|
21. Pemberian Garis bawah yang Efektif |
Agar menggarisbawahi dengan efektif dan berguna bagi Anda ketika belajar dan mereview, perlu mengikuti empat petunjuk khusus: (1) jumlah informasi yang digarisbawahi harus pas, (2) garis bawah harus teratur dan konsisten, (3) harus akurat, dan (4) harus jelas mencerminkan isi bacaan. Contoh untuk setiap prinsip tersaji berikut:
Jumlah yang Digarisbawahi Tepat
Para mahasiswa sering berbuat salah dalam menggarisbawahi, kadang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika memberi garis bawah terlalu banyak, Anda akan terlalu lama membaca ulang ketika belajar. Jika yang digarisbawahi terlalu sedikit, Anda tidak akan bisa menangkap makna dari yang digaribawahi itu ketika mereview. Untuk mendapatkan ide dari masing-masing kesalahn itu, pelajari bacaan berikut.
Terlalu Banyak yang Digarisbawahi
Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanman yang akan dikembangkannya.
Nani, Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, UniversitasPajajaran, 2000:45
Terlalu Sedikit yang Digarisbawahi
Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanman yang akan dikembangkannya.
Nani, Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, UniversitasPajajaran, 2000:45
Garis Bawah yang Efektif
Pemulia harus mengenal dengan baik tanaman yang ditelitinya. Pada generasi-generasi yang masih bersegregasi, beratus-ratus bahkan ribuan tanaman yang harus diseleksi, maka pemulia harus mempunyai pertimbangan keputusan yang cepat dan tepat untuk menilai secara visual daripada dengan pengukuran-pengukuran yang teliti. Pemulia harus memiliki perasaan untuk melakukan seleksinya dan memiliki kemampuan menilai pasar bagi tanaman yang akan dikembangkannya.
Nani, Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, UniversitasPajajaran, 2000:45
Hampir semua kalimat pada paragraph pertama digarisbawahi. Untuk menggarisbawahi semua bacaan itu agar mendekati efektif jangan menggarisbawahi semuanya karena itu menandakan tidak terjadi penyortiran atau pembedaan antara informasi yang penting dengan yang tidak. Dalam paragraf kedua, hanya poin utama yang digarisbawahi, tetapi terlalu ringkas --detail mengenai hal itu tidak cukup. Garis bawah pada paragraf ketiga cukup efektif, ia mengidentifikasi ide pokok paragraf dan disertai detail yang memadai yang membuat ide pokok jelas dan dapat dimengerti.
Sebagai kaidah umum yang jempolan, coba garis bawahi tidak lebih dari seperempat sampai dengan sepertiga saja untuk setiap halaman. Hal itu akan variatif, tentu, sesuai dengan jenis dan tipe bahan bacaan. Berikut contoh penggarisbawahan lain yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pertanian semester 6, Rindu N. Pamungkas, yang baik. Perhatikan secara tepat ia hanya digarisbawahi sepertiga setiap paragraf.
SELEKSI MASA
Seleksi masa dilakukan pada populasi yang di dalamnya sudah ada beberapa tanaman homosigot. Biasanya berupa kultivar lokal. Seleksi dilakukan pada sekelompok tanaman yang mempunyai kesamaan dalam penampakkan. Penilaian berdasarkan fenotipe kemudian dicampur tanpa diadakan uji keturunan.
Pada prosedur seleksi massa, tanaman dipilihdan dipanen secara massa yang seragam untuk karakter-karakter kualitatif yang pewarisnya sederhana (simple genre), seperti warna atau pemaksaan yang perbedaan fenotifnya dapat dengan mudah dibedakan dan digunakan sebagai seleksi. Variasi genetic unuk sifat kuantitatif seperti hasil, ukuran atau kualitas, perbedaan fenotifiknya terlalu kecil untuk dapat dibedakan, dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
Walaupun disebut selksi massa namun penilaian tetap dilakukan terhadap individu tanaman dengan sifat yang diinginkan.
Seleksi bias dilakukan satu generasi atau beberapa generasi berurutan sehingga dioeroleh suatu populasi yang sifatnya sesuai dengan yang diinginkan.
Seleksi massa dapat dilakukan terhadap sifat-sifat yang ingin diperbaiki disebut seleksi massa langsung atau terhadap sifat-sifat yang secara genetik berhubungan (berkorelasi), disebut seleksi massa tidak langsung. Misalnya hasil biji berkorelasi positif dengan tinggi tanaman. Dengan diseleksi tinggi tanaman yang tinggi akan dioeroleh hasil biji yang tinggi, dengan demikian ini mengambil keuntungan dari heritabilitas yang tinggi untuk karakter tinggi tanaman misalnya.
Seleksi massa efektif dalam populasi bulk yang heterogisot dari spesies tanaman menyerbuk sendiri, merupakan metode yang cepat dan murah untuk meningkatkan frekuensi gen tertentu.
Hermiati, Pengantar Pemuliaan Tanaman, 2000:38
LATIHAN
Petunjuk: Perhatikan beberapa teks berikut. Identifikasi teks yang bergaris bawah terlalu banyak, terlalu sedikit, atau teks yang diberi garis bawah dengan baik. Tuliskan jawabannya pada garis yang tersedia!
1.
Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara
di masa
panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan
teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di
Indonesia
tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap murid,
sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang
mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu
meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan
hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara
mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.
---Beeby,
Pendidikan di Indonesia,
1982:178-179
2.
Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara di masa
panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan
teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di
Indonesia
tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap murid,
sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang
mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu
meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan
hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara
mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.
---Beeby,
Pendidikan di Indonesia,
1982:178-179
3.
Pola umumnya adalah bahwa anak-anak meninggalkan sekolah untuk sementara di masa
panen, dan ketika kembali ke sekolah ia menemukan dirinya sudah ketinggalan
teralu jauh untuk bisa mengikuti pelajaran lebih lanjut. Rata-rata sekolah di
Indonesia
tidak ditata untuk memberikan perhatian secara individual terhadap murid,
sehingga setelah sekali dua menghadapi pengalaman yang tidak menggairahkan yang
mungkin karena memang tidak punya selera lagi untuk belajar, anak lalu
meninggalkan sekolah selama-lamanya. Penyelidikan yang manapun menyimpulkan
hanya kecil kemungkinan bahwa kebosanan, tidak adanya kemajuan dan jeleknya cara
mengajar merupakan penyebab utama putus sekolah.
---Beeby,
Pendidikan di Indonesia,
1982:178-179
Mengembangkan Keteraturan dan Kekonsistenan dalam Sistem Pemberian Garis Bawah
Pada saat mengembangkan ketrampilan menggarisbawahi buku teks, Anda perlu fokus pada petunjuk yang kedua sebagai berikut: tipe informasi apa yang akan digarisbawahi dan bagaimana menggarisbawahinya. Pertama, tentukan tipe informasi yang akan ditandai. Sebelum menandai, tentukan apakah Anda hanya akan menandai gagasan utamanya saja atau apakah Anda akan menandai gagasan utama dan penunjangnya. Anda juga perlu menentukan apakah akan menggarisbawahi atau menandai batasan istilah, jika ya bagaimana Anda akan membedakannya dengan informasi lain yang ditandai dalam paragraf itu. Kedua, penting untuk menggunakan dengan konsisten apapun sistem dan tipe garis bawah yang akan diterapkan yang memungkinan Anda mengetahui maksud garis bawah itu manakala Anda mereviewnya. Jika pada suatu saat Anda menandai penunjang dan gagasan utama dan pada kesempatan yang lain hanya menandai gagasan utamanya saja, pada saat mereview Anda tidak akan yakin apa yang ditandai dalam teks dan dengan cara apa, dan karenanya Anda akan dipaksa membaca ulang sebagian besar bahan bacaan.
Anda bisa memutuskan untuk mengembangkan suatu sistem yang membedakan antara gagasan utama dan gagasan penunjang, poin utama dan informasi pendukung. Ketika mereview garis bawah yang dikerjakan dengan cara itu, Anda akan segera tahu apa poin paling penting dari suatu paragraf atau bagian, dan Anda tidak akan berkubang dalam detail, kecuali jika Anda memerlukannya. Satu di antaranya Anda bisa menggunakan double garis bawah untuk poin-poin utama dan garis bawah tunggal untuk detail. Sistem lain bisa menggunakan tanda dalam kurung untuk poin utama dan garis bawah tunggal untuk rincian. Cara ketiga mungkin Anda bisa menggunakan garis bawah tunggal untuk keduanya yakni poin utama dan penunjang akan tetapi dengan meletakkan tanda contreng (v) atau tanda asterik (*) pada margin di samping gagasan utama.
Masing-masing paragraf berikut telah diberi garis bawah dengan menggunakan satu sistem yang dianjurkan. Anda akan bisa melihat paragraf itu berbeda dalam hal tipe tanda atas suatu informasi.
|
|
Versi 1
Dalam
|
|
|
--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5 |
|
|
Versi 2 Dalam [proses rekonsiliasi], [salah satu ketakukan ialah mengingat apa yang terjadi]. Kesediaan untuk memaafkan tidak mungkin terjadi tanpa mengingat apa yang terjadi dan mendengar penderitaan akibat tidak kekerasan. Sebagai generasi yang mengalami kompleksitas peristiwa 1965, tentu penting bagi generasi tua mengisahkan apa yang terjadi. Mendesak mendengar kisah korban peristiwa 1965, anggota PKI, mereka yang dituduh PKI, simpatisan PKI dan korban kekerasan lain |
|
|
--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5 |
|
* |
Versi 3 Dalam proses rekonsiliasi, salah satu ketakukan ialah mengingat apa yang terjadi. Kesediaan untuk memaafkan tidak mungkin terjadi tanpa mengingat apa yang terjadi dan mendengar penderitaan akibat tidak kekerasan. Sebagai generasi yang mengalami kompleksitas peristiwa 1965, tentu penting bagi generasi tua mengisahkan apa yang terjadi. Mendesak mendengar kisah korban peristiwa 1965, anggota PKI, mereka yang dituduh PKI, simpatisan PKI dan korban kekerasan lain |
|
|
--Bambang A. Sipayung, Kisah Rekonsiliasi, Kompas, 28 Februari 2004: 5 |
LATIHAN 3
Petunjuk: Baca setiap paragraf atau bacaan berikut kemudian garis bawahi gagasan utama dan detail penting untuk masing-masing. Anda dipersilakan mencoba berbagai macam sistem penggarisbawahan untuk latihan berikut.
1.
2
3
4
5
Menggaris Bawahi dengan Akurat
Petunjuk ketiga dalam menandai buku teks adalah kita harus yakin bahwa informasi yang diberi garis bawah itu menggambarkan keseluruhan paragraf atau bacaan. Dalam ketergesa-gesaan, mahasiswa sering tidak melihat gagasan utama secara utuh yang diekpresikan dalam paragraf, tidak menangkap pernyataan yang krusial, atau salah menunjuk contoh atau mengkontraskan ide dengan ide utama (In rush, students often overlook the second half of the main ide expressed in a paragraph, miss a crucial qualifying statement, or mistake an example or contrasting idea for main idea). Baca paragraf dalam contoh berikut dan evaluasi akurasi pemberian garis bawahnya.
Contoh:
Dalam piramida terbalik, bahan tulisan (informasi) disusun sedemikian rupa sehingga pembaca memperoleh bagian terpentingnya segera pada awal tulisan. Materi disusun sesuai dengan urutan pentingnya: informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail, sementara pokoknya sudah dimuat di atas.
--Goenawan Mohammad, Seandainya Saya Wartawan Tempo, 1996: 53
Dalam paragraf di atas, garis bawah mengindikasikan bahwa gagasan utama paragraf adalah tulisan jenis piramida terbalik meletakkan bagian terpenting di awal tulisan. Paragraf dimulai dengan pernyataan bahwa dalam piramida terbalik bahan tulisan disusun sedemikian rupa agar pembaca memperoleh informasi terpenting pada awal tulisan. Kemudian, kalimat itu diikuti kalimat kedua sebagai penjelas yang berisi contoh atau detail, yakni informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail.
Garis Bawah yang Dibuat Dapat Dimengerti saat Mereview
Ketika Anda menggarisbawahi, pertahankan di dalam pikiran petunjuk yang keempat, pastikan bahwa yang digaris bawahi benar-benar mencerminkan isi wacana sehingga dengan demikian akan bisa dengan mudah dibaca ulang dan direview. Coba garis bawahi secukupnya informasi pada setiap wacana yang mengungkap suatu gagasan. Coba rangkai frasa-frasa itu bersama-sama sehingga Anda merasa mengalir membacanya pada saat mereview.
Baca dua versi penggaris bawahan atas wacana yang sama berikut ini. Pemberian garis bawah yang manakah yang lebih mudah?
Versi 1
Versi 2
Cara terbaik untuk mengecek apakah penggarisbawahan yang Anda lakukan dapat dimengerti saat mereview dengan cara hanya membaca ulang yang digarisbawahi saja. Jika bagian-bagian itu tidak jelas begitu Anda membacanya, Anda bisa memastikan akan jauh lebih kacau ketika Anda membaca ulangnya seminggu atau sebulan kemudian. Pastikan untuk membetulkan penggarisawahan yang tidak efektif di dalam satu paragraf sebelum Anda melanjutkan pada paragraf berikutnya.
Karena itu mungkin cukup berguna, pertama, gunakan pensil untuk menggarisbawahi. Lalu, jika garis bawah dalam suatu wacana perlu direvisi, Anda dapat melengkapinya lebih mudah dengan cara mengahapusnya.