Pagi itu, tanggal 16 April 1990, dengan mengendarai sepeda motor Honda GL bernomor polisi BL 8711 AG, kedua remaja bermaksud menuju Langsa Aceh Timur. Sebelumnya korban sempat singgah dirumah nenek Sri di Geudong Aceh Utara. Setelah mereka berangkat lagi, sampai didepan kantor Polsek Simpang Ulim , mereka distop oleh para petugas gabungan ABRI yang tengah melakukan operasi. Tetapi yuliadi tidak berhenti (mungkin tidak melihat mereka disuruh berhenti), maka para satuan tugas-pun menembakan peluru ke udara, sebagai peringatan, agar korban berhenti. Tapi entah mengapa anaka muda itu nmalah tancap gas. Maka korban ditembak oleh satuan tugas ABRI itu, sehingga sepeda motornya terpental masuk selokan.
Akibat-nya, Punggung Dwi Mustikawati alias Sri yang berumur 16 tahun berlubang sebesar tinju orang Dewasa, tembus ke-dada hingga payudara sebelah kananya copot. Punggung Yuliadi 22 tahun penduduk Kecamatan Meuraxa Banda Acheh juga bolong ditembusi peluru.
Kedua korban adalah sepasang kekasih yang ditemukan oleh warga usai subuh di selokan di pinggir Jalan Raya Medan Banda Acheh, 100 meter menjelang pasar Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur.
Keluarga Korban, sangat berduka atas meninggal anaknya, bahkan Ibu Sri jatuh pingsan mendengar anaknya meninggal, mereka tidak memperoleh alasam, mengapa anak mereka ditembak. Satuan tugas dari KODIM hannya menjelaskan bahwa kedua anak-itu mengalami kecelakaan berat, sambil menyerahkan amplop berisi Rp: 100.000, kata ayah Sri. Ibrahim.
SUMBER INFORMASI : Majalah TEMPO Jakarta tanggal 28 April 1990. (Nationale
Pada tanggal 16 April 1990, juga jatuh korban lainnya yaitu, Agus Effendi 22 tahun. Korban yang ditembak sekembali pulang dari membeli nasi sahur, untuk makan sahur dengan mengendarai mobil sedan Toyota Corolla BL 97 AA. Korban sampai di Jembatan Cunda Kecamtan Muaradua Kabupaten Aceh Utara, 200 Kilometer dari Simpang Ulim, ia diberhentikan oleh ABRI.
Korban tidak berhenti dan korban ditembak, akibat satu butir peluru menembus paha Agus. Korban meninggal karena kehabisan Darah karena tidak ada yang menolong korban.
SUMBER INFORMASI : Majalah TEMPO Jakarta tanggal 28 April 1990.
Dua korban lainnya pada tanggal 16 April 1990, ditemukan tewas di Jalan Line Pipa Bukit Indah Kecamatan Muaradua Kabupaten Acheh Utara.
Dua korban yang mengalami luka, adalah seorang lelaki dengan luka ditangan dan seorang lainnya wanita mengalai cedera pada telinga. Semua korban dibawah kerumah sakit Kesrem Lhokseumawe Kabupaten Acheh Utara.
Nama-nama korban dan alamat korban tidak diketahui, sedangkan pelakunya adakah dari satuan tugas ABRI yang bertugas pada tanggal 16 April 1990.
Pihak Kodam membenarkan ada penembakan pada dini hari tanggal 16 April 1990, “para korban adalah orang-orang yang tidak mengindahkan perintah pemeriksaan indentitas”.
SUMBER INFORMASI : Majalah TEMPO Jakarta tanggal 28 April 1990.