-- EXISTS --

Alasan Mu

Ikhlasnya hati
Sering kali disalah erti
Tulusnya budi
Tidak pernah engkau hargai
Berlalu pergi dengan kelukaan ini
Ku mengalah
Ku bersabar

Bertentang mata seolah-olah tiada apa
Berpaling muka ada saja yang tidak kena
Mencari sebab serta alasan yang kukuh
Supaya tercapai hajat mu

Manis dibibir memutar kata
Malah kau tuduh akulah segala penyebabnya
Siapa terlena pastinya terpukau
Pujuk mu, rayu mu, suara mu
Yang menagih simpati dan harapan

Engkau pastinya tersenyum
Dengan pengunduran diri ku
Tetapi bagi ku pula
Suatu ketenangan

Andai kita terus bersama
Belum tentu kita bahagia
Selagi tidak kau ubah
Cara hidup mu

Ada rahmatnya
Bila tidak lagi bersama
Terasa jauh diri ku ini dengan dosa
Ku tinggalkan mu walau tanpa kerelaan
Yang nyata kau tidak berubah
Katalah apa yang kau ingin
Selagi kau dapat berkata
Memang begitu sikap mu
Semenjak dahulu

( Lagu : - Lirik : )


Bunga

Tak usah ditanya
Mengapa ku pilih
Bunga yang mewangi terliar berseri
Yang tak akan nampak di mata pun
Berwarni dari lain-lain
Segan untuk aku sapa
Walau ada maksud yang ku sembunyi

* :
Pernah ku mencuba terima seadanya
Sayang ia selalu calarkan sudut hati ku
Hingga lelah jiwa ku dikecewa
Yang tak mungkin berpaling kembali
Namun ku yakinkan nanti
Tuhan pasti beri gantinya

** :
Ku mohon kau yang indah pada mu
Untuk ku tatap menawar resah ku
Kekal aku di situ harungi cinta

Dan aku pohonkan yang baik
Bersantun kata kata tentang cinta
Bicarakan rindu pada ku
Mengharum selamanya

( Ulang Rangkap ** dan * )

( Lagu : JS Kevin - Lirik : Musa Exists )


Dirantai Digelangi Rindu

Syahdu malam berlagu sepi
Mengiring rawan dalam taman hati
Gelisah menanti kau kembali
Manja menagih bujukan di sisi

Kerana desakan cintaku
Dirantai digelangi rindu
Sehinggakan diri sanggup mengalah kepadamu

(Korus)
Dosamu ku anggapkan debu
Bisa diterbang angin yang lalu
Ku sedia memaafkan mu
Biar aku berparut seribu
Agar sembuh lukamu
Pahitku rasa madu

Pulanglah oh kasihku
Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan mainan perasaan mu
Serikanlah duniaku yang semakin tandus dan gersang
Dengan belaian senda gurauan mu
Duhai sayang
(Ulang Korus)

Pulanglah oh kasihku Ku rayu kepadamu
Janganlah diturutkan mainan perasaan mu
Serikanlah duniaku yang semakin tandus dan gersang
Dengan belaian senda gurauan mu
Duhai sayang
Oh pulanglah

( Lagu : Eddie Hamid - Lirik : Man Toba )


Hani Lempengnya Hangus

Hani gadis metropolitan
Tahu serba serbi
Falsafah dan seni juga menyanyi
Pandai ikut rentak

Hani gadis metropolitan
Banyak tinggi baca
Dan jejaki kota-kota dunia
Hidup ikut zaman

Tetapi sayang oh sayang
Dia tak pandai memasak

Oh goreng lempeng lempengnya hangus
Oh goreng lempeng lempengnya hancus
Oh goreng lempeng lempengnya haus
Oh perut ku kosong
(Oh dah bunyi keroncong)
(Apa nak buat)
(Oh namun begitu)
Dia tetap ratu ku

Oh dialah satu
Oh dia hani ku
Oh dialah ratu
Oh dia hani ku

Oh dialah satu
Oh dia hani ku
Oh dialah satu
Oh dia

( Lagu : - Lirik : )


Kapal Terbang Kertas

Tolonglah angin bawa kapal terbang kertas ku
Ku kepadanya supaya ternyata jelas
Isi hati ku yang sebenar-benar ikhlas
Dengan cinta ku hanya dia satu

Maafkan aku andainya wajahku mengganggu mu
Di awal pagi dikurnia restu....wohwooowowwwo..
Yeah...ku tak berdaya menahan rinduku lebih lama
Ku harap dapatlah sekiranya
Ku kau terima

Tolonglah kawan aku ingin tidur lena
Melayang bermimpi ku kan jadi orang gila
Terus meracau kini ku di hujung dunia
Ayam berkokok baru nak mengantuk

