Kekasih
Terpana aku.
Kau tawarkan surga yang penuh madu susu.
Terkesima aku.
Kali ini kau berbicara semanis-manisnya.
Akankah kau berbaik hati sepanjang lamanya.
Aku hidup di dunia hanya untukmu.
Tapi kau hanya tersenyum malu-malu.
Pastikah itu tanda gejala cinta sucimu.
Sungguh aku tak tahu apa maksudmu.
Aku berkeluh kesah di pangkuanmu.
Sungguh kau berbicara bernasehat tanpa tersipu-sipu.
Kau memang tempat bersandarku.
Kau sungguh tempatku menangis.
Kaulah pacarku; kaulah kekasihku.