Suratan Kasih

Untuk apa lagi
Sumpah dan janji
Yang tak pernah tertunai sejak dulu

Untuk berapa kali lagi
Berperang dengan perasaan
Yang membakar keyakinan ku

Apa perlunya cinta
Untuk merana
Tak pernah ku lihat
Kesakitan dan kekuatan
Walau setitik madunya tak pernah ku merasa

Salah dan benar di mata mu
Hanya permainan
Kau pemburu
Yang mencari mangsa mu

Apakah ini suratan
Yang telah pun ditentukan
Menjelma untuk menduga ku
Berikan sedikit kemanisan pengubat luka

Segunung impian
Ledak menggegarkan perasaan
Rakus tersiksa dan ranaplah cinta ku
Hingga terlupa bahawa cinta
Hanyalah perasaan
Yang bisa menghancurkan

( Lagu : - Lirik : )



-- JAMAL ABDILLAH --

Samrah Mentari

(Langit terluka) membisu
(Bumi meratap) keliru
(Lalu tertanya) apa salah dan dosa ku
(Bila mentari) tiada
(Lalu sembunyi) di mana
(Apa yang ada) hanya kata tanpa suara

Sang mentari senyumlah sepanjang zaman
Yang memberi segunung sinar harapan
Tiap pagi wajah mu pasti menjelma
Tiap janji tidak kau dustai

*:
Bila mentari enggan tersenyum
Alam jua turut derita bersama

Dengarilah pandangilah sentuhilah rasailah
Yang tertinggal cuma hati dan kalimah
2x

(Bila terbukti) firasat
(Akan bertemu) hakikat
(Pasti semua) akan musnah dan binasa
(Temui arah) haluan
(Agar mengenal) jalanan
(Di waktu pulang) tidak sesat kegelapan

(Ku selami) cintanya
(Ku rindui) nikmatnya
(Tiap masa) ku cari segenap suasana
(Ku kagumi) sucinya
(Ku mencari) mistiknya
(Lima waktu) ku pasti akan ketemui jua

(Hayatilah) agungnya
(Abadilah) kasihnya
(Dan semoga) mentari sudi lagi bersama

(Syukurilah) nikmatnya
(Kembalilah) padanya
(Dan semoga) mentari masih tersenyum manja
(Ulang *)

Samrah (4x)

( Lagu : Pak Ngah - Lirik : Hairul Anuar Harun )


Sandarkan Pada Kenangan
( Feat. Fauziah Ahmad Daud )

Kenangan manis kau dan aku
Takkan terluput
Duri ranjau dalam bercinta
Lumrah dunia

Sayang menyayang
Cinta dikenang
Perasaan menjadi rindu

Oh... Lihatlah diri ku yang kehilangan
Tanpa kasih mu sayang
Siapalah aku

Sayang menyayang
Saling percaya
Punca kasih berpanjangan

Mengapa kita harus bersengketa
Kerana fitnah dan salah sangka
Apa yang telah terjadi pada kenangan
Sememangnya aku tak pernah melupakannya
Mengapa mesti ada perasaan benci
Kerana cinta dan percaya luput dalam perasaan

Marilah kasih
Kita saling sayang menyayang
Kalaulah ada benci
Kita sandarkan pada kenangan

( Lagu : - Lirik : )


Sendiri

Sendiri menempuh hidup
Tiada berayah tiada beribu
Sendiri aku berjalan
Tiada harta menjadi bekalan

Belum pernah ku kesali hidup ku
Lahir ke dunia pun begitu
Suka duka ku tanggung sendiri
Dengan ketabahan hati
Mana saudara manakah teman-teman
Di saat ku memerlukan
Kepalsuan mu makin menjadi nyata
Kemesraan sementara

Sendiri kadang menyiksakan
Kerna tiada teman bicara

( Lagu : - Lirik : )


Seniman Menangis

Aku menyanyi
Menghibur hati insan yang sepi
Aku bersenda
Meredah duka kau yang kecewa
Di sebalik senyum
Sepi ku terlindung

Insan gembira
Mengikuti berbagai cerita
Fitnah dan dusta
Menjadi permainan biasa
Dalam tawa riang
Jiwa ku tertekan

Masih tercari-cari
Masih ku menanti
Persahabatan sejati
Keikhlasan di hati
Hingga ini belum ku temui

Di manakah kekasih
Di saat aku bersedih
Di mana teman di mana saudara
Di waktu aku berduka
Berulang kali hati terhiris
Di kala sepi aku menangis

( Lagu : - Lirik : )


Sepi Seorang Perindu

Bila ku rindu pada mu
Terasa kuatnya cinta ku
Terbangkit resah terpandang wajah mu
Bertambahlah kasih sayang ku

Sesaat kau tak ku pandang
Terasa sepinya jiwa ku
Tertunggu aku hadirnya diri mu
Walaupun sekelip mata

Betapa sepinya hidup seorang perindu
Dihanyut oleh keresahan
Rindu hati ku tak jemu pada mu
Selagi kau masih ku cinta

Biar apa pun yang memisahkan
Namun ku tetap menyintai mu
Selagi hidup belum berakhir
Selagi itu ku merindui mu

Ku seorang perindu sepi
Tak jemu ku terus menanti

( Lagu : - Lirik : )


<-- Previous Next -->
[ I ] [ J ] [ K ]
[Lyrics Index] [Main Index]

Hosted by www.Geocities.ws

1