Feature, SebuahCerita Pendek

 

Oleh: Sandi Firly*

 

 

Barangkali tak banyak yang tahu, jauh di Provinsi Riau sana

ada sebuah kabupaten yang mayoritas penduduk aslinya

keturunan Banjar. Inilah sebuah sejarah panjang

perantauan urang Banjar di tanah Riau.

Berikut ini laporan wartawan Radar Banjarmasin

yang pekan lalu berkunjung ke sana.

 

 

Itu adalah lead atau pembuka tulisan feature di halaman utama Radar Banjarmasin, edisi Februari 2006, yang menceritakan tentang urang Banjar perantauan di Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

 

Urang Banjar perantauan yang tinggal di kabupaten terletak sekitar 400 km atau sekitar enam jam perjalanan menggunakan jasa travel mobil colt dari Pekanbaru ini sudah berdiam di sana sejak seabad lebih lalu, atau sekitar tahun 1885. Mereka adalah sekelompok suku Banjar yang terdesak akibat peperangan dengan Belanda, yang lalu meninggalkan tanah Banjar melakukan perantauan. Dan tanah yang mereka pilih adalah Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Dari beberapa daerah suku Banjar yang berdiam Indragiri Hilir seperti Martapura, Nagara, Kalua, Barabai, Rantau dan Alabio, yang paling banyak berasal dari Kandangan dan Amuntai.

 

Nah, meskipun sejarah panjang urang Banjar perantauan di Tembilan itu telah terjadi sejak seabad lebih lalu, ketika pun dituliskan di tahun 2006 ini cerita itu tetap menarik untuk dibaca. Inilah salah satu ciri tulisan feature, yakni tidak termasa atau tidak harus terikat dengan waktu atau tak mesti aktual.

 

Namun, pada umumnya, seperti juga menjadi prosedur standar dari banyak surat kabar terutama di Amerika, feature biasanya merupakan tulisan yang menganalisis, menginterpretasi dan menyajikan latar belakang dari suatu isu penting. Penyajian feature oleh surat kabar ini sebenarnya merupakan antisipasi untuk memberikannilai lebihterhadap suatu isu penting atau berita yang oleh media elektronik bisa lebih segera disiarkan.

 

Jadi, bila di tengah serbuan berita-berita di media massa, terutama di surat kabar, kita temukan sebuah tulisan yang menarik dan enak dibaca, yang ditulis dengan kesan tidaktergesa-gesaatau ba-bi-bu, bla-bla-bla, tapi tampak mengalir layaknya sebuah cerita hingga kita pun merasa sedang membaca sebuah tulisanbukan beritamelainkan cerita panjang meski jelas itu bukanlah sebuah fiksi, tulisan semacam inilah yang biasa disebut feature.

 

Berita yang ditulis dengan gaya feature ini merupakan sebuah pengembangan dalam ilmu jurnalistik. Feature sebenarnya dimaksudkan untuk menyajikan sebuah berita di dalam sebuah surat kabar secara lebih menarik di tengah persaingan dengan media elektronik macam televisi dan radio yang memiliki keunggulan kecepatan dalam penyajian berita.

 

Penulisan dengan gaya feature mampu memberikan kedalaman, arti dan perspektif. Perlakuan terhadap tulisan feature ini juga sudah cukup istimewa, yakni dengan tidak lagi hanya mengisi halaman-halaman dalam atau belakang surat kabar, tapi sudah memilikijatah tempatdi halaman utama.

 

 

Yang Membedakan Feature

 

Struktur penulisan feature sangat berbeda dengan stright news (berita lugas) yang menggunakan struktur piramida terbalik. Struktur feature organik, yakni semua bagian tulisan terjalin erat dari awal tulisan hingga ending. Dan seperti halnya dalam banyak konsep pembuatan sebuah cerita, paragraf pertama sebuah feature adalah sebuah pertaruhan; pada lead (pembuka) feature sangat menentukan minat membaca untuk melanjutkan membacanya hingga selesai atau tidakmeski juga ketertarikan pembaca juga tetap harus mampu dipikat dengan bahan yang dijadikan tulisan, dan judul.

 

Bila pada berita-berita lugas seringkali berupa sensasi-sensasi, feature biasanya seringkali adalah hal-halbiasa” yang terkadang luput dari perhatian kita. Di dalam feature memerlukan keterampilan menulis dan penggunaan bahasa, sebab itulah sajian feature terkadang mampu memberikan pencerahan, meski yang ditulis hanyalah berupa hal-hal yang remeh atau keseharian yang terasing dari benak kita, meski pada mata sekali waktu kita pernah menyaksikannya.

 

Seperti disebutkan, pembuka dalam feature sangat menentukan untuk memikat pembaca dari yang semula tidak berminat menjadi tertarik untuk membacanya. Sebab itu, banyak ragam kalimat pembuka yang bisa digunakan pada feature ini demi mengail perhatian pembaca; bisa menggunakan anekdot, penggalan dialog, paragraf deskripsi, sebuah narasi, kutipan langsung, atau malah pantun.

 

Karena struktur feature organik, maka penulis feature harus mampu menjaga kontinuitas yang tinggi dalam alur ceritanya hingga akhir. Bagian-bagian dalam feature harus tetap koheren dalam jalinan tema utama cerita yang hendak disampaikan, meski memang peralihan atau lanturan-lanturan cerita seringkali tak bisa dihindari. Namun, bila peralihan atau lanturan itu tetap merupakan bagian dari keseluruhan tema utama cerita, justru akan bisa lebih memperkaya tulisan itu sendiri.

 

Lalu Narasi

 

Dalam perkembangan penulisan feature kita juga menemukan gaya bercerita atau narasi sebagai struktur cerita yang efektif. Semula banyak yang menganggap teknik bercerita ini dikhususkan untuk penulisan feature. Namun dalam kenyataannya, teknik ini sebenarnya bisa juga diterapkan pada berita-berita kriminal, lingkungan, dan lain-lain.

 

Dalam teknik narasi ada dua dasar penulisan yang mesti dipegang. Pertama, mampu memberikan deskripsi kepada pembaca melalui detail-detail konkret seperti peristiwa, suasana, atau karakter. Kedua, penulis harus bisa merekonstruksikan suatu peristiwa hingga pembaca terbawa ke dalam suasana cerita atau malah mampu merasakan sendiri peristiwa di dalam cerita itu. Hal cukup penting di dalam penulisan narasi ini adanya penggunaan dialog-dialog, deskripsi dan anekdot-anekdot.

 

Meski bercerita, penulisan narasi bukanlah fiksi, ia tetap berpijak pada fakta meski mungkin saja ceritanya seperti sebuahcerita pendek”. Nah, sebab itu pulalah, penulis feature dalam bentuk narasi harus memiliki kemampuan yang tak jauh beda dengan penulisan fiksi.[]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disampaikan dalam Pelatihan Penulisan Artikel Populer PBS FKIP Unlam

Bahan Pustaka: Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar, Luwi Ishwara

*) Redpel Radar Banjarmasin

Hosted by www.Geocities.ws

1