|
Prinsip Pengkategorian |
Pengelempokkan atau pengkategorian merupakan merestrukturisasi atau mereorganisasi suatu informasi ke dalam kelompok-kelompok yang bermakna agar lebih mudah untuk diingat. Misalnya saja Anda perlu mengingat item-item yang harus dibeli di sebuah supermarket, Anda tidak bisa jika hanya mencatatnya secara berurutan seperti apel, susu bubuk, sikat gigi, telur, merica, shampo, seledri, deodoran, sosis, keju, daging sapi, dan bawang. Apa yang dapat Anda lakukan agar item-item itu lebih mudah diingat? Satu hal yang bisa dilakukan adalah mengklasifikasikan item-tem itu dengan cara menyusunnya dalam kategori seperti tampak berikut
| Peralatan K. Mandi | Susu | Daging | Buah-buahan dan sayur-mayur |
| sikat gigi | susu bubuk | merica | apel |
| deodoran | keju | sosis | bawang |
| shampo | telur | daging sapi | seledri |
Dengan cara mengklasifikasikan item-item itu secara berkelompok, pertama Anda telah membuat informasi itu menjadi berarti --hal itu disusun menurut deret atau bagian di dalam supermarket itu. Kedua, Anda telah meletakkan label pada setiap kelompok item itu. Label "peralatan kamar mandi", "susu", dan lain-lain dapat berfungsi sebagai tanda pengingat yang akan membantu Anda untuk mengingat item-item yang harus dibeli berdasarkan klasifikasi setiap kategori. Penggunaan tanda pengingat mungkin bisa dibandingkan dengan mengetahui pintu lemari mana di dapur yang harus dibuka ketika Anda mencari sesuatu. Jika Anda tahu pintu lemari yang akan dibuka, menemukan sebuah sup kaleng relatif lebih mudah. Akan tetapi, jika Anda tidak mengetahui di mana makanan keleng disimpan, menemukan sup bisa menjadi sukar. Dalam mencoba mengingat daftar barang belanjaan, jika Anda dapat mengingat kategori "susu", mengingat barang-barang khusus yang perlu Anda beli menjadi pekerjaan yang lebih sederhana.
Aplikasi: Coba kategorikan informasi yang dapat Anda temukan dalam bacaan berikut --salah satu saja di dalam pikiran atau dalam selembar kertas. Dalam bacaan berikut, Anda dapat mengklasifikasikan informasi ke dalam dua kategori seperti tergambar dalam diagram di bawah ini.
| Beda dengan pesawat ber-SMS yang menggunakan teknologi ISDN (Integrated Service Digital Network), SMS yang dikembangkan PT Telkom ini tidak menggunakan teknologi yang rumit sehingga penetrasinya rendah. RisTI menggunakan standar ESTI (Europan Telecommunication Standards) sehingga lebih murah dan mudah. | ||
| ISDN menggunakan kanal signal sementara ESTI menduduki terminal suara saja. Itu sebabnya PT Telkom tidak melakukan peerubahan apa-apa di sentral, hanya menempelkan server SMS Center (SMSC) saja di sentral, misalnya di Jakarta di tandem-tandem tertentu antara lain di STO Gambir, Slipi, Kebayoran, dan Semanggi. | ||
| - | YCh, Bisnis Komputer, Edisi 15 Januari 2003, halaman 30 | |
|
SMS Biasa |
SMS PT Telkom |
|
| Mmenggunakan standar ISDN | Menggunakan standar ESTI | |
| Menggunakan cannal signal | Memanfaatkan IN | |
| Menggunakan terminal suara | ||
| Menempelkan SMS Center di sentral | ||
| Teknologinya rumit | Teknologinya sederhana |
Beberapa teknik belajar-membaca yang ditawarkan di dalam buku ini menggunakan prinsip pengkategorian. Pada saat Anda membuat catatan perkuliahan (Bab 22), misalnya, Anda menyusun, mengklasifikasi, dan mengkategorikan informasi. Pada saat Anda menggunakan sistem penanda-ingatan untuk mempelajari catatan-catatan kuliah, Anda terus-menerus mengaplikasikan prinsip-prinsip pelabelan dan pengelompokkan --pengkategorian informasi. Pada saat Anda menggarisbawahi dan menandai sebuah buku teks (Bab 21), Anda melakukan pekerjaan yang mirip.