-- EBIET G. ADE

Ayah Aku Mohon Maaf

Dan pohon kemuning akan segera ku tanam
Satu saat kelak dapat jadi peneduh
Meskipun hanya jasad bersemayam di sini
Biarkan aku tafakkur bila rindu kepada mu

Walau tak terucap aku sangat kehilangan
Sebahagian semangatku ada dalam doa mu
Warisan yang kau tinggal petua sederhana
Aku catat dalam jiwa dan coba ku jalankan

Meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir
Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat
Dengan senyum dan ikhlas aku yakin kau cukup bawa bekal
Dan aku bangga jadi anak mu

Ayah aku berjanji akan aku kirimkan
Doa yang pernah engkau ajarkan kepada ku
Setiap sujud sembahyang engkau hadir terbayang
Tolong bimbinglah aku meskipun kau dari sana

Sesungguhnya aku menangis sangat lama
Namun aku pendam agar engkau berangkat dengan tenang
Sesungguhnyalah aku merasa belum cukup berbakti
Namun aku yakin engkau telah memaafkan ku

Air hujan mengguyur sekujur ke bumi
Kami yang ditinggalkan tabah dan tawakkal

Ayah aku mohon maaf atas keluputan ku
Yang aku sengaja maupun tak kusengaja
Tolong padangi kami dengan sinarnya sorga
Teriring doa selamat jalan buatmu ayah tercinta

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Berita Kepada Kawan

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di samping u kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan
Ho ho ho ho... ho ho ho ho...

Tubuh ku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menambah kering rerumputan
Perjalanan ini seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Ho ho ho ho.....

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika kutanya mengapa
Bapa ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana jawabnya
Mengapa di tanah ku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumpun yang bergoyang
Ho ho ho ho... ho ho ho ho...

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Camellia I

Dia, Camelia
Puisi dan pelita ku
Kau sejuk seperti titik embun membasahi daun jambu
Di pinggir kali yang bening
Sayap-sayap mu kecil lincah berkepak
Seperti burung camar
Terbang mencari tiang sampan
Tempat berpijak kaki dengan pasti
Mengharungi nasib mu
Mengikuti arus air berlari

Dia, Camelia
Engkau gadis itu
Yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi ku
Disetiap tidur ku
Datang untuk hati yang kering dan sepi
Agar bersemi lagi
Hmmmm..... bersemi lagi

Kini datang mengisi hidup
Hulurkan mesra tangan mu
Bergetaran rasa jiwa ku
Menerima karunia mu
Camelia oh oh Camelia (3X)

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Camellia II (Versi Unplugged)

Gugusan hari-hari indah bersama mu Camellia
Bangkitkan kembali rindu ku mengajak ku ke sana
Ingin ku berlari mengejar seribu bayangmu Camellia
Tak peduli kan ku terjang
Biarpun harus ku tembus padang ilalang

Tiba-tiba langkah ku terhenti
Sejuta tangan telah menahan ku
Ingin ku maki mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan ia datang di hati mu
Di hati mu.....

Tiba-tiba langkah ku terhenti
Sejuta tangan telah menahan ku
Ingin ku maki mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpi
Maka biarkan ia datang di hati mu
Di hati mu.....

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Camellia III

Di sini, di batu ini
Akan ku tuliskan lagi
Nama ku dan nama mu

Maafkan bila waktu itu
Dengan tuliskan nama kita
Ku anggap engkau berlebihan

Sekarang setelah kau pergi
Ku rasakan makna tulisan mu
Meski samar tapi jelas tegas
Engkau hendak tinggalkan kenangan
Dan kenangan

Di sini, kau petikkan kembang
Kemudian engkau selipkan
Pada tali gitar ku

Maafkan bila waktu itu
Ku cabut dan ku buang
Kau pungut lagi dan kau bersihkan

Engkau berlari sambil mengangis
Kau dekap erat kembang itu
Sekarang baru aku mengerti
Ternyata kembang mu kembang terakhir
Yang terakhir

Oh! Camillia
Katakanlah di satu mimpi ku
Oh! Camillia
Maafkanlah segala khilaf dan salah ku

Di sini, di kamar ini
Yang ada tinggal gambar mu
Ku simpan dekat dengan tidur ku
Dan mimpi ku

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Camellia IV

Senja hitam di tengah ladang
Di hujung permatang engkau berdiri
Putih diantara ribuan kembang
Langit diatas rambut mu
Merah tembaga
Engkau memandang ku
Bergetar bibir mu memanggil ku
Basah di pipi mu air mata
Kerinduan, kedamaian oh

Batu hitam diatas tanah merah
Di sini akan ku tumpahkan rindu
Ku genggam lalu ku taburkan kembang
Berlutut dan berdoa
Syurgalah di tangan mu, Tuhanlah di sisi mu
Kematian adalah tidur panjang
Maka mimpi indahlah engkau
Camellia, Camellia oh

Pagi, engkau berangkat hati mulai membatu
Malam, kupetik gitar dan terdengar
Senandung ombak di lautan
Menambah rindu dan gelisah
Adakah angin gunung
Adakah angin padang
Mendengar keluhan ku
Mendengar jeritan ku
Dan membebaskan nasib ku
Dari belenggu sepi
La la la la la .............

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Cinta Sebening Embun

Pernahkah kau coba menerka
Apa yang tersembunyi di sudut hati
Derita di mata
Derita dalam jiwa
Kenapa tak engkau pedulikan

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta
Gelora dalam dada
Kenapa tak pernah engkau hiraukan

* :
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu
Saling membuka diri
Sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak
Cinta mengalir sebening embun

** :
Kasih pun mulai deras mengalir
Cemerlang sebening embun

Pernahkah kau coba membaca
Sorot mata dalam menyimpan indur
Sejuta impiam sejuta harapan
Kenapa mesti kau abaikan

( Ulang Rangkap * dan ** )

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Elegi Esok Pagi

Ijinkanlah ku kecup kening mu
Bukan hanya pada di dalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi

Ijinkanlah aku kenang
Sejenak perjalanan...
Dan biarkan ku mengerti
Apa yang tersimpan di mata mu

Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan menjadi mimpi di atas mimpi

Ijinkanlah aku rindu
Pada hitam rambut mu...
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini...

Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan menjadi mimpi di atas mimpi

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Hidup Ku Milik Mu -- Ebiet G. Ade

Ketika aku mencari cahaya Mu
Menerobos lewat celah dedaunan
Bersilangan semburat mu dalam kabut
Aku terpaku aku terpana
Aku larut di dalam
Nyanyian burung-burung
Gemuruh di dada ku
Sirna bersama keheningan rimba raya

Ketika aku mendengar suara Mu
Bergema di ruang dalam jiwa
Mengalir sampai ke hujung jemari
Aku mengepal aku tengadah
Rindu yang aku simpan
Membawa aku terbang
Menjemput bayang-bayang
Senyap di telan keheningan rimba raya

Apapun telah aku cuba
Dan tak henti bertanya
Setiap sudut setiap waktu
Tak surut ku mencari

* :
Kemana
Dimana
Aku lepas dahaga
Kepada siapa
Aku rebah bersandar
Tak mungkin ku buang
Rindu yang semakin dalam bergayut
Hidup ku sememang milik Mu
Hanya untuk Mu

( Ulang Rangkap * )
Hidup ku memang milik Mu
Hanya untuk Mu
Hanya untuk MU

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Ingin Ku Petik Bintang Kejora

Mengapa kau tak melihat
Apa yang aku fikirkan
Semuanya terbuka
Terbaca di mata ku

Mengapa kau tak peduli
Isyarat yang ku kirimkan
Lewat sejuta puisi
Lewat selaksa bunga

Engkau tetap diam membeku
Kau tepiskan mimpi-mimpi ku
Ku hunus pedang cinta
Ku pekikkan asmara

Semula kau tetap diam
Kemudian kau tersenyum
Ingin ku petik bintang kejora
Untuk ku sematkan
Di dada mu
Di jantung mu

Mengapa hanya nama mu
Terpatri dalam jiwa ku
Haruskah aku menyerah
Sebelum aku coba

Engkau tetap diam membeku
Kau tepiskan mimpi-mimpi ku
Ku hunus pedang cinta
Ku pekikkan asmara

Semula kau tetap diam
Kemudian kau tersenyum
Ingin ku petik bintang kejora
Untuk ku sematkan
Di dada mu
Di jantung mu

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Ketika Duka Menyeruak

Ketika engkau datang
Menawarkan gagasan
Ku lihat di mata mu
Tak ada yang kau sembunyikan

Aku mulai bertanya
Di mana cakrawala mu
Langit seketika cerah
Tatkala kau tersenyum

* :
Kata-kata mu mengalir
Merambah nadi dan jiwa
Ketika angin terhenti
Memberi nafas di dada... oh..oh..

Kata-kata mu memberi
Sejuta warna dan makna
Bagi kehidupan ku
Bagi perjalanan mu
Di bumi fana
Dan di alam kekal

Ketika engkau pergi
Langit bumi pun menangis
Jejak pengembaraan mu
Terpatri dalam
Di dada ku

( Ulang Rangkap * )
Kata-kata mu memberi
Sejuta warna dan makna
Bagi kehidupan ku
Bagi perjalanan mu
Di bumi fana
Dan di alam kekal
Di bumi fana
Dan di alam kekal

( Lagu : Ebiet G Ade - Lirik : Ebiet G Ade )


Kupu-kupu Kertas

Setiap waktu
Engkau tersenyum
Sudut mata mu memancarkan rasa
Keresahan yang terbenam
Kerinduan yang tertahan
Duka dalam yang tersembunyi
Jauh di lubuk hati
Kata-kata mu riuh mengalir bagai gerimis

Seperti angin
Tak pernah diam
Selalu beranjak setiap saat
Menebarkan jala asmara
Menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam
Bakar ladang gersang
Entah sampai kapan
Berhenti menipu diri

Kupu-kupu kertas
Yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temeram

Membasuh debu yang lekat dalam jiwa
Mencuci bersih dari segala kekotoran
Aku menunggu hujan turunlah
Aku mengharap
Badai datanglah
Gemuruhnya akan melumatkan semua
Kupu-kupu kertas

Kupu-kupu kertas
yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
Dibias lampu temeram

( Lagu : Ebiet G Ade - Lirik : Ebiet G Ade )


Menjaring Matahari

Kabut
Sengajakah engkau mewakili fikiran ku
Pekat
Hitam berarak menyelimuti matahari
Aku dan semua yang ada di sekeliling ku
Merangkak menggapai dalam gelap

Mendung
Benarkah pertanda akan segera turun hujan
Deras
Agar semua basah yang ada di muka bumi
Siramilah juga jiwa kami semua
Yang tengah dirundung kegalauan

Roda zaman menggilas kita
Terseret tertatih-tatih
Sumbu hidup terus diburu
Berpacu dengan waktu
Tak ada yang dapat menolong
Selain yang disana

Dialah Tuhan

( Lagu : Ebiet G Ade - Lirik : Ebiet G Ade )


Titip Rindu Buat Ayah (Versi Unplugged)

Di mata mu masih tersimpan
Selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan
Terpahat di kening mu
Kau nampak tua dan lelah
Keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah

Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkah mu kadang gemetar
Kau tetap bertahan

* :
Engkau telah mengerti
Hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipi mu gambaran perjuangan
Bahu mu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkah mu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah..... oh..
Dalam hening sepi ku rindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anak mu sekarang banyak menanggung beban
( Ulang Rangkap * )

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


Untuk Mu Kekasih

Ingin berjalan berdua dengan mu kekasih
Lewati malam setelah usai rinai gerimis
Lelawajar luruh dengan rumput biru
Jemari tangan kita lekat jadi satu
Pipi mu memerah hasrat ku merekah
Kenapakah waktu tertinggal jauh?

Ku katakan kepada mu tentang hijau huma
Yang bakal kita kerjakan dengan sederhana
Kita segera akrab dengan sinar pagi
Nyanyikan kupu-kupu hinggap di rambut mu
Tersenyum kamu ketawalah aku
Kenapakah waktu tertinggal jauh?

Malam suntingkan rembulan untuk ku
Agar cinta tak berpaling dari ku
Lama aku pelajari satu puisi
Sayang bila hanya angin yang mengerti
Oh burung bernyanyilah
Demi terjalin cinta
Oh...oh...oh

( Lagu : Ebiet G. Ade - Lirik : Ebiet G. Ade )


*** Page 30 ***

<-- Previous Next -->

[Lyrics Index] [Main Index]


Hosted by www.Geocities.ws

1