-- EXISTS --

Mama Tolonglah Percaya

Lampu neon, mentari, limau mandarin
Terpulang pada cermin kanta kita
Dan bagaimana kita melihat

Awan, rumput, bunga popi, mentega
Mata bukanlah adiotoriti
Untuk menentukan hakikat

* :
Ahh.. kami dah sedar
Betapa peritnya merdeka kepada kami

Mama janganlah marah-marah
Mama tolonglah percaya
Ini bukan kerja mudah dan suka suka
Setiap zaman harus ada
Cetusan tersendiri

Piring terbang, lelayang, burung geroda
Ada masa kita mereka-reka
Bosan dengan hidup yang nyata

Duyung, pari-pari, kuda, unikorn
Tunduk selalu kepala ditonjol
Asyik dongak takut terlupa diri

Ahh.. kami dah sedar
Betapa peritnya merdeka kepada kami

Mama janganlah marah-marah
Mama tolonglah percaya
Ini bukan kerja mudah dan suka suka
Setiap zaman harus ada coraknya
Tersendiri

Mama janganlah marah-marah
Mama tolonglah percaya
Ini bukan kerja mudah dan suka suka
Setiap zaman harus ada coraknya
Ini bukan kerja mudah dan suka-suka
Berilah peluang kepada kami
Anak mu sendiri

( Lagu : G-Nola - Lirik : Loloq )

Masih Terserlah Ayu Wajah Mu

Cepat benar engkau pergi
Hujan masih belum berhenti
Banyak benar soalan ku tadi
Hati mu terusik kini... ooo
Sebagai kekasih ku
Layak aku bertanya
Sekuat mana cinta mu
Adakah insan lain di hati mu selain ku

Sayang bukannya sehari dua
Percintaan kita ini
Yang dipersudah dipateri
Sayang jangan ikut perasaan
Marah jangan di simpan
Ku Hanya ingin menduga
Dan kini aku tahu
Satu kekasih mu hanya ku
Marilah kasih aku dendangkan
Lagu yang pernah mencuri hati mu
Ooo.. marilah kasih biar ku simbah
api kemarahan yang membakar di benak
Di benakmu....

Terpaksa ku berlari
Memitas mu dari pergi
Akan ku belai rambut mu yang basah
Masih terserlah ayunya wajah mu
Walau pun marah
Walau pun marah ayu wajah mu
Masih terserlah... Ooo...
Ayu wajah mu....

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Saari Amri )


Menanti Saat Termampu

Tidak pernah ku fikirkan tentang hidup
Bila senang kehidupan ku
Engkau ada di sisi ku
Sedangkan aku berada
Jauh dari rona duka

* :
Tahukah kau ku masih menyayangi mu
Dan ku hirup bagaikan nafas ku
Kasih yang sejati menciptakan mimpi
Yang kan terujud dalamnya nanti
Kita berdua

** :
Menantikan saat termampu
Pelamin cinta milik kita
Kau tak pernah ku curangi
Malah sering ku mengingatkan
Jangan kerna cinta sanggup kau korbankan
Hingga hilang segalanya
Hanya kerana cinta
Tetaplah menjadi bintang itu
Bintang di hati ku
Di jiwa ku oh..
Lenyapkanlah semua gundah ku
Merawat hati ku
Damaikan jiwa ku selalu

( Ulang * dan ** )

Damaikan jiwa ku selalu

( Lagu : Musa - Lirik : Musrad )


Mengintai Dari Tirai Kamar

Dinginnya angin malam ini menyapa tubuh ku
Namun tidak dapat dinginkan hatiku yang kau hangatkan
Rasa tercabarnya kelakian ku ini dengan sikap mu
Mentanglah aku ini insan kekurangan
Senangnya kau mainkan

Siapalah ku ini
Untuk memital buih yang memutih menjadi permaidani
Seperti mana yang tertulis dalam novel cinta

Juga mustahil bagi ku
Menggapai bintang di langit menjadikan hantaran
Syarat untuk memiliki mu
Semua itu sungguhnya aku tak termampu

Silap aku juga kerana jatuh cinta
Insan seperti mu seanggun bidadari
Seharusnya aku cerminkan diri ku
Sebelum tirai kamar aku buka
Untuk mengintai mu

( Lagu : Saari Amri - Lirik : Saari Amri )

<-- Previous Next -->
[ D ] [ E ] [ F ]
[Lyrics Index] [Main Index]

Hosted by www.Geocities.ws

1