|
|
|
|
daudp65 home page! |
|
|
Welcome and joint us! |
|
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
13. Teknik Membuat Catatan |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Bab ini bertujuan untuk: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MENGAPA
MEMBUAT CATATAN PENTING Pada saat Anda sedang mengikuti perkuliahan dan dosen menyajikan materi, yang sering terjadi Anda sekedar duduk dan mendengarkan, bahkan jika instruktur atau materinya menarik dan mengasyikkan. Pada saat suatu bahan dipresentasikan, sangat mungkin Anda akan selalu bisa mengingatnya. Sayang, daya ingat cepat memudar, dan suatu perkuliahan yang amat gamblang hari ini akan menjadi samar-samar beberapa minggu kemudian. Karena pada umumnya instruktur berharap Anda mengingat dan dapat menerapkan fakta-fakta dan ide-ide yang disajikan dalam setiap perkuliahan sepanjang semester itu, kita perlu membuat catatan-catatan pada saat kuliah berlangsung. Seperangkat catatan perkuliahan yang baik merupakan bahan belajar yang amat berharga dan akan memudahkan Anda memperoleh peringkat yang baik dalam suatu perkuliahan.
PERSIAPAN UNTUK SEBUAH PERKULIAHAN
Sebelum Anda bermaksud mengikuti suatu perkuliahan, penting
untuk menjadi lebih mengenal topik-topik perkuliahan dan menjadi perduli
terhadap beberapa subtopik penting serta ruang lingkup perkuliahan itu.
BAGAIMANA CARA MEMBUAT CATATAN KULIAH
Sebuah catatan kuliah yang baik harus memiliki tiga hal. Pertama, dan yang sangat penting, catatan kuliah mesti seumpama sebuah rekaman atau ringkasan poin-poin utama suatu perkuliahan. Kedua, catatan mesti memiliki detail dan contoh yang cukup sehingga Anda dapat mengingat kembali suatu informasi secara lengkap beberapa minggu kemudian. Akhirnya, catatan mesti, dalam beberapa hal, memperlihatkan secara relatif ide-ide penting yang disajikan dan mencerminkan organisasi perkuliahan.
Merekam Ide-ide Utama
Pikiran utama suatu perkuliahan bisa berupa poin-poin yang ditekankan serta diuraikan secara panjang lebar oleh instruktur. Pikiran utama juga merupakan ide pokok yang didukung detail, penjelasan, contoh-contoh, serta pembahasan umum. Sering kali, instruktur memberi banyak tanda atas apa-apa yang dianggap penting dalam suatu perkuliahan. Pembicaraan berikut sebagian kecil cara para pembicara memperlihatkan bahwa sesuatu itu penting.
Mengubah Suara: Beberapa dosen mengubah nada dan atau pola titinada suara mereka ketika mereka mencoba menekankan poin-poin utama. Suara pembicara bisa keras atau pelan dan lembut atau tinggi atau rendah ketika dia menyajikan ide-ide yang penting.
Mengubah Tempo Bicara: Pembicara bisa menurunkan tempo pembicaraannya manakala membicarakan konsep-konsep penting. Bahkan adakalanya seorang pembicara sangat memperlambat tempo pembicaraannya ketika mendiktekan suatu informasi: jika seorang pembicara menjelaskan sebuah definisi biasa berhenti sejenak antara masing-masing kata atau frasa, hal itu dilakukan guna memberi tahu bahwa definisi itu penting dan perlu Anda catat.
Mengurutkan atau Menomori Point-point: Seorang dosen bisa langsung mengungkapkan bahwa "ada tiga kasus penting" atau "empat akibat yang signifikan" atau "lima kemungkinan situasi" pada saat dia memulai pembicaraan mengenai suatu topik. Pernyataan-pernyataan itu merupakan tanda-tanda utama suatu materi. Sering, seorang pembicara lebih jauh mengidentifikasi atau menekankan bagian-bagian tertentu, fakta-fakta dan ide-ide khusus dengan menggunakan "tiga kasus" atau "empat akibat" dengan menggunakan kata-kata misalnya pertama, kedua, dan akhirnya, atau sebab pertama, sebab kedua, sebab lainnya dan akibat terakhir.
Menuliskan di Papan Tulis: Beberapa dosen akan menuliskan kata-kata kunci atau bahkan out-line atau ide-ide utama pada papan tulis saat mereka berbicara. Meskipun tidak semua ide penting dituliskan di papan tulis, Anda perlu yakin bahwa jika seorang instruktur menyisihkan waktunya untuk menuliskan kata atau frasa di papan tulis, pastilah hal itu karena dianggap penting.
Menggunakan Audiovisual: Beberapa instruktur menekankan ide-ide penting, menjelaskan saling kebergantungan, atau diagram suatu proses atau prosedur dengan menggunakan perangkat audio-visual. Misalnya penggunaan OHV atau LCD yang bahannnya telah terlebih dahulu disiapkan. Juga seorang instruktur bisa menggunakan gambar hidup, film, video tape, atau foto untuk menekankan atau mendeskripsikan ide-ide dan konsep-konsep penting.
Mengumumkan Secara Langsung: Adakalanya, seorang instruktur akan langsung mengumumkan bahwa ide atau konsep tertentu itu penting. Ia atau dia mungkin memulai dengan mengatakan, "Hal yang penting Anda ingat adalah..." atau "Satu fakta penting yang harus Anda camkan dalam otak adalah..." Instruktur mungkin juga memberikan isyarat bahwa informasi tertentu akan ditanyakan saat ujian. Pastikan memberi tanda pada isyarat itu dalam catatan. Tandailah dengan tanda asterik (*) atau tulis "kemungkinan diujikan" pada margin.
Menggunakan Tanda Nonverbal: Beberapa pembicara biasa menggunakan sejumlah tanda nonverbal sebagaimana menggunakan tanda verbal untuk menjelaskan hal-hal yang dianggap penting.Sering dosen mengembangkan tanda-tanda bahwa sesuatu itu penting dengan cara melakukan gerakan atau kegiatan ketika mengatakan kata tertentu. Beberapa pembicara akan berjakan ke hadapan audien ketika mejelaskan poin utama. Lainnya mungkin menggunakan gerakan tangan, memegang meja, atau melangkah mundur dan seterusnya ketika menjelaskan ide-ide kunci. Meskipun setiap pembicara memiliki gaya yang berbeda, umumnya pembicara menggunakan beberapa tipe tanda nonverbal.
LATIHAN
Petunjuk: Pilih satu instruktur Anda dan analisis gaya dia atau ia mengajar.Ikuti satu perkuliahan, dan sebagaimana Anda sudah buat catatannya, coba indentifikasi bagaimna dia atau ia membawa Anda mengetahui bahwa sesuatu itu penting. Setelah kuliah, coba analisis instruktur Anda dengan berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apakah instruktur itu mengubah suaranya? Kapan? Bagaimana? 2. Bagaimana rentang tempo bicaranya? 3. Apakah isntruktur membuat daftar poin-poin penting? 4. Apakah instruktur menggunakan papan tulis? 5. Apakah ia atau dia langsung menunjukkan hal-hal yang penting? 6. 6. Apa tanda-tanda nonverbal yang diberikan sang instruktur?
Merekam Detail dan Contoh
Satu hal yang sulit dalam membuat catatan adalah memutuskan
berapa banyak detail yang perlu disertakan pada setiap ide utama. Tak pelak
lagi, Anda tidak dapat mencatat segalanya karena dosen biasanya berbicara
rata-rata 125 kata per menit. Bahkan jika Anda dapat membuat singkatan,
hampir mustahil Anda bisa merekam semua yang dikatakan sang dosen. Karena
itu, Anda perlu selektif dan hanya merekam detail khusus yang dianggap
penting. Secara sederhana, patokannya rekam ringkasan sebuah frasa dan
masing-masing sertai dengan detail secukupnya. Coba catat sebuah frasa serta
detailnya yang langsung menjelaskan atau memberi klarifikasi terhadap
pikiran utama.
Merekam Organisasi Perkuliahan
Pada saat Anda mencatat ide-ide utama dan detail penting dari
satu perkuliahan, cobalah organisasi atau susun catatan Anda hingga
dengannya Anda mudah melihat bagaimana organisasi suatu perkuliahan. Dengan
merekam organisasi perkuliahan, Anda akan bisa menentukan secara relatif
ide-ide penting, dan Anda akan bisa memperkirakan mana yang perlu Anda beri
perhatian lebih saat belajar atau mereview untuk suatu ujian.
Topik utama Ide Utama detail detail contoh Topik utama Ide Utama detail detail detail Topik utama Ide Utama detail contoh
Perhatikan contoh di atas sekilas tampak seperti sebuah
out-line, tetapi tanpa menggunakan angka Romawi (I, II, dan III), huruf
besar (A, B, dan C), atau angka Arab (1, 2, dan 3) yang biasa digunakan
sebuah out-line. Juga tampak sistem pembuatan catatan itu sama persis dengan
tujuan pembuat sebuah out-line --yang memisahkan antara informasi penting
dengan yang kurang penting. Sistem indentasi seperti ini, sebagaimana sebuah
out-line, tampak dengan sekilas kita bisa tahu bahwa suatu ide atau fakta
itu penting. Jika sebuah organisasi perkuliahan jelas, Anda jug bisa saja
menggunakan angka atau sistem huruf sebagai tambahannya. (Contoh)
Tips untuk Membuat Catatan Lebih Mudah
Jika Anda hendak merekam ide-ide utama, detail, dan contoh, dengan menggunakan sistem indentasi untuk menggambarkan organisasi perkuliahan, perlu mencatatnya secara tepat.Ada sejumlah tip yang dapat Anda ikuti dalam membuat catatan agar lebih mudah, agar cacatan Anda lebih lengkap, dan agar belajar dan mereview Anda lebih mudah.
Buat Catatan Terpisah atau Satu Bagian untuk Masing-Masing: Anda perlu memiliki catatan untuk setiap mata kuliah bersama-sama dengan demikian Anda dapat lebih mudah mereviewnya.
Tanggal Catatan: Agar mudah merujuk kemudian, beri catatan Anda tanggal. Instruktur mungkin mengumumkan bahwa ujian akan meliputi bahan yang disajikan tanggal 5 Oktober. Jika catatan anda tanpa tanggal, Anda tidak akan tahu di mana seharusnya mulai belajar.
Sisakan Ruang Kosong: Untuk membuat catatan mudah dibaca dan lebih mudah dilihat orgnisasinya, sisakan tempat kosong secukupnya. Jika Anda mengetahui bahwa ada definisi atau detail yang terlewat, sisakan tambahan ruang kosong. Anda capat mengisinya kemudian dengan terlebih dahulu mengecek kepada teman atau melihat kembali catatan Anda.
Tugas: Adakalanya seorang insruktur akan mengumumkan sebuah tugas atau tanggal tes pada pertengahan perkuliahan. Sudah barang tentu hal itu akan Anda catat, tetapi untuk lebih meyakinkan beri tanda "Tugas" atau "Tanggal Tes" pada margin dan dengan demikian Anda akan mudah menemukannya dan mentransfernya pada buku catatan tugas-tugas.
Tandai Ide-ide yang Kurang Jelas: Jika seorang instruktur menyampaikan fakta atau ide yang kurang jelas atau yang Anda kurang paham, beri tanda tanya (?) pada margin. Kelak, tanyakan hal itu kepada instrukur atau kepada teman-teman Anda.
Duduklah di Bagian Depan Kelas: Terutama di ruang kuliah yang luas, lebih menguntungkan untuk duduk dekat bagian depan. Di bagian depan Anda akan bisa melihat dan mendengar instruktur --Anda dapat memelihara kontak mata dan mengamati raut wajah serta tanda-tanda nonverbal sang instruktur. Jika Anda duduk di bagian belakang, mungkin Anda akan menjadi bosan, dan mudah sekali terganggu oleh orang-orang yang berada di depan. Karena orang duduk antara Anda dan instruktur Anda, perasaan ada jarak akan tercipta. Anda akan merasa bahwa sang instruktur tidak berbicara dengan Anda.
Jangan Merencanakan Mengkopi Ulang Catatan: Beberapa mahasiswa mencatat tergesa-gesa, tidak perduli dan kemudian mengkopi ulang catatanya senja hari. Mereka merasa mengkopi ulang membantu mereka mengulang informasi dan berpikir bahwa cara seperti itu baik. Sesungguhnya, mengkopi ulang sering menjadi sebuah proses yang mekanis yang menyita banyak waktu, tetapi sedikit sekali menggunakan pikiran. Waktu yang dihabiskan untuk mengkopi ulang dapat lebih baik dimanfaatan untuk mereview catatan itu sebagai cara untuk mengantarkan Anda membaca bab kemudian.
Hindari Penggunaan Tape-Recorder dalam Perkuliahan: Sebagai usaha yang maksimum untuk mendapatkan catatan yang lengkap dan akurat, beberapa mahasiswa berusaha menempuh jalan dengan cara merekam setiap perkuliahan. Sehabis kuliah, mereka putar kembali rekaman itu dan mencatatnya, memutar dan menyetop tape seperlunya. Namun, teknik begitu membuang-buang waktu dengan amat sangat berlebihan dan sangat tidak efisien dibandingkan dengan jumlah hasil belajar yang bisa diperoleh. Dengan menggunakan sistem rekam, seorang mahasiswa harus menghabiskan sekurang-kurangnya tambahan waktu satu jam untuk memutar ulang untuk setiap jam dia mengikuti perkuliahan hanya sekedar agar catatannya lengkap.
Gunakan Singkatan: Untuk mengehemat waktu, coba gunakan singkatan ketika mencatat kata-kata yang panjang atau sering dipakai. Jika mengikuti mata kuliah psikologi, Anda tidak perlu menuliskan kata p-s-i-k-o-l-o-g-i setiap kali kata itu digunakan. Akan lebih cepat jika Anda menggunakan singkatan psi. Coba buat beberapa singkatan yang sesuai dengan keperluan studi Anda. Beberapa singkatan berikut dikembangkan oleh seorang mahasiswa dalam mata kuliah manajemen bisnis. Singkatan-singkatan berikut bisa menjadi ide serta kemungkinan Anda memilihnya.Perhatikan singkatan kata-kata umum serta kata-kata khusus
Ketika Anda mulai menggunakan singkatan, pastikan Anda menggunakannya secara bertahap. Penggunaan singkatan mudah sekali menjadi berlebihan dan berakhir dengan hasil sebuah catatan yang kurang bermakna.
LATIHAN 2 Petunjuk: Pilih satu catatan kuliah yang sering Anda ikuti. Baca ulang catatan itu dan cari kata-kata atau prase yang dapt Anda singkat. Tulis beberapa pada tempat yang tersedia.
Kata Singkatan
------------ --------------- ------------ --------------- ------------ --------------- ------------ --------------- ------------ --------------- ------------ ---------------
BAGAIMANA CARA MENGEDIT CATATAN
Setelah
mencatat dalam suatu perkuliahan, jangan Anda kira itu sudah tepat dan
lengkap. Sebagian mahasiswa terbukti tidak bisa mencatat
informasi dengan benar dan mereka tidak bisa merekam sebanyak-banyaknya
rincian atau contoh seperti yang diinginkannya. Bahkan mereka yang termasuk
pencatat hebat juga mengalami problem serupa. Namun, sesungguhnya solusinya
sangat sederhana. Jangan pernah merencanakan membuat catatan yang lengkap
dan bersifat final selama mengikuti perkuliahan. Malahan, rekaman yang
dihasilkan selama mengikuti perkuliahan cukup Anda jadikan sebagai alat
bantu mengingat ide utama, detail, dan contoh. Sisakan ruang kosong; lalu
jika memungkinkan, duduklah segera setelah mengikuti perkuliahan dan review
catatan itu. Isi kolom itu dengan informasi-informasi yang terlewat.
Kembangkan, atau lengkapi dengan detail atau contoh-contoh yang bisa lebih
memperjelas. Proses itu disebut mengedit. Pada dasarnya proses itu merupakan
proses membetulkan, merevisi, dan menambahkan pada catatan agar lebih
komplit dan benar. Mengedit catatan untuk satu jam kuliah, cukup tidak lebih
dari lima sampai sepuluh menit. contoh
BAGAIMANA CARA MEMPELAJARI CATATAN
Membuat dan mengedit catatan kuliah dengan sebaik-baiknya hanya merupakan bagian dari bentuk yang harus Anda lakukan atau pelajari berkaitan dengan perkuliahan yang diberikan seorang dosen. Anda juga harus mempelajari dan mereview catatan-catatan itu agar bisa mengerjakan ujian dengan baik. Untuk mempelajari catatan kuliah coba terapkan prinsip yang sama yang digunakan dalam mempelajari bahan dalam buku teks. (1) Jangan mencoba-coba mempelajari catatan dengan membacanya dan membacanya lagi. Mengulang-ulang baca bukan merupakan teknik mereview yang efisien sebab itu memerlukan waktu yang relatif banyak untuk mempelajari sejumlah bahan. (2) Sebagaimana ketika membaca buku teks, identifikasi yang penting-penting. Anda mesti menyortir-buang apa yang akan dipelajari dan mempelajari semua informasi yang tersisa dalam catatan Anda. (3) Miliki cara untuk mengecek diri sendiri --suatu cara untuk menentukan apakah Anda mempelajari informasi yang benar-benar diperlukan. Dalam memperalajari buku teks, Anda menggunakan istilah "Recite" sebagai langkah dalam metode SQ3R untuk mengecek ingatan atas apa yang telah dibaca.Dan Anda dapat menggunakan kartu fakta atau kertas ringkasan untuk mengetes daya ingat. Untuk mempelajari catatan kuliah, ada sebuah sistem yang digunakan mirip dengan teknik belajar: biasa disebut Sistem Pengingat Tanda (Recall Clue System).
Sistem Pengingat Tanda
Sistem Pengingat Tanda (SPT) atau Recall Clue System (RCS) membuat kerja mereview dan mempelajari catatan kuliah lebih mudah dan lebih efektif. Anda akan melihat bahwa sistem itu mirip dengan teknik merangkum kata yang disajikan dalam bab 20. Untuk menggunakan SPT, ikuti langkah-langkah berikut:
1. 1. Sisakan kira 2" margin samping kiri pada setiap lembar catatan. 2. Margin itu biarkan kosong ketika Anda membuat catatan. 3. 3. Setelah Anda mengedit catatan, isi margin samping kiri dengan kata-kata dan prase rangkuman catatan yang sangat singkat.
Tanda-tanda ingatan harus berupa kata yang mampu menjadi
triger memori Anda dan membantu Anda mengingat informasi dengan lengkap yang
terkandung dalam catatan. Tanda-tanda itu berfungsi sebagai kartu ingatan.
Dia akan membantu Anda mengeluarkan, atau memanggil ulang, dari ingatan
informasi-informasi yang diberi label dengan kartu itu. Ketika Anda mencoba
mengingat informasi dalam ujian, ingatan atau tanda ingatan dalam catatan
akan bekerja secara otomatis membantu Anda mengingat informai yang
diperlukan.
Gambar
15-4 memperlihatkan contoh catatan yang telah menggunakan SPT.
Menggunakan SPT
Untuk mempelajari catatan dengan menggunakan SPT, tutup
catatan Anda dengan sehelai kertas, tampakkan hanya tanda-tanda ingatan yang
berada pada margin kiri. Kemudian baca tanda ingatan pertama dan coba untuk
menngingat informasi yang ada dalam catatan di sebelahnya. Kemudian geser
kertas ke bawah dan cek apakah Anda bisa mengingat seluruh informasi. Jika
Anda hanya bisa mengingat sebagian, tutup kembali catatan itu dan cek lagi
ingatan Anda. Teruskan cek hingga Anda merasa puas karena Anda telah bisa
mengingat semua informasi faktual. Kemudian berpindah pada tanda ingatan
berikutnya pada halaman itu, ikuti dengan prosedur pengecekan yang sama.
LATIHAN Petunjuk: Baca contoh catatan 15-6. Isikan tanda-tanda ingatan atau rumusan pertanyaan yang akan membatu Anda belajar dan mempelajari catatan itu.
LATIHAN Petunjuk: Untuk setiap mata kuliah yang Anda ambil pada semester ini, gunakan SPT sekurang-kurangnya untuk satu minggu; pastikan Anda mengulang catatan Anda itu beberapa kali, menggunakan tanda-tanda ingatan. Pada akhir minggu, evaluasi apakah sistem itu bekerja dengan baik.
1. Apa keunggulan sistem itu? 2. 2. Apakah sistem itu membantu Anda mengingat fakta-fakta da ide-ide? 3. Adakah kelemahan-kelemahan sistem itu?
RINGKASAN
Berhubung banyak instruktur di PT berharap Anda bisa
mengingat dan menerapkan fakta-fakta serta ide-ide yang disajikan dalam
perkuliahan, menjadi perlu untuk mencatatnya dengan baik, untuk mengeditnya
kemudian secara tepat, dan mengembangkan satu sistem untuk mempelajarinya
secara efektif.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
My URL: http://www.geocities.com/daudp65/
|
Email: |
|
|