|
Pembaca yang
Baik |
Pada waktu membaca, mata bergerak mengikuti baris-baris bacaan dari kiri ke kanan. Pada setiap perhentian yang berlangsung sesaat secara relatif, mata mengadakan fiksasi (pemusatan penglihatan) dan pada waktu itulah citra huruf terbentuk pada fovea dan informasi dari bacaan diserap.
Daerah fiksasi terbagi atas dua bagian, yaitu daerah tempat citra bacaan terlihat paling jelas dan derah yang citra bacaan lainnya tidak begitu jelas. Daerah pertama disebut daerah fokal dan derah kedua disebut daerah feriperal. Kedua derah fiksasi inilah yang disebut jangkauan mata. Daerah fokal itu disebut jangkauan penglihatan (yang paling jelas terlihat). Dalam jangauan penglihatan ini ada bagian informasi yang paling banyak diserap dan bagian ini disebut jangkauan pemahaman.
Baik buruknya cara membaca seseorang bergantung pada bagaimana ia melihat setiap unsur bacaan. Hal itu jelas berkaitan dengan gerak mata dalam menelusuri baris-baris bacaan yang ada. Seorang pembaca yang jelek akan melihat setiap kata dalam bacaan, sedangkan pembaca yang baik akan melihat bacaan bagian per bagian atau setiap kelompok kata dalam bacaan. Dengan kata lain, perbedaan antara pembaca yang baik dengan pembaca yang jelek terletak pada gerak mata, daya jangkau, dan lamanya perhentian pada setiap bagian bacaan.
Perhatikan bagaimana perbedaan gerak mata pada pembaca yang jelek dengan pembaca yang baik pada demonstrasi berikut.
Pembaca yang Jelek
Jakarta (Suara Karya)
Pemerintah/ mencanangkan/ target/ sebanyak/ 913.000/ wisatawan/ asing/ yang/ masuk/ ke/ Indonesia/ dalam/ tahun/ 1986/, dengan/ lama/ kunjungan/ 12.8/ hari./ Jika/ wisatawan/ tersebut/ membelanjakan/ US $85/ per/ orang/ per/ hari/ maka/ perolehan/ devisa/ mencapai/ US $993.344.000.
Demikian/ kata/ Ketua/ Umum/ Perhimpunan/ Usaha/ Taman/ Rekreasi/ Indonesia/ (PUTRI)/ pada/ hari/ ulang/ tahunnya/ yang/ ke-8/, di/ Sasana/ Adiguna/ TMII/. Peringatan/ ditandai/ dengan/ pemotongan/ tumpeng/ oleh/ seseorang/ pengurus/ putri/.
Pada contoh di atas, digambarkan bagaimana pembaca membaca. Ia membaca kata per kata. Atau dengan kata lain setiap membaca satu kata, pembaca melakukan satu fiksasi. Jadi, kalau kalimat kesatu pada paragraf pertama terdiri dari 19 kata, pembaca yang jelek akan membaca dengan sembilan kali fiksasi, sembilan belas kali lompatan, atau sembilan belas kali perhentian. Dengan demikian kegiatan membaca akan membutuhkan banyak waktu, dengan pemahaman yang belum tentu baik. Bahkan mungkin pemahamannya juga rendah.
Pembaca yang Baik
Jakarta (Suara Karya)
Pemerintah/ mencanangkan target sebanyak 913.000/ wisatawan asing yang masuk ke Indonesia/ dalam tahun 1986/, dengan lama kunjungan 12.8 hari/. Jika wisatawan tersebut/ membelanjakan US $85 per orang per hari/ maka perolehan devisa mencapai US $993.344.000./
Demikian/ kata Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI)/ pada hari ulang tahunnya yang ke-8/, di Sasana Adiguna TMII/. Peringatan/ ditandai dengan pemotongan tumpeng/ oleh seseorang pengurus putri/.
Pembaca yang baik, sebaliknya dari pembaca yang jelek, membaca tidakj kata demi kata, tetapi membaca bagian demi bagian. Pada contoh, pembaca yang baik akan membaca kalimat pertama paragraf kesatu hanya, sekali hanya dengan lima kali fiksasi. Jadi, kalau tiap fiksasi memerlukan waktu satu detik, pembaca hanya akan mengahabiskan kira-kira lima detik untuk membaca kalimat itu, tidak perlu menghabiskan waktu sembilan belas detik sebagaimana pembaca yang jelek.