|
"Diwadalkeun
ka Siluman" dan Kisah Misteri di TV |
|
Diwadalkeun ka Siluman
(Dijadikan Tumbal ed.) menceritakan tokoh Ki Merebot. Ia dijadikan tumbal oleh
Babah Lintuh. Mula-mulai jatuh sakit.
Jasadnya tergolek lemah di tempat tidur. Beberapa lama
kemudian, datang utusan alam siluman,
mengambil paksa Ki Merebot untuk dihukum kerja paksa, sebagai pengganti
kelebihan rezeki yang telah
diperolehnya dari Babah Lintuh.
Namun, berbekalkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Ki Merebot mampu bertahan di tengah tempat penyiksaan manusia yang diwadalkan. Ada yang ditusuk kepalanya, dijadikan ganjal rumah, dan sebagainya. Pokoknya, Raja Siluman menyiksa setiap orang yang diwadalkan, sebengis mungkin. Hanya Ki Merebot yang belum disiksa. Setiap detik ia selalu berdzikir kepada Allah. Ia hanya dikurung di sebuah ruangan yang segala-galanya terbuat dari jasad manusia hidup. Empat puluh hari kemudian, tiba-tiba terjadi gempa bumi. Semua bangunan jasad manusia roboh. Jasad-jasad merana itu terbebas dari alat-alat hukuman yang disandangnya. Mereka semua bangun, merubung Ki Merebot. Peristiwa tersebut membuat Ratu Siluman Damarcaang penasaran. Ki Merebot dipanggil menghadap. Terjadilah dialog. Ki Merebot berkesempatan menyampaikan bakwah Islam. Ratu Siluman tertarik. Setelah mendengar paparan Ki Merebot mengenai pokok-pokok ajaran Islam, Ratu Siluman tertarik masuk Islam. Bersama patihnya, Ki Sadun Majinji, algojo Harib Muhatib, dan seluruh warga masyarakat siluman, Damarcaang mengucapkan dua kalimat syahadat.Mengakui keesaan Allah SWT dan kenabian Muhammad SAW. |
Setelah menata kehidupan masyarkat dan negara siluman
berdasarkan aturan Islam, Ki Merebot pamitan kepada Ratu
Damarcaang untuk kembali ke alam manusia.
Diantar para pengawal hingga ke batas kota, Ki Merebot tiba di rumahnya.
Mendapatkan jasadnya tinggal kulit dan tulang.
Begitu pula kondisi fisik istrinya, yang setia menunggui
Ki Merebot selama seratus hari menderita sakit, sangat memprihatinkan. Ki
Merebot sembuh mendadak. Sehat seperti sedia kala. Kisa Ki Bantal Wulung mengungkapkan daya tuah sebuah keris pusaka, milik seorang tua yang mampu mempengaruhi jiwa anak gadisnya sehingga menunjukkan gejala penyakit aneh. Setelah gadis itu menerima keris Ki Bantal Wulung sebagai warisan, penyakitnya sembuh. Namun, ia mendapat wanti-wanti dari kakeknya agar sebatas memelihara keris itu. Jangan sampai memuja dan menyembahnya sebab yang patut dipuja dan disembah hanya Allah SWT. Alhasil, Diwadalkeun ka Siluman bukan sekedar kisah misteri yang bertujuan menakut-nakuti, sekedar mengajak meremangkan bulu roma. Bukan. Melainkan sebuah karya sastra yang mengandung ajaran moral dan tauhid, yang menonjolkan kemuliaan manusia beriman dan bertkawa sebagai mahluk Allah, dihadapan setan siluman yang juga mahluk Allah, namun memiliki harkat martabat lebih rendah. Hanya manusia tidak beriman dan maksiat saja yang menganggap jin, setan, dan genderuwo sebagai mahluk linuhung, sakti mandraguna. Seharusnya kisah-kisah model Diwadalkeun ka Siluman yang perlu diangkat ke layar TV
|
|