Bagaimana proses suara dapat diproduksi
oleh manusia
Model generator wicara atau model sintesa suara yang dipakai dan menjadi dasar dari pemrosesan sinyal wicara hingga dewasa ini adalah apa yang dinamakan Analog Terminal seperti pada gambar 2. Pada model ini, sinyal eksitasi (Glottal Wave) yang berasal dari getaran pita suara, diumpankan ke suatu filter yang merupakan suatu model pendekatan dari lintasan vokal (vocal track) untuk menghasilkan sinyal wicara. Model analog Terminal ini disebut juga model pesintesa formant. Dasar pendekatan model ini adalah, bahwa lintasan suara adalah suatu bumbung akustik (accoustical cavity) yang mempunyai karakteristik berdasarkan perpaduan beberapa frekuensi resonansinya Dengan demikian fungsi transfernya dapat didekati dengan pendekatan kombinasi riam (cascade combination) dari beberapa rangkaian resonansi.

Gambar 1. Organ sistem penghasil sinyal wicara
Perubahan bentuk lintasan suara menyebabkan perubahan resonansinya. Dengan analogi yang sama, sistem ini dapat dibangun dari beberapa rangkaian resonansi yang mempunyai parameter lebar bidang dan frekuensi resonansi yang selalu berubah setiap saat membentuk suatu sistem berubah waktu (time variant system).

Berdasarkan model seperti gambar 2, secara umum bunyi bahasa dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu, wicara bersuara (voiced wicara) dan wicara tak tak bersuara (unvoiced wicara). Wicara bersuara terjadi jika hembusan udar dari paru-paru sebelum melintasi lintasan vokal terlebih dahulu menggetarkan pita suara (vocal cords) untuk membangkitkan pitch sebagai sinyal eksitasi, contohnya, bunyi vokal [a],[i],[u],[o] dan [e]. Struktur formant yang berbeda akan menghasilkan bunyi vokal yang berbeda pula. Wicara tak bersuara terjadi karena pita suara tidak bergetar pada proses pembangkitan bunyi bahasa. Sehingga untuk membedakan bunyi bahasa tak bersuara ini dilakukan dengan menganalisa cara artikulasi (manner of articulation) dan tempat artikulasi (place of articulation), contoh : konsonan hambat letup bilabial tak bersuara [p], konsonan hambat letup dental tak bersuara [t], konsonan geseran labio-dental tak bersuara [f], konsonan geseran lamino alveolar tak bersuara [s], dan lain-lain.