Tiga
warga Negara Asing ditembak di Lapangan Gas Arun Acheh Utara
Koran Resmi Singapura memuat
berita di Strait Times yang ditulis oleh Paul Wee pada tanggal 7 Desember 1977.
Harian ini menberitakan bahwa dua orang warga Amerika Serikat telah ditembak oleh kaum perusuh (Indonesian
rebels) ketika sedang bekerja di lapangan gas alam Arun Acheh Utara.
Penembakan tersebut terjadi pada
tanggal 29 Nopember 1977, yang berjarak 6 Kilometer dari kota Lhoksukon di
Kabupaten Acheh Utara, sekitar 500 Kilometer dari Medan. George Pernicone 53
tahun (lahir tahun 1924) Warga negara
Amerika Serikat yang berumah di Jalan Merdeka Propinsi Sumatera Utara, tewas
ditembak. Korban yang tewas pada saat bekerja sebagai asisten pengawas dari
Kontraktor AS Bechtel Incorporation. Sedangkan
teman korban yang bernama Donald Strayer 22 tahun, meski terkena
tembakan di bagian kaki, dapat menyelamatkan diri dengan bersembunyi di dalam
semak-semak hutan. Sedangkan korban lainya adalah seorang warga Korea Selatan
yang bernama Kim Yoo Hock, luput juga dari tembakan, karena senjata tua yang
diarahkan terhadapnya tidak menyalak.
Mayat Parnicone diberitakan sudah dibawa ke AS dan dikebumikan di sana. Sedangkan Strayer, setelah diberi pertolongan di RSU Medan, esoknya diterbangkan ke Singapura, korban tidak mau lagi kembali ke Lhok Sukon, tapi ingin melamar kerja di sebuah hotel di Singapura.
Menurut sumber dari seorang
pegawai perusahaan raksasa dari Amerika yang sedang berlibur ke Singapura
meyebutkan, pelaku penembakan terhadap ketika korban berjumlah 8 sampai 10
orang perusuh yang semuanya menyandang senjata tua dan kuno serta berpakaian
seragam tentara. Selain itu juga ditemukan setumpuk pamflet yang menyatakan
kaum perusuh itu adalah anggota Acheh Merdeka atau (National Liberation Front of
Acheh Sumatera).
SUMBER INFORMASI : Majalah Tempo Jakarta tanggal 17 Desember
1977.
(Rubrik Nationale)