|
|
|
| HUMOR SEGAR | |
| 11 |
"Kemarin saya disuguhi teh di rumah orang yang sangat pelit."
"Darimana kamu tahu kalau tuan rumah sangat pelit?" "Di stoples gula yang ada ialah garpu! Bukan sendok." |
| 12 |
"Apakah perbedaan antara sosialis dan kapitalis?" "Sosialis berarti penindasan manusia oleh manusia, sedangkan kapitalis berarti sebaliknya." |
| 13 |
Berikut tanya jawab dalam sebuah jumpa pers. Presiden diktator : "Di sini anda juga bisa menemukan kebebasan berbicara seperti di negara anda." Wartawan : "Tapi apakah saya bisa menemukan kebebasan setelah berbicara?" |
| 14 |
Seorang Presiden negara komunis mengadakan temu wicara dengan sejumlah petani miskin. "Bagaimana hasil tomat di sini?" tanya Presiden. "Berkat rahmat Tuhan, tomat tumbuh sangat subur di sini," jawab seorang petani. "Bodoh! Tuhan itu kan tidak ada!" bentak Presiden kesal merasa dilecehkan. "Oh, kalau begitu cocok. Di sini juga tidak ada tomat." |
| 15 | "Saya rasa Adam adalah laki-laki paling bahagia di dunia ini," ujar seorang jemaat yang baru pertama kali mendengar khotbah tentang penciptaan. "Kenapa?" tanya temannya. "Jelas dong. Adam kan tidak punya mertua." |
| 16 |
"Mobil saya tidak mau jalan lagi dan sepertinya harus dibawa ke bengkel," seorang pria berkata pada temannya. "Apanya yang rusak sekarang?" temannya berusaha membantu. "Karburatornya banjir." "Oh, saya masih bisa perbaikinya. Dimana mobilmu?" "Itu, tercebur di sungai seberang rumah kita!" |
| 17 | Seorang pemuda bodoh meninggalkan pesan pada pintu rumahnya "Saya pergi ke luar kota hingga lusa. Kalau anda tidak bisa baca, bawalah pesan ini ke tetangga saya, lalu minta bacakan." |
| 18 | "Sebutkan dua faktor penyebab gagalnya pertanian di Indonesia!" "Musim panas dan musim hujan." |
| 19 | "Sean," kata Mick. "Tahukah kamu bahwa manusia hanya menggunakan sepertiga dari otaknya?" "Oh, iya? Lalu buat apa sisanya yang sepertiga lagi?" |
| 20 | Udin yang baru mulai bisa menunggang kuda hendak memamerkan keahlian barunya itu. "Pertama-tama, kita harus memasang pelananya," ujar Udin angkuh pada temannya sambil memasang pelana kuda. "Saya rasa kamu memasangnya terbalik," jawab salah seorang temannya. "Sok tahu! Kamu kan tidak tahu saya akan berjalan ke arah mana!" |