|
Ikhtisar Bab
atau Simpulan |
Latihan 10
Petunjuk: Baca
ikhtisar-ikhtisar bab berikut dan daftar poin utama yang tersaji pada setiap
ikhtisar atau kesimpulan.
| 1. | Teks | Teori-Teori Sosial Modern: Dari Parson sampai |
| Habermas | ||
| Judul Bab | Melintas Jalan Setapak di Tengah Rimba |
Kesimpulan:
Telah saya tunjukkan di muka, bahwa buku ini akan diorganisir sekitar
mazhab-mazhab atau aliran-aliran teori yang berbeda. Saya kira masing-masingnya
dapat dilihat sebagai terpilah sekitar salah satu atau kedua-duanya dan "jalur
kesalahan" yang baru saja saya diskusikan. Aliran utama atau teori sosiologi
tradisional, fungsionalisme-struktural, teori konflik, interaksionisme-simbolik
adalah teori-teori analitik dan deskriptif yang memiliki asumsi dasar yang sama:
bahwa objek soiologi yang tepat adalah tidakan sosial.
Strukturalisme seperti tercakup
dalam namanya cenderung untuk melakukan hal yang berlawanan --menggeneralisir
penjelasan-penjelasan tentang struktur sosial kepada agen-agen sosial (individu-individu),
dan masalah yang sesungguhnya mengenai pendekatan, muncul ketika ia melakukan
hal seperti itu. Akhirnya, teori kritis (critical-theory) dan hermeneutic
cenderung untuk bekerja dalam cara yang dilakukan oleh teori-teori tindakan
sosial, tetapi juga tetap mempertahankan ide-ide tertentu mengenai struktur
sosial yang terletak melampaui dan berada di atas individu-individu. Keduanya
dibawa secara bersama-sama tetapi hanya untuk jatuh terpisah satu sama lain.
-Ian Craib, Teori-Teori
Sosial Modern, hlm. 45
Daftar hal-hal utama di sini:
| ------------------------------------------------------- |
| ------------------------------------------------------- |
|
------------------------------------------------------- |
| 2. | Teks | Teori-Teori Komunikasi |
| Judul Bab | Studi Komunikasi Manusia |
Kesimpulan:
Pada tarap ini kita telah siap untuk memusatkan perhatian kita secara khusus
pada pemahaman komunikasi manusia. Pada permulaan buku ini, Anda mungkin masih
ingat bahwa telah ditarik perbedaan antara pengetahuan dan pemahaman. Perbedaaan
itu seyogyanya menjadi semakin jelas dengan adanya kemajuan Anda dalam membaca.
Pengetahuan tentang salah satu dari perspektif (atau bahkan sedikit pengetahuan
tetang itu semua) sudah dengan sendirinya dianjurkan. Namun, hal itu belumlah
cukup.
Saya berharap bahwa Anda telah bertahan terhadap godaan untuk langsung terjun ke dalam bacaan tentang perspektif komunikasi. Saya menyadari sepenuhnya bagaimana sulitnya mempelajari untuk pertama kali masalah filosofis yang menyangkut suatu bidang yang bersifat multiperspektif (atau multiparadigma atau multiteoritis, jika Anda lebih suka menyebutnya demikian) seperti komunkasi ini. Suatu pemahaman atas komunikasi akan mencakup pengetahuan tentang berbagai perspektif akan tetapi yang tidak sama dengan pengetahuan itu sendiri. Dan memang memahami komunikasi manusia melibatkan apresiasi atas keanekaragaman perspektif yang dipergunakan dalam pemahamannya.
Sudah tentu, mengakui adanya keragaman ini tidak dimaksudkan untuk mencegah Anda memilih satu perspektif yang dianggap paling menarik dan bermanfaat bagi Anda. Namun, pengalaman itu telah memberikan tanggung jawab kepada Anda bahwa pilihan Anda itu lalu tidak menyisihkan perspektif lainnya sebagai yang tidak benar atupun kurang berharga. Dengan kata lain, "lain padang lain belalang". Selama kita tidak mengambil sikap demikian terlalu jauh dan kehilangan pandangan kita tentang keempirisan yang menjadi dasar setiap perspektif, pegangan pembuka jalan kepada perspektif yang beragam itu adalah keharusan menyesuaikan bagimana seseorang memandang setiap fenomena dengan tujuan orang yang bersangkutan.
Michel (1969:36) menyarankan
bahwa dialog semakin banyak antara psikolog dengan para filosof akan
mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Saya ingin mengemukakan kembali
komentar seorang ahli filsafat dan menyatakan bahwa bidang komunikasi pun telah
masak saatnya bagi dialog seperti itu dengan para filosof. Suatu perhatian yang
lebih besar bagi pemahaman kekompleksan bidang tersebut, disertai dengan adanya
pengurangan tekanan pada penganjuan perspektif kesenangan sendiri, akan
mendatangkan keuntungan yang maksimal dalam upaya meningkatkan pemahaman dan
kemajuan teori empiris. Dan hal inilah, intinya, merupakan alasan yang mendasari
buku ini.
-B. Aubrey Fisher,
Teori-Teori Komunikasi, hlm. 123
Daftar hal-hal utama di sini:
| ------------------------------------------------------- |
| ------------------------------------------------------- |
|
------------------------------------------------------- |
| 3. | Teks | Pengendalian Produksi: Suatu Pendekatan Kuantitatif |
| Judul Bab | Penyusunan Rencana Produksi |
Ikhtisar:
Terdapat dua alasan utama mengapa penyesuaian suatu rencana produksi diperlukan:
(1) pengeluaran permintaan sebenarnya dari ramalan permintaan, dan (2)
pengeluaran produksi yang sebenarnya dari produksi yang direncanakan. Terdapat
sejumlah metode dalam penyesuaian rencana produksi. Salah satu yang dibahas
dalam bab ini adalah yang disebut "Penyamarataan", bila metode penyamarataan
digunakan terdapat pertimbangan ekonomis tertentu yang harus dibuat dalam
memilih periode penyamarataan tersebut.
-John E. Biegel,
Pengendalian Produksi, hlm. 224
Daftar hal-hal utama di sini:
| ------------------------------------------------------- |
| ------------------------------------------------------- |
| ------------------------------------------------------- |