|
Menandai Bagian Buku Teks |
Ketika Anda sedang menggarisbawahi paragraf dan wacana sebagaimana dijelaskan di awal bab ini, Anda mungkin sudah merasa bahwa menggarisbawahi saja belum cukup, dalam banyak kasus, untuk membedakan antara gagasan utama dan detail dan antara kedua dari terminologi baru. Anda mungin sudah melihat bahwa penggarisbawahan tidak dengan mudah memperlihatkan ide-ide yang relatif penting atau mengindikasikan keterkaitan antara fakta-fakta dan ide. Oleh karena itu, sring diperlukan untuk menandai, sebagaimana menggarisbawahi, pilihan yang sedang dibaca. Menandai bisa meliputi hal-hal berikut:
1. Menuliskan ringkasan baik berupa kata atau prasa pada margin
2. Melingkari kata-kata yang tidak diketahui maknanya.
3. Menandai definisi
4. Memberi nomor daftar ide, kasus, alasan, dan lain-lain
5. Meletakan tanda asterik (*) di bagian depan wacana penting
6. Memberi tanda tanya (?) di bagian depan wacana yang memusingkan
7. Menandai dengan catatan seperti "tanyakan pada instruktur", "baca ulang", atau "item ujian yang baik"
8. Memberi tanda panah untuk memperlihatkan saling keterkaitan
9. Membuat ringkasan dalam bentuk bagan atau diagram.
Dua versi dari paragraf yang sama disajikan berikut. Versi pertama hanya berisi penggrisbawahan, sementara pada versi kedua digunakan penggarisbawahan dan penandaan. Versi manakah yang lebih mudah menampilkan makna wacana.
Versi 1
Versi 2
Seperti dapat Anda saksikan, dalam versi kedua ada lima golongan diplomat yang gampang diidentifikasi. Dengan memberikan nomor pada setiap golongan menjadikannya segera dapat dilihat dan dibedakan dari yang lain dalam wacana.
Menggunakan Kata Ringkas
Menuliskan ringkasan kata atau prase dalam margin merupakan satu tipe penanda buku teks yang amat bernilai. Cara itu meliputi merenggut ide bersama-sama dan meringkasnya dengan kata-kata sendiri. Proses menyarikan seperti ini memaksa Anda untuk memikirkan dan mengevaluasi ketika membaca dan membuat mengingatnya lebih mudah. Menuliskan prasa ringkas juga sebagai tes yang baik atas pemahaman Anda. Jika Anda tidak mampu membangun gagasan pokok suatu bagian dengan kata sendiri, Anda boleh jadi tidak mengerti dengan jelas bagian itu. Kenyataan ini dapat menjadi semacam peringatan dini bahwa mungkin Anda tidak bisa menyelesaikan satu pertanyaan tes atas bagian itu.
Untuk memberikan ilustrasi penandaan yang efektif atas prase ringkas, contoh wacana berikut disertakan. Pertama, baca keseluruhan wacana. Kemudian lihat pada margin petunjuk-petunjuk ringkasan.
Contoh Wacana yang Ditandai dengan petunjuk ringkas
|
berbagai prinsip hidup |
Beberapa dekade ini kita melihat berbagai prinsip hidup yang menghasilkan berbagai tindakan manusia yang begitu beragam. Prinsip hidup yang dianut dan diyakini itu telah menciptakan berbaga tipe pemikiran dengan tujuannya masing-masing. Setiap orang terbentuk sesuai dengan prinsip yang dianutnya. Hasilnya bisa dianggap hebat, mengerikan, bahkan menyedihkan.
|
|
Jepang = harakiri Golden Gate case |
Di Jepang ada tujuan harakiri, tatkala seseorang merasa bersalah atau putus asa ia akan menusukkan pedang Katana dan merobek bagian lambungnya kemudian mati perlahan. Jembatan Golden Gate di San Fransisco adalah tempat bunuh diri yang paling populer di Amerika Serikat yang begitu mengagungkan paham kapitalisme, sementara Uni Sovyet runtuh karena paham komunisme.
|
|
F Drucker budak materialis Thaoisme = keseimbangan batin Carnagie = penghargaan |
Paham Peter Drucker dalam bukunya Management by Objective ternyata hanya menghasilkan budak-budak materialis di bidang ekonomi, efisiensi, dan teknologi, tetapi hatinya kekeringan dan tidak memiliki ketentraman batin, ada ssuatu yang hilang. Lalu munculah aliran Thaoisme yang mengagungkan ketentramanan keseimbangan batin, tetapi menghasilkan manusia-manusia yang lari dari tanggungjawab ekonomi. Pemikiran Dale Carnagie yang sangat mementingkan arti sebuah "penghargaan", begitu mempengaruhi jutaan orang di dunia dalam bertingkah laku, namun masih belum menyentuh sisi terdalam dari inti pemikiran, dan hasilnya adalah mendewakan penghargaan.
|
|
|
--Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, 2001: 20 |
Petunjuk ringkas sangat efektif digunakan dalam wacana yang mengandung gagasan yang panjang dan kompleks. Dalam hal ini secara sederhana kita tuliskan prasa ringkas pada margin tinimbang menggarisbawahi pernyataan entah itu yang berisi gagasan utama atau penjelasnya yang panjang dan kompleks.
Untuk menuliskan sebuah petunjuk ringkas, coba pikirkan sebuh kata atau prase yang benar-benar akurat dalam format yang singkat atas satu gagasan tertentu yang dipresentasikan dalam sebuah wacana. Kata ringkas harus menjadi "pemicu" ingatan Anda atas isi sebuah wacana.
LATIHAN 5
Petunjuk: