|
Rangkuman |
![]()
|
||
|
Membaca merupakan suatu keterampilan yang pemilikan keterampilannya memerlukan suatu latihan yang intensif, teratur dan berkesinambungan. Untuk menilai kegiatan membaca siswa, guru dapat berpedoman pada Taksonomi Bloom. Menurut Bloom, untuk menilai prestasi siswa dalambelajar (dalam bidang studi apapun) perlu memperhatikan tiga ranah perilaku, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Dalam kaitannya dengan keterampilan membaca,
Alat penilaian yang tepat untuk menilai ranah pertama (kognitif) adalah teknis tes, sedangkan untuk kedua ranah terakhir lebih cocok mengguanakan teknis nontes. Bentuk-bentuk nontes ini dapat berupa wawancara (baik bebas maupun terpimpin), observasi (berstruktur dan tak berstruktur), angket, skala bertingkat dan lain-lain.
Aktivitas dan tugas membaca merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena kegiatan ini akan sangat menentukan kualitas dan keberhasilan seseorang didalam studinya. Pengukuran kegiatan membaca dapat mencakup dua segi, yakni kemampuan baca dan kemauan baca . Kemampuan membaca lebih berkaitan dengan aspek kognitif, sedang faktor kemauan berkaitan dengan aspek afektif. Untuk mengukur kemampuan membaca seseorang dapat dilakukan dengan teknis tes dengan mempertimbangkan anatomi pertanyaan membaca yang disarankan pada konsep Bloom. Anatomi pertanyaan Bloom tersebut terdiri atas pertanyaan yang berjenjang-jenjang, mulai tingkatan yang paling sederhana hingga tingkatan yang paling kompleks.
Anatomi pertanyaan membaca dimaksud meliputi tujuh jenjang, yakni jenjang pertanyaan ingatan, terjemahan, interpretasi, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Untuk pembaca tingkat lanjut, pengunaan jenjang tes ingatan hendaklah dibatasi, karena tingkat tes itu kurang mengukur aspek pemahaman siswa. Bentuk soal kemampuan membaca sebaiknya dinyatakan dalam bentuk tes esai agar lebih dapat mencerminkan prosesbernalar siswa dengan segala kreativitasnya. Bentuk-bentuk tes esei ini dipandang baik penggunaannya untuk mengukur kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi siwa terhadap bacaan. Namun tidak berarti bentuk tes objektif tidak baik digunakan untuk mengukur kemampuan membaca siswa. Dalam situasi-situasi tertentu, bentuk tes ini mungkin lebih tepat penggunaannya.
|
|||