkan 5 warga sipil lainnya
mengalami luka tembak, namun indikasi terakhir menyebutkan.
Disamping itu, sekitar 300 orang pelajar dan 50
warga sipil lainnya diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk dimintai keterangan.
6. Anonim Satu Tubuh Manusia di Geudong Aceh Utara
Kembali di Aceh Utara, sesosok mayat lelaki tak dikenal ditemukan
masyarakat setempat di sekitar Geudong kecamatan Samudera, pada hari Selasa
tanggal 27 April 1999 malam. Namun dari ciri-cirinya, korban diperkirakan
berumur sekitar 30 tahun.
7. Murthala ditembak di Krumbok Aceh Utara
Murthala 40 tahun warga Desa Rancong Kecamatan Gandapura Kabupaten Aceh Utara,
ditembak ketika sedang minum kopi di
sebuah warung Desa Krumbok,pada hari
Kamis tanggal 29 April 1999 jam 8.15 WIB.
Pelaku dan alasan
penembakan terhadap korban tidak diketahui.
Sumber: