Ketika aku dua lima
aku tidak jadi apa-apa
Saat empat puluh tiba
aku demikian pula
buat kamu aku cuma gombal saja.
O...sungguh bagus peruntungan
Puji Tuhan
Bagiku ia sahabat
Baginya?
Entah suatu saat.
Kota Seribu Sungai, 1996