BULAN DAN BINTANG
 
                                                             Buat dua bintang di langit
 
Andaikan kau bintang,
Kau kerlap-kerlip nun jauh di sana.
Andaikan aku bulan,
Aku pun tak bersinar terang.
 
Kala aku termenung menatap bintang,
Hanya dua bintang bersinar terang.
Seolah mereka tengah tersenyum.
Membuat hatiku semakin kagum.
 
Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Kita, kami dan kalian hanya menduga-duga lagi.
Bintang mana pilihan kita nanti.
Yang pasti, jalani saja hidup ini!
Bagai air mengalir ke hilir pasti.
 
Kala aku melihat langit,
Aku selalu bertanya sedikit.
Mengapa bintang dan bulan selalu bersamaan?
Apakah mereka memang berjodohan?
Apakah semuanya cuma kebetulan?
Yang aku tahu pasti, mereka ciptaan Tuhan.
Seperti juga kau, aku dan kalian.
 
Malam tak selalu berbintang.
Mendung kadang jadi penghalang.
Hidup tak mesti senang-senang.
Adakalanya butuh pengorbanan.
 
Kala bintang dan bulan bersatu,
Malam ini jadi semakin haru.
Andaikan kita hidup bersama.
Pastilah hidup 'kan jauh lebih bermakna
 
Kala mendung menutupi bulan dan bintang,
Malamku jadi kurang terasa berkesan.
Andaikan kalian bersaingan!
Heran, sedih dan suka lah yang aku rasakan.
 
Aku sendiri sering tak mengerti.
Kemana datang dan perginya cinta ini?
Begitu aneh, tak terduga dan eksentrik.
Masuk dari lobang celana terus ke lubuk hati.
Akankah kita mengerti kita sedang jatuh hati?
Kapankah kalian tahu kita bakal bahagia nanti?
Renung dan pikirkanlah kini!
  
 
 
This poem is fully protected by copyright. All rights 
reserved. No part of this poem may be reproduced, stored in a 
retrieval system or transmitted in any form by any means, 
electronic, mechanical, photocoying, recording or otherwise 
without prior permission from Daviq Rizal. If you do so, you 
will regret in the hereafter. 
 
 
Handwritten on 22 November 2004, at 01.00 AM

 

Hosted by www.Geocities.ws

1