Rendra: Orang-Orang Rangkasbitung Nyanyian Adinda untuk Saijah

(1) Di Kalijodo aku menyanyi di dalam hati.

(2) Saijah, akang! (3) Sebelum sepuluh tahun yang lalu (4) Akang, aku telah berdosa, (5) Tak lama setelah akang berangkat ke Sumatra, (6) Setiap kali memuncak rasa rindu (7) Pada suatu hari (8) Lalu datang surat akang dari Menggala. (9) Ya Allah, seumur hidup belum pernah keluar desa. (10) Seluruh warga desa memberi restu (11) Apa tahuku tentang jalan ke Sumatra! (12) Di waktu malam ia mengetuk pintu. (13) Malam itu ia mabil perawanku. (14) Akang, sejak malam itu di Karawaci (15) Malam itu (16) Aku pikir aku akan jadi istrinya. (17) Selanjutnya pada suatu hari (18) Bagaikan tertenung (19) Aku menjadi dagangan yang menguntungkan. (20) Di Karawaci sampai ke Merak (21) Pabrik dan pelacuran (22) Dengn tabah aku lawan penyakitku. (23) Jakarta, oh, Jakarta! (24) Hidup rasanya seperti mimpi. (25) Segala ingatan kepadamu, akang (26) Rajasinga demi rajasinga aku kalahkan. (27) Bagaikan barang rongsokan (28)Sebagai mahluk setengah bangkai (29) Akhirnya, akang (30) Kini, di malam hari (31) Ada kehangatan terasa di jidatku. (32) Akang, kamu seperti dewa. (33) Bila tembangku ini selesai, akang, Depok, 14 Januarai 1991

Return to Rendra Col.
Hosted by www.Geocities.ws

1