Maafkan aku andainya wajah ku mengganggu mu
Di awal pagi dikurnia restu....wohwooowowwwo..
Ku tak berdaya menahan rinduku lebih lama
Ku harap dapatlah oh kiranya
Kau terima

Kau di sisi ketika bantal guling ku
Kau di sisi temankan ku sepanjang malam
Kau di sisi bisikkan cinta suci mu
Kau di sisi pabila api kamar dipadam

( Lagu : - Lirik : )


Masih Terserlah Ayu Wajah Mu

Cepat benar engkau pergi
Hujan masih belum berhenti
Banyak benar soalan ku tadi
Hati mu terusik kini... ooo
Sebagai kekasih ku
Layak aku bertanya
Sekuat mana cinta mu
Adakah insan lain di hati mu selain ku

Sayang bukannya sehari dua
Percintaan kita ini
Yang dipersudah dipateri
Sayang jangan ikut perasaan
Marah jangan di simpan
Ku Hanya ingin menduga
Dan kini aku tahu
Satu kekasih mu hanya ku
Marilah kasih aku dendangkan
Lagu yang pernah mencuri hati mu
Ooo.. marilah kasih biar ku simbah
api kemarahan yang membakar di benak
Di benakmu....

Terpaksa ku berlari
Memitas mu dari pergi
Akan ku belai rambut mu yang basah
Masih terserlah ayunya wajah mu
Walau pun marah
Walau pun marah ayu wajah mu
Masih terserlah... Ooo...
Ayu wajah mu....

( Lagu : - Lirik : )


Mengintai Dari Tirai Kamar

Dinginnya angin malam ini menyapa tubuh ku
Namun tidak dapat dinginkan hatiku yang kau hangatkan
Rasa tercabarnya kelakian ku ini dengan sikap mu
Mentanglah aku ini insan kekurangan
Senangnya kau mainkan

Siapalah ku ini
Untuk memital buih yang memutih menjadi permaidani
Seperti mana yang tertulis dalam novel cinta

Juga mustahil bagi ku
Menggapai bintang di langit menjadikan hantaran
Syarat untuk memiliki mu
Semua itu sungguhnya aku tak termampu

Silap aku juga kerana jatuh cinta
Insan seperti mu seanggun bidadari
Seharusnya aku cerminkan diri ku
Sebelum tirai kamar aku buka
Untuk mengintai mu

( Lagu : - Lirik : )

Siapa Selain Aku

Apa kata ku kini semua telah terbukti
Tak bererti cinta mu lagi saat ini
Itulah yang kau mahu
Hingga meninggalkan aku
Pedih yang ku rasai
Hilang belum pun berganti
Apa yang kau ingini
Sudah pun aku penuhi
Mengasihi mu tanpa ada keraguan ku
Kau campakkan jauh cinta ku
Kau balaskan pahit hempedu
Gejolak hati menghiris kesetiaan

* :
Telah ku duga pedih ini menikam data
Keikhlasan kasih ku akan dipersenda
Tak mungkin kau dugai
Apa yang ku harungi
Pedih yang ku ratapi
Kau tanggal semua janji
Bukan aku kesalkan saat pemergian mu
Cuma takutkan hukum yang kau kan terima
Kerana di kala itu ku tiada di sisi mu
Untuk menolong kau seperti kelmarin dulu
Biar ku yang luka ku lebih rela
Asal kau bahagia

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : - Lirik : )

Tak Ku Biar

Tak ku biar cinta ku ini menjadi hambar
Terlalu sunyi mengapa kini aku sendiri
Sedangkan dulu kau yang menemani
Tak ku biar luka ini tak ditampal
Dan menangis sendu hati ku
Siapa tahu
Sakit di hati ku rawat sendiri

* :
Kau bisikkan seribu janji
Semakin ku menjadi sangsi
Luka lama kembali berdarah
Mengapa engkau mengulangi
Tak ku biar kasih ku pudar
Dan rindu ku menjadi tawar
Engkau dulu aku sayangi
Tak mahu aku membenci
Apa yang aku kesalkan
Kasih di depan kau tinggalkan
Harapkan kasih orang tak ketentuan
Apa yang kau rentangkan
Kau hebahkan keaiban ku
Ke mana nak ku campakkan wajah ku

( Ulang Rangkap * )
Aku bimbang engkau datang mengharapkan
Kemaafan oh.. dari ku
Dan mengubati luka ku yang lalu
Namun ku punya perasaan
Tak ku biar resah berpanjangan

( Lagu : - Lirik : )


Untuk Mu Ibu

Oh! Ibu
Kau disiram bayu pagi
Kehilangan terasa kini
Dan kesepian

Dan aku
Bagai purnama gerhana
Di ibarat lautan kering
Tiada tempat ku layarkan
Hasrat ku ini
Masih belum sempat
Ku buktikannya kepada mu
Ibu tersayang
Ku curahkan rasa hati
Ku tatapi potret mu berulang kali
Ku renungkan kalimah yang diberi

Tuhan yang Esa
Ampuni dosa ibu
Tempatkan mereka
Di antara kekasih kekasih Mu

Oh! Ibu
Kau kekasih sejati
Ku taburkan doa
Untuk mu ibu

Ampunilah dosa ku
Sejak ku dilahirkan
Hingga akhir hayat mu
Ibu...

Saat ini
Ku teruskan hidup
Tanpa bersama mu ibu

( Lagu : Rahim Othman - Lirik : )



-- SLAM --

Falsafah Cinta

Bila hadir kasih sayang
Tanda cinta sudah berakar
Terkadang pudar hidup ku
Terkadang semangat gelora

Rasa cinta kepada keindahan
Yang ada yang tetap pada kejadian
Berdiri di atas kehendak keamanan
Kedamaian....

Cinta menciptakan rindu
Duka membuat kita sembuh
Semangat terbakar hangus
Itu mesti terus

* :
Kerana cinta dunia pun berperang
Itu cinta sesat di perjalanan
Demi cinta kita terlupa dunia
Kesesatan....

** :
Marilah kita bersama terus bercinta
Menjadi cermin untuk manusia
Hentikan tangisan rindukan ketenangan
Cinta ini penuh keindahan
Kasih dan sayang....

( Ulang Rangkap * dan ** )
Nanana nananana nana nana nana....
Cinta ini penuh.... keindahan.. ooo..
Bercinta...

( Lagu : M Nasir - Lirik : )


Gerimis Mengundang

Ku sangkakan panas berpanjangan
Rupanya gerimis
Rupanya gerimis mengundang
Dalam tak sedar ku kebasahan

Pernah juga
Kau pinta berpisahan
Aku sangkan itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman

* :
Bukan sekejap dengan mu
Bukan mainan hasrat ku
Engkau pun tahu niat ku
Tulus dan suci.....
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sikit pun riak wajah mu
Tiada terkilan

Hanya aku separuh nyawa
Menahan sebak di dada
Sedangkan kau bersahaja
Berlalu tanpa kata
Terasa diri amat terhina
Diperlakukan.....

Sia-sia
Ku korban selama ini
Jika kasih ku jika cinta ku
Tak kau hargai
Dalam tak sedar ku menangis

( Ulang Rangkap * )

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Saari Amri )


Jalan Keindahan

Adanya engkau di samping ku
Hilanglah jarak dan waktu
Kekasih perjalanan ini
Terlalu mengasyikkan

Segala yang aku lihat
Bak memberi syafaat
Setiap kata pujian semata
Kepada Mu jua

Tiap langkah ku meyakinkan
Akan kebenaran nya
Sedarlah aku dari mimpi
Yang memesongkan realiti

Terlerai sudah syak wasangka
Yang mengusut di hati
Sebelum ini ku lihat
Keegoan yang bermaharajalela

Sebelum ini aku sangka
Keburukan semata
Rupanya itu hanya
Satu dugaan
Kita tak bisa lari
Dari kenyatan

Namun demikian
Sudah suratan
Terserlah kebenaran
Kepada Mu kasih
Sebenarnya jalan keindahan

Sedarlah aku dari mimpi
Yang memesongkan realiti
Terlerai sudah syak wasangka
Yang mengusut di hati ini

( Lagu : Wan Zul - Lirik : S Amin Shahab )


Kembali Terjalin

Seperti mimpi perkenalan itu
Cuma seketika
Namun di dalam hati
Diri mu ku terkenang jua
Engkaulah permata di dalam genggaman
Tidak ku sedari
Kaca yang bersadur keemasan terus ku cari

Tertutup pintu hati
Minda tak berfungsi
Di ketika itu
Tak tahu menilai
Mana yang tulin mana yang palsu

Di akhir-akhir ini
Ketika aku dalam kesepian
Terasa kejahilan itu
Bagi ku satu kerugian

Andainya di situ ada ruang
Boleh kah kiranya ku menumpang
Andai ada sisa kemaafaan
Maafkan diri ini
Yang dulu melukakan

Berilah aku kesempatan
Ku buktikan erti keikhlasan
Andainya terpaksa aku rela
Menepis ego aku untuk kita

Ku pohon dari mu ketulusan hati
Menjalin kembali
Perhubungan suci

Andainya di situ ada ruang
Boleh kah kiranya ku menumpang
Andai ada sisa kemaafaan
Maafkan diri ini
Yang dulu melukakan

Berilah aku kesempatan
Ku buktikan erti keikhlasan
Ooo.... menepis ego aku untuk kita Demi satu masa

Ku pohon dari mu ketulusan hati
Menjalin kembali
Perhubungan suci

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Habsah Hassan )


Nur Kasih

Bukan aku tak cinta
Kepada mu semakin ku rela
Kau lah satu di dunia
Tapi kau tak mengerti
Getaran rasa hati ini
Masih ada ku cari

Kau anggap aku berseloka
Dan asyik dalam misteri
Mencari Nur dan kasih Nya pasti
Akhirnya engkau curiga
Kata mu aku berdusta
Memperduakan cinta

* :
Mentari di tangan bulan
Kau serah di genggaman
Tak ku hirau karna Dia
Relalah aku korban
Andainya satu hukuman
Kau tinggal diri ku
Tanpa satu pengertian

** :
Dan sebenarnya cinta kita
Hanya cinta sementara
Kan hilang jua dibawa arus pawarna
Cinta pada ku terpandang
Kan pudar nafas hilang
Hanya ia menanti ku di Azali yang suci
Mengertilah kau sayang
Kau harus rasakan ke alam tanpa mati
Dan kita seabadi
Dan akhirnya engkau kucup oh tangan ku
( Ulang Rangkap *, ** )

Marilah ku bisikkan keramat kasih ini
Biar menjadi nadi
Rahsiakan kalimah ku
Hingga ia menjadi tanda
Hidup mati bersama
Hidup mati bersama

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Zur Ain )


Terpukau Seribu Rindu

Kering dan lesu mataku
Bila ku renung matahari yang gerhana
Hilanglah punca dan arah
Untuk ku kembali menyulam keindahan
Tempias dijendela
Bagai memberitahu
Aku kehilangan mu
Oooo....yeeeh...

Lemah dan longlai langkahku
Bila ku kutip sisa cinta yang tertinggal
Masakah ada kasihmu
Untukku kembali menggapai kebahagiaan

Desiran bayu senja
Sampaikan kepadanya
Hanya dia ku damba
OOO....yeeeh...

Tak ku sangka keghairahan
Memukau seribu rindu
Akhirnya ku tewas kerna nya
Maaf kanlah kekasih
Kesalahan diri ini
Membiarkan kau sendiri
Oh.... sayang

( Lagu : Bob Bawang - Lirik : Azam Dungun )


Tiada Aku Jemu

Tercipta lagu ini
Sedang malam s�pi
Terjaga dari mimpi
Yang terindah warnanya

Jika masa sudah
Kita tak searah... Oh
Semata satu sejarah
Pernah melanda kita

Bukan sekadar fantasi
Temukan kita di pelamin ini... Oh

Ku rindukan kasih mu
Sekian lama membeku
Dalam kamar salju.... Oh

Cinta... pernah terpadam dulu
Kau nyalakan kembali
Api cinta ini... Oh

Terbukalah hatimu jua
Lorongkanlah jalan lama kita
Padamkan segala dosa
Nista kita bersama

Kasih tiada aku jemu
Walau datang seribu
Cinta padamu..... Hanya satu

( Lagu : Akma (Sri Dondang) - Lirik : Akma (Sri Dondang) )


Tidak Mungkin Berpaling

Tidak mungkin ku berpaling lagi
Salah sangka yang direncanakan
Gelora melanda
Adalah dendam mu
Setelah diri ku
Tak mampu menjadi milik mu

Cukup sudah hati berdarah
Usah ditambah cerita yang sudah
Di mana kekasih mu
Yang pernah kau sanjungi
Mengapa pula pada ku
Menjadi pelepas cerita mu
Dan jua sepi mu

Usah menabur budi
Mengharapkan simpati
Sedangkan kau menitip
Cemburu iri hati

Tak mungkin ku berpaling
Pada mu yang meracuni
Rimbunan kasih ku
Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana mu tak lagi mengerti hati ku

Sehingga berguguran
Kelopak cinta kita
Kerana fitnah mu
Walau segunung sesal mu
Tak mungkin ku kembali
Cukuplah sekali
Kejelekan mu
Menggamit pilu

Tidak mungkin ku maafkan lagi
Salah sangka yang direncanakan
Adalah dendam mu
Setelah diri ku
Tak mampu menjadi milik mu
Sepenuhnya

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Azam Dungun )

*** Page 4 ***

<-- Previous Next -->

[Lyrics Index] [Main Index]


Hosted by www.Geocities.ws

1