Tentram
Kau sungguh menawan.
Hari ini kau malu-malu tersenyum.
Memang kau seorang rupawan.
Lalu kau tawarkan secangkir minuman.
Di sisimu aku merasa tentram.
Ku pun merasakan ketenangan.
Akankah ini selamanya berlangsung?
Sampai kita jadi kakek nenek pikun.
Keindahan yang aku bayangkan.
Ketentraman yang aku inginkan.
Semuanya tlah jadi kenyataan